Jawapos.com - Osasuna sukses membalikkan keadaan untuk menundukkan Celta Vigo 2-1 di Stadion Abanca Balaidos pada Jumat (28/8). Laga pekan pertama La Liga itu sempat ditunda akibat kendala pada rumput stadion. Dalam pertandingan itu, Celta Vigo membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-14 lewat sang kapten Iago Aspas.
Aspas melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti setelah mendapat umpan dari Miguel Roman. Tembakan itu mengarah ke sudut kanan bawah gawang Ionut Radu yang membuat skor 1-0 bertahan hingga babak pertama berakhir.
Baca Juga: Sikat Real Sociedad, Hat-trick Kylian Mbappe Tandai Momen Kepulangan Jose Mourinho ke Real Madrid
Dilansir dari ESPN, situasi pertandingan berubah drastis pada awal babak kedua. Marcos Alonso mendapat kartu merah pada menit ke-51 setelah tinjauan VAR menilai adanya pelanggaran yang dilakukan terhadap Iker Munoz. Celta Vigo pun harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain. Unggulnya jumlah pemain langsung dimanfaatkan Osasuna.
Berselang tiga menit setelah kartu merah, Kike Barja menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-54. Barja menyelesaikan peluang dari dalam kotak penalti setelah menerima umpan Raul Garcia. Osasuna lalu memasukkan Ante Budimir dan Ruben Garcia pada menit ke-58.
Pergantian itu terbukti efektif. Pada menit ke-62, Osasuna mendapat hadiah penalti setelah pemain Cela Vigo Javi Galan melakukan handball di dalam kotak terlarang. Budimir maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tembakan kaki kirinya ke pojok kiri bawah membuat Osasuna berbalik unggul 2-1.
Dalam kondisi tertinggal dan bermain dengan 10 orang, Celta Vigo berusaha mengejar gol penyama kedudukan. Namun, pertahanan Osasuna mampu meredam tekanan tuan rumah. Celta Vigo mendapat sejumlah peluang pada menit-menit akhir. Jones El Abdellaoui memaksa Sergio Herrera melakukan penyelamatan pada menit ke-79, sedangkan sundulan Carl Starfelt pada menit ke-90+2 masih melebar.
Osasuna bahkan sempat mencetak gol ketiga melalui Budimir pada menit ke-90+8. Namun, gol itu dianulir VAR. Budimir kembali mendapatkan peluang beberapa saat kemudian, tetapi tembakannya dari jarak dekat diblok. Celta Vigo terus menekan hingga penghujung laga, tetapi Osasuna mampu mempertahankan keunggulan dengan skor 2-1.
Pelatih Osasuna Luis Miguel Ramis menyambut baik kemenangan itu. “Ini membantu, inilah yang kami semua inginkan. Kami bermain dan bersaing untuk memberikan malam seperti ini kepada para penggemar, terutama di stadion yang sangat penting, melawan tim yang bermain di kompetisi Eropa dan memulai musim dengan sangat baik,” ujar Ramis dikutip dari situs resmi klub.
Ramis berharap hasil itu dapat memberikan ketenangan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain. “Tiga poin ini sangat penting. Dalam situasi apa pun, terlebih sekarang karena memberikan kami ketenangan. Yang paling memberikan kepercayaan diri dan ketenangan adalah hasil, dan secara angka ini penting,” katanya.
Baca Juga: Prediksi Susunan Pemain Crystal Palace vs Manchester City: Rayan Cherki Kejar Level Kevin De Bruyne!
Menurut Ramis, kartu merah Marcos Alonso memang mengubah jalannya pertandingan. Namun, Osasuna dinilai mampu memanfaatkan situasi itu dengan baik.
“Kami tahu dengan satu pemain lebih sedikit, mereka akan menjalani beberapa menit terakhir dengan sangat intens. Bola-bola panjang, masuk ke kotak penalti, perebutan bola kedua, situasi bola mati, sepak pojok, semua itu bisa membuat pertandingan kembali seimbang. Tim menghadapinya dengan sangat baik,” jelasnya.
Ramis juga memuji karakter dan kedewasaan yang ditunjukkan anak asuhnya dalam mengelola pertandingan. Setelah berbalik unggul, Osasuna tidak terburu-buru dan mampu mengurangi peluang Celta Vigo meski menghadapi tekanan besar pada menit-menit akhir. “Saya sangat senang karena pertandingan ini menunjukkan banyak karakter dan kedewasaan,” tegas Ramis.