JawaPos.com — Vietnam sukses menjuarai Piala AFF 2026 setelah menahan Thailand 2-2 pada leg kedua final di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Rabu (26/8/2026).
Hasil tersebut membuat Vietnam menang agregat 4-2 setelah sebelumnya mengamankan kemenangan 2-0 di Thailand sekaligus mencetak sejarah sebagai juara dua edisi secara beruntun.
Baca Juga: Vietnam Unggul 2 Gol Atas Thailand, Kim Sang Sik