JawaPos.com - Trent Alexander-Arnold baru menjalani satu musim di Real Madrid, tetapi masa depannya di Santiago Bernabéu sudah mulai menjadi bahan perdebatan.
Bek kanan asal Inggris itu tidak mendapatkan musim debut yang diharapkan. Ia cukup sering menjadi pilihan kedua di belakang Dani Carvajal. Kini, setelah Carvajal pergi, situasinya seharusnya berubah.
Masalahnya, José Mourinho justru mendatangkan Denzel Dumfries dari Inter Milan.
Dumfries langsung menjadi starter dalam pertandingan pertama Real Madrid musim ini melawan Espanyol, sementara Alexander-Arnold baru masuk pada penghujung pertandingan.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan besar: apakah Trent benar-benar masuk dalam rencana utama Mourinho?
Trent Bukan Wing-back Ideal Mourinho?
Melansir Talksport, pakar sepak bola Eropa Andy Brassell menilai masalah Alexander-Arnold bukan terletak pada kemampuannya. Justru sebaliknya.
“Saya menyukai Trent Alexander-Arnold, tetapi yang membuatnya begitu sulit untuk disamakan dengan klub bukanlah soal kemampuannya, karena dari segi kemampuan dia sempurna.”
Menurut Brassell, posisi terbaik Trent sebenarnya adalah sebagai bek kanan dalam sistem empat bek.
“Dia paling efektif dalam formasi empat bek.”
Hal tersebut cukup masuk akal. Trent memiliki kemampuan mengirim umpan jarak jauh, mengatur tempo dari sisi kanan, dan menciptakan peluang yang membuatnya berbeda dari bek kanan konvensional.
Namun, Mourinho tampaknya menginginkan profil berbeda.
Dumfries jauh lebih agresif ketika menyerang melalui sisi luar. Ia mampu berlari melewati lawan, melakukan overlap dan memberikan tekanan secara fisik.
“Dia adalah bek kanan yang sangat berbeda dari Trent Alexander-Arnold, karena dia adalah tipe pemain yang akan bergerak ke sisi luar dan melewati lawan.”
Jika Dumfries memang menjadi gambaran bek yang diinginkan Mourinho, posisi Trent bisa menjadi persoalan.
Newcastle Bisa Jadi Solusi
Brassell kemudian menyebut satu opsi menarik jika Alexander-Arnold memang kesulitan mendapatkan menit bermain: Newcastle United.
“Dia akan sangat cocok untuk Newcastle.”
Menurutnya, kecepatan yang dimiliki Newcastle dapat membantu memaksimalkan kemampuan passing Trent.
Bahkan, Brassell membayangkan dampak besar yang bisa diberikan sang bek dalam tim Eddie Howe.
“Jika Anda bisa meminjamkan Alexander-Arnold ke Newcastle selama setahun, dia akan sangat brilian di sana, terutama dengan kecepatan yang mereka miliki.”
Namun, persoalan terbesar tentu saja adalah finansial.
Alexander-Arnold memiliki gaji besar di Madrid. Itu membuat kepindahan permanen sulit dilakukan, bahkan skenario peminjaman pun kemungkinan membutuhkan struktur pembayaran yang rumit.
Selain itu, Newcastle sudah mendatangkan Amir Dedic sehingga kebutuhan mereka terhadap bek kanan juga tidak sebesar sebelumnya.
Bagaimana dengan Liverpool?
Inilah opsi yang paling menarik. Jika Alexander-Arnold benar-benar meninggalkan Madrid, Liverpool hampir pasti akan menjadi klub yang langsung masuk dalam pembicaraan.
Brassell sendiri melihat reuni dengan Mohamed Salah sebagai salah satu kombinasi paling ideal bagi Trent.
“Saya rasa Anda tidak akan menemukan kombinasi yang lebih baik di tempat lain selain Alexander-Arnold dan Salah bersama di Liverpool.”
Keduanya sudah memahami permainan satu sama lain selama bertahun-tahun di Anfield. Trent tahu kapan Salah akan berlari ke ruang kosong, sementara Salah memahami kualitas umpan sang bek.
Namun, untuk saat ini, pembicaraan mengenai kepulangan Trent ke Liverpool masih sebatas kemungkinan.
Reuni dengan Salah di Turki?
Ada pula opsi yang jauh lebih mengejutkan. Brassell menyebut kemungkinan Alexander-Arnold mengikuti jejak Salah ke Liga Super Turki. Ia bahkan membayangkan keduanya kembali bermain bersama di Trabzonspor.
“Saya akan sangat senang melihatnya bersatu kembali dengan Mo Salah.”
Brassell menilai kepergian Trent dari Liverpool turut memengaruhi permainan Salah karena keduanya memiliki hubungan yang sangat spesial di sisi kanan.
“Jika Anda menggabungkan keduanya, mereka akan langsung menjadi juara Turki. Tidak ada kemitraan yang seperti itu.”
Meski terdengar menarik, opsi tersebut tampaknya masih jauh dari kenyataan.
Trent Harus Menentukan Masa Depannya
Pada usia 27 tahun, Alexander-Arnold masih berada di masa terbaik kariernya. Terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kariernya di Madrid gagal hanya karena satu pertandingan.
Namun, kedatangan Dumfries memberikan sinyal yang cukup jelas tentang profil bek yang diinginkan Mourinho.
Jika Trent mampu beradaptasi, ia masih memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting Real Madrid.
Tetapi jika Mourinho benar-benar lebih memilih Dumfries, maka Premier League bisa menjadi jalan keluar yang masuk akal.
Dan jika harus memilih klub Premier League, Liverpool akan menjadi pilihan yang paling emosional sekaligus paling masuk akal.
Sebab satu hal sudah terbukti: kombinasi Trent Alexander-Arnold dan Mohamed Salah pernah menjadi salah satu senjata paling mematikan Liverpool. Mungkin saja, suatu hari nanti, keduanya kembali bekerja sama.
***