← Beranda
Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027: Misi Bangkit The Cottagers
Moch. Rizky Pratama PutraKamis, 27 Agustus 2026 | 23.38 WIB
Prediksi Fulham vs AFC Wimbledon di EFL Cup 2026/2027. Fulham incar kemenangan untuk bangkit usai kalah dari Chelsea dan hadapi AFC Wimbledon. Fulham memburu kemenangan saat menjamu AFC Wimbledon pada putaran kedua EFL Cup 2026/2027 di Craven Cottage. (Fulham)

JawaPos.com — Fulham memburu kemenangan saat menjamu AFC Wimbledon pada putaran kedua EFL Cup 2026/2027 di Craven Cottage, Jumat (28/8/2026) pukul 02.00 WIB, demi bangkit setelah kalah 2-3 dari Chelsea pada laga pembuka Premier League.

Alvaro Arbeloa diprediksi merotasi skuad, tetapi Fulham tetap punya kualitas serangan untuk mengatasi tamunya yang belum mencetak gol di League One musim ini.

Fulham datang ke pertandingan ini dengan modal hasil pahit dari Chelsea.

Kekalahan 2-3 tersebut memperlihatkan dua sisi berbeda permainan The Cottagers karena mereka mampu menciptakan 14 tembakan dengan enam mengarah ke gawang, tetapi rapuh di lini belakang ketika Chelsea mencetak tiga gol dalam 49 menit pertama.

Bagi Arbeloa, duel melawan AFC Wimbledon menjadi kesempatan untuk merespons masalah tersebut sekaligus memberi menit bermain kepada pemain yang sebelumnya belum menjadi pilihan utama.

Jadwal padat membuat rotasi menjadi masuk akal karena Fulham juga akan menghadapi Sunderland pada Minggu, sehingga menjaga kebugaran pemain inti menjadi salah satu pertimbangan penting.

Fulham Ingin Menjawab Keraguan di Lini Belakang

Fulham diprediksi tampil dengan komposisi berbeda dibanding laga melawan Chelsea, termasuk memberikan kesempatan kepada Kenny Tete, Ryan Sessegnon, Luc De Fougerolles, Shea Charles, Harrison Reed, Emile Smith Rowe, Kevin, dan Rodrigo Muniz.

Joachim Andersen juga kembali tersedia setelah absen ketika menghadapi Chelsea karena menjalani skorsing.

Perubahan besar tidak otomatis membuat Fulham kehilangan keunggulan kualitas.

Muniz diperkirakan menjadi tumpuan di depan, sementara Smith Rowe bisa memberikan kreativitas dari lini kedua, dengan Charles dan Reed bertugas menjaga keseimbangan permainan di tengah.

Kondisi lini belakang tetap menjadi perhatian utama setelah Fulham kebobolan tiga gol hanya dalam 49 menit menghadapi Chelsea.

Karena itu, pertandingan EFL Cup ini bisa menjadi ujian penting bagi pemain pelapis untuk membuktikan mereka mampu menjaga organisasi pertahanan ketika tim melakukan rotasi.

AFC Wimbledon tentu punya peluang jika Fulham kehilangan konsentrasi.

Namun, kualitas individu serta pengalaman bermain di level Premier League membuat tuan rumah tetap lebih layak diunggulkan, terutama jika mampu mengalirkan bola cepat ke area pertahanan lawan.

AFC Wimbledon Belum Menemukan Ketajaman

AFC Wimbledon memasuki laga ini dengan catatan yang belum meyakinkan di League One karena belum mencetak satu gol pun dari dua pertandingan awal.

Setelah kalah 0-3 dari Huddersfield Town pada pekan pembuka, mereka bermain imbang 0-0 melawan Reading pada Sabtu.

Situasi berbeda terlihat di EFL Cup.

Tim asuhan Johnnie Jackson menyingkirkan Newport County lewat adu penalti setelah bermain 1-1, tetapi mereka kemudian kalah dari Leyton Orient melalui adu penalti di EFL Trophy, sehingga sudah dua kali menghadapi drama dari titik putih pada awal musim.

