JawaPos.com - Hanya delapan bulan setelah mengangkat trofi MLS untuk pertama kalinya, Inter Miami kini berada dalam situasi yang jauh berbeda.
Melansir Sports Illustrated, The Herons belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan beruntun di semua kompetisi. Bahkan, performa buruk tersebut terjadi ketika Lionel Messi masih menjadi andalan utama mereka.
Ironisnya, Messi tetap tampil produktif. Dalam lima pertandingan terakhir, megabintang Argentina itu sudah mencetak dua gol dan satu assist.
Ia hanya gagal memberikan kontribusi gol ketika masuk sebagai pemain pengganti melawan León. Namun, kontribusi individu Messi belum cukup untuk mengangkat Miami dari keterpurukan.
Messi di Ambang Rekor yang Tidak Diinginkan
Rentetan lima pertandingan tanpa kemenangan tersebut menjadi semakin menarik karena Messi hampir menyamai catatan terburuk dalam karier klubnya.
Pada 2013, ketika masih memperkuat Barcelona, Messi pernah menjalani lima pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan. Dalam periode tersebut, Barcelona bermain imbang melawan Celta Vigo, Paris Saint-Germain dua kali, dan Athletic Club, serta mengalami kekalahan telak 4-0 dari Bayern Munich.
Itu merupakan satu-satunya periode dalam 22 tahun karier profesional Messi ketika klubnya gagal menang dalam lima pertandingan secara beruntun.
Kini sejarah tersebut kembali menghampirinya. Inter Miami akan menghadapi CF Montréal pada Sabtu. Jika gagal menang, Messi akan menyamai catatan terburuk tersebut.
Bahkan, jika Miami kembali gagal mengalahkan Atlanta United pada pertandingan berikutnya, Messi akan menghadapi situasi yang belum pernah dialaminya dalam karier klub: enam pertandingan berturut-turut tanpa kemenangan.
Ada Alasan untuk Tetap Optimistis
Situasinya memang buruk, tetapi Montréal bukan lawan yang sempurna untuk mengakhiri tren tersebut.
CF Montréal hanya meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir. Inter Miami juga memiliki catatan positif dalam pertemuan langsung karena memenangkan tiga pertandingan terakhir menghadapi klub Kanada tersebut sejak Mei 2024.
Namun, ada satu persoalan besar yang harus segera diperbaiki Miami: pertahanan.
Terakhir kali Inter Miami mencatatkan clean sheet adalah delapan pertandingan lalu, ironisnya saat menghadapi Montréal pada 25 Juli.
Artinya, Messi dan kawan-kawan bukan hanya kesulitan mencetak kemenangan. Mereka juga terlalu mudah memberikan kesempatan kepada lawan.
Tanpa Busquets dan Alba, Miami Kehilangan Fondasi
Kemerosotan Miami musim ini juga tidak bisa dilepaskan dari kepergian dua pemain penting: Sergio Busquets dan Jordi Alba.
Keduanya pensiun setelah musim lalu dan meninggalkan lubang besar dalam skuad.
Busquets dan Alba bukan sekadar pemain dengan nama besar. Pengalaman mereka membantu Miami melewati periode sulit dan tetap mengontrol pertandingan ketika performa tim tidak berada dalam kondisi terbaik.
Kini, Miami harus mencari cara untuk mengatasi masalah tersebut dengan pemain baru.
Kedatangan Casemiro pun belum memberikan jawaban yang diharapkan. Mantan gelandang Real Madrid dan Manchester United itu masih kesulitan beradaptasi setelah Piala Dunia yang mengecewakan bersama Brasil.
Messi Kembali Menjadi Tumpuan Utama
Situasi tersebut membuat beban semakin berat di pundak Messi. Pada usia 39 tahun, sang kapten masih mampu mencetak gol secara konsisten. Namun, menjadikan pemain seusianya sebagai solusi untuk hampir semua persoalan tim jelas bukan strategi jangka panjang.
Inter Miami sudah mengalami beberapa kemunduran musim ini. Mereka tersingkir dari Concacaf Champions Cup, gagal melaju dari fase grup Leagues Cup, dan kini semakin tertinggal dalam persaingan Supporters' Shield.
Mereka bahkan sudah berganti pelatih dengan kepergian Javier Mascherano dan kedatangan Guillermo Hoyos. Karena itu, pertandingan melawan Montréal menjadi lebih penting daripada sekadar pertandingan biasa.
Miami membutuhkan kemenangan, sementara Messi membutuhkan kemenangan itu untuk menghindari catatan buruk yang selama ini nyaris tidak pernah menyentuh kariernya.
Pertahanan Montréal yang juga sedang rapuh bisa menjadi kesempatan ideal.
Tetapi jika Inter Miami kembali gagal menang, pertanyaan yang lebih besar akan muncul: apakah mereka masih mampu menjadi tim juara ketika hampir seluruh harapan kembali bertumpu pada Messi?
***