JawaPos.com - José Mourinho mulai mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai lini pertahanan idealnya di Real Madrid.
Setelah menjalani dua pertandingan pertama La Liga, pelatih asal Portugal tersebut disebut telah mengidentifikasi empat pemain belakang yang paling membuatnya merasa aman. Pilihan itu menunjukkan bahwa Mourinho mulai mengutamakan kombinasi yang memberikan keseimbangan antara kekuatan bertahan, konsistensi, dan kemampuan menguasai bola.
Melansir Defensa Central, penilaian Mourinho berkembang seiring berjalannya pramusim dan pertandingan kompetitif. Ia memang menyadari masih ada sejumlah persoalan di lini belakang Los Blancos, tetapi perlahan mulai menemukan pemain yang dianggap paling cocok untuk pertandingan-pertandingan besar.
Saat ini, Denzel Dumfries, Ibrahima Konaté, Dean Huijsen, dan Marc Cucurella disebut menjadi empat bek yang berada di posisi terdepan.
Dumfries Mulai Menggeser Trent
Perubahan paling menarik terjadi di posisi bek kanan. Denzel Dumfries tampil meyakinkan dalam dua pertandingan awal Real Madrid. Bek asal Belanda itu bahkan mulai mengungguli Trent Alexander-Arnold dalam persaingan mendapatkan tempat utama.
Mourinho tampaknya menyukai konsistensi dan rasa aman yang diberikan Dumfries. Kemampuannya bermain agresif dari sisi kanan juga memberikan karakter berbeda dibandingkan Alexander-Arnold.
Situasi tersebut membuat persaingan bek kanan Madrid semakin menarik. Alexander-Arnold datang dengan reputasi sebagai salah satu pengumpan terbaik di posisinya, tetapi Mourinho tampaknya lebih mengutamakan profil bek yang mampu memberikan keseimbangan secara keseluruhan. Untuk saat ini, Dumfries berada di depan.
Cucurella Jadi Kandidat Utama di Kiri
Di sisi kiri, situasinya juga mulai menunjukkan arah yang jelas. Álvaro Carreras mendapatkan kesempatan sebagai starter pada dua pertandingan awal, tetapi Marc Cucurella perlahan mulai mengambil posisi sebagai kandidat utama Mourinho.
Bek asal Spanyol itu memang belum menjadi starter, tetapi penampilannya sebagai pemain pengganti memberikan kesan positif.
Cucurella menawarkan energi, agresivitas, serta kemampuan membantu serangan tanpa kehilangan disiplin ketika bertahan. Karakter tersebut sangat cocok dengan kebutuhan Mourinho terhadap bek sayap yang mampu bekerja dalam dua fase permainan.
Jika performanya terus konsisten, bukan tidak mungkin Cucurella segera menjadi pilihan pertama di sisi kiri.
Konaté dan Huijsen Mulai Membentuk Duet Ideal
Di jantung pertahanan, Mourinho juga mulai menemukan pasangan yang menjanjikan. Ibrahima Konaté dan Dean Huijsen menjadi dua bek tengah yang sejauh ini mampu memenuhi ekspektasi sang pelatih. Keduanya memiliki karakter yang saling melengkapi.
Konaté memberikan kekuatan fisik, agresivitas, dan kemampuan memenangkan duel. Sementara Huijsen memiliki ketenangan dalam menguasai bola serta kemampuan membangun serangan dari belakang.
Kombinasi tersebut bisa menjadi formula yang sangat menarik untuk pertandingan dengan tingkat kesulitan tinggi.
Mourinho juga disebut lebih tertarik membangun kontinuitas daripada terus melakukan rotasi ketika menghadapi pertandingan penting. Jika tren tersebut berlanjut, Konaté dan Huijsen berpeluang menjadi pasangan utama di jantung pertahanan Madrid.
Rudiger Masih Punya Peran
Meski empat nama tersebut mulai berada di garis depan, Antonio Rüdiger belum tersingkir dari rencana Mourinho.
Pengalaman bek Jerman itu tetap menjadi aset penting bagi Madrid, terutama dalam pertandingan besar. Namun, kondisi lututnya membuat Mourinho harus mengatur beban bermainnya dengan lebih hati-hati.
Dengan demikian, Rüdiger kemungkinan tetap mendapatkan menit bermain, tetapi tidak selalu menjadi pilihan utama.
Untuk saat ini, gambaran lini belakang Madrid mulai terlihat. Dumfries di kanan, Cucurella di kiri, lalu Konaté dan Huijsen di tengah.
Jika keempat pemain tersebut mampu mempertahankan performanya, Mourinho mungkin tidak perlu lagi mencari-cari kombinasi terbaik ketika Real Madrid memasuki pertandingan-pertandingan besar musim ini.
***