Catatan tersebut menunjukkan AFC Wimbledon cukup mampu bertahan dalam pertandingan ketat, tetapi produktivitas menjadi pekerjaan rumah terbesar.

Melawan Fulham, mereka perlu menemukan cara untuk menciptakan peluang sekaligus menjaga pertahanan agar tidak terus ditekan oleh pemain-pemain dengan kualitas lebih tinggi.

Hasil imbang tanpa gol kontra Reading setidaknya memberikan sedikit optimisme sebelum perjalanan ke markas klub Premier League.

Performa tersebut bahkan terasa sebagai “langkah ke arah yang tepat”, meski AFC Wimbledon masih membutuhkan peningkatan besar di sektor penyerangan.

Rotasi Bisa Jadi Senjata Fulham

Jackson juga diperkirakan melakukan rotasi karena AFC Wimbledon akan menghadapi Wigan Athletic dan Burton Albion dalam waktu kurang dari sepekan.

Nathan Bishop berpeluang tampil sebagai penjaga gawang, sedangkan Andy Yiadom, Steven Sessegnon, Callum Maycock, Aron Sasu, dan Antwoine Hackford termasuk pemain yang diproyeksikan mendapat kesempatan.

Harry Cornick, rekrutan anyar dari Luton Town, kemungkinan belum langsung masuk starting XI dan lebih mungkin berada di bangku cadangan. Kondisi ini membuat kedua tim sama-sama berpotensi menurunkan sejumlah pemain pelapis, tetapi kedalaman skuad Fulham tetap menjadi pembeda utama.

Pertemuan ini juga memiliki daya tarik tersendiri karena menjadi duel kompetitif pertama Fulham dan AFC Wimbledon.

Pertemuan terakhir kedua klub terjadi pada 2001, sebelum Wimbledon asli berpindah 46 mil ke Milton Keynes, sehingga laga di Craven Cottage akan menghadirkan babak baru dalam rivalitas yang lama terputus.

Rotasi Fulham juga memberikan peluang bagi sejumlah pemain untuk tampil sejak menit awal dan mengubah peta persaingan di dalam skuad.

Bagi pemain seperti Muniz, Smith Rowe, Charles, serta Kevin, laga ini bukan sekadar pertandingan piala, melainkan kesempatan menunjukkan diri kepada Arbeloa.

Prediksi Skor Fulham vs AFC Wimbledon

Fulham diperkirakan tetap menguasai jalannya pertandingan meski Arbeloa melakukan banyak perubahan.

AFC Wimbledon bisa membuat tuan rumah frustrasi jika mampu mempertahankan organisasi pertahanan seperti ketika menahan Reading tanpa gol, tetapi tekanan berulang berpotensi membuat mereka kesulitan bertahan selama 90 menit.

Produktivitas menjadi faktor yang sangat menentukan dalam prediksi ini.

Fulham sudah menunjukkan kemampuan menciptakan enam tembakan tepat sasaran ketika menghadapi Chelsea, sedangkan AFC Wimbledon belum mencetak gol dalam dua pertandingan League One, sehingga perbandingan daya gedor lebih berpihak kepada tuan rumah.

AFC Wimbledon memang berpeluang mencuri momentum jika Fulham kembali lengah di lini belakang.

Namun, dengan Muniz, Smith Rowe, Kevin, dan sejumlah pemain yang ingin membuktikan diri, Fulham diprediksi mampu memanfaatkan kualitas serangan untuk menghindari kekalahan kedua secara beruntun.

Pertahanan AFC Wimbledon juga akan menghadapi tantangan berbeda dibandingkan saat melawan Reading.

Fulham memiliki pemain yang lebih agresif dalam membangun serangan, sehingga satu gol cepat dapat membuat pertandingan terbuka dan meningkatkan peluang tuan rumah mencetak gol berikutnya.

Prediksi skor akhir: Fulham 3-1 AFC Wimbledon.

Hasil tersebut akan menjadi respons ideal bagi Arbeloa setelah kekalahan 2-3 dari Chelsea sekaligus menjaga langkah Fulham di EFL Cup 2026/2027.

EDITOR: Hendra