← Beranda
3 Poin Penting dari Kemenangan Telak Real Madrid atas Real Sociedad
M Shofyan Dwi KurniawanJumat, 28 Agustus 2026 | 23.51 WIB
Pemain Real Madrid. (ig @realmadrid)

 

 

JawaPos.com - Santiago Bernabéu akhirnya kembali bergemuruh. Dalam pertandingan kandang pertama Real Madrid musim ini, Los Blancos memberikan pertunjukan yang cukup meyakinkan dengan menghancurkan Real Sociedad 4-1 pada Rabu malam.

José Mourinho kembali mempertahankan susunan pemain yang sama seperti ketika Madrid mengalahkan Espanyol. Keputusan tersebut menunjukkan kepercayaan terhadap sebelas pemain yang tampil pada laga pembuka sekaligus memberikan mereka kesempatan membangun koneksi lebih baik.

Hasilnya pun sesuai harapan. Madrid tidak hanya menang, tetapi juga memperlihatkan permainan yang semakin meyakinkan, terutama setelah jeda.

Kylian Mbappé mencetak hat-trick, sementara Vinícius Júnior ikut mencatatkan namanya di papan skor. Namun, di balik empat gol tersebut, ada beberapa hal menarik yang layak menjadi perhatian.

Melansir Madrid Universal, berikut tiga poin penting dari kemenangan Real Madrid atas Real Sociedad.

1. Mbappé Akhirnya Menunjukkan Kelasnya

Jika pertandingan melawan Espanyol menjadi malam yang membuat Mbappé frustrasi, laga kontra Sociedad menjadi panggung pembuktian sang penyerang.

Pemain Prancis itu kali ini jauh lebih klinis di depan gawang. Tiga peluang yang ia selesaikan menjadi tiga gol, dan masing-masing memiliki cerita tersendiri.

Gol pertamanya lahir dari sentuhan pertama yang luar biasa untuk melewati bek Sociedad sebelum ia melepaskan tembakan keras ke sudut atas gawang.

Untuk gol kedua, Mbappé menunjukkan kecerdasan dalam bekerja sama dengan Jude Bellingham. Keduanya melakukan kombinasi satu-dua yang membuat pertahanan Sociedad berantakan sebelum Mbappé menyelesaikan peluang dari sudut yang sulit.

Gol ketiga mungkin menjadi yang paling indah. Vinícius dan Bellingham bekerja sama sebelum memberikan bola kepada Mbappé dalam situasi satu lawan satu. Sang penyerang kemudian memilih penyelesaian lob yang sempurna.

Perbedaannya dengan pertandingan melawan Espanyol sangat jelas. Saat itu, Mbappé memiliki sejumlah peluang tetapi gagal memanfaatkannya. Kali ini, hampir setiap kesempatan yang datang berhasil dikonversi menjadi gol.

Dan jika ketajaman seperti ini bisa dipertahankan, Real Madrid akan memiliki senjata yang sangat sulit dihentikan di sepertiga akhir lapangan.

2. Babak Kedua Menunjukkan Madrid yang Berbeda

Hal paling menarik dari kemenangan ini mungkin bukan sekadar jumlah gol yang dicetak, melainkan bagaimana Madrid mencetaknya.

Setelah jeda, Los Blancos terlihat jauh lebih cair. Bola bergerak cepat, kombinasi satu-dua semakin sering terlihat, sementara para pemain mulai memahami pergerakan satu sama lain.

Bellingham menjadi salah satu pusat permainan tersebut. Pemain Inggris itu kembali tampil luar biasa sebagai gelandang serang. Ia bekerja sama dengan Mbappé untuk menciptakan gol kedua, kemudian memberikan umpan yang membantu Vinícius mencetak gol ketiga.

Bahkan kombinasi antara Mbappé dan Vinícius mulai menunjukkan tanda-tanda positif. Madrid memiliki begitu banyak pemain berkualitas di lini depan sehingga masalah terbesarnya bukan soal kemampuan individu, melainkan bagaimana mereka menggabungkan kemampuan tersebut sebagai sebuah unit.

Babak kedua melawan Sociedad memberikan jawaban yang cukup menjanjikan. Ketika para pemain mengurangi ego dan bermain untuk kepentingan tim, Madrid bisa berubah menjadi tim yang sangat berbahaya. Mourinho tentu berharap penampilan seperti ini bukan sekadar kilatan sesaat.

3. Lini Tengah Mulai Menunjukkan Potensinya

Sebelum musim dimulai, lini tengah menjadi salah satu area yang paling banyak dipertanyakan di skuad Mourinho.

Pertandingan melawan Espanyol juga belum memberikan jawaban yang memuaskan. Madrid sempat kesulitan mengontrol permainan dan terlalu bergantung pada momen individual dari Bellingham serta Arda Güler.

Namun, melawan Sociedad, situasinya terlihat jauh lebih baik. Federico Valverde dan Bernardo Silva bekerja sebagai double pivot dan menunjukkan koordinasi yang lebih solid. Keduanya mampu menjaga keseimbangan sekaligus memberikan energi ketika Madrid berusaha merebut kembali penguasaan bola.

Valverde bahkan beberapa kali bergerak lebih jauh ke depan untuk membantu serangan dan hampir mencetak gol menjelang pertandingan berakhir.

Di sisi lain, keputusan Mourinho memainkan Güler di depan Yan Diomande kembali memberikan hasil positif. Güler tidak harus menjadi pemain yang terus-menerus menggiring bola atau bermain sebagai winger tradisional. 

Ia justru terlihat lebih berbahaya ketika bergerak ke area tengah, mencari ruang, lalu menggunakan kemampuan umpannya untuk membuka pertahanan.

Melawan Sociedad, Güler kembali mencatatkan lima umpan kunci. Memang masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa masalah lini tengah Madrid sudah selesai. 

Musim masih panjang dan mereka akan menghadapi lawan yang jauh lebih berat. Namun, setidaknya Mourinho mendapatkan alasan untuk sedikit lebih optimistis.

Madrid Mulai Menemukan Bentuknya?

Dua pertandingan pertama era Mourinho memberikan dua gambaran yang berbeda. Melawan Espanyol, Madrid menang tetapi masih terlihat kesulitan. Sementara ketika menghadapi Sociedad, mereka menunjukkan perkembangan signifikan terutama setelah turun minum.

Mbappé menemukan ketajamannya, Bellingham semakin nyaman, Vinícius mulai terlibat dalam kombinasi serangan, Güler terus menciptakan peluang, dan lini tengah terlihat lebih seimbang.

Masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan Mourinho. Tetapi jika babak kedua melawan Sociedad menjadi gambaran tentang apa yang sedang ia bangun di Bernabéu, Real Madrid memiliki alasan kuat untuk percaya diri.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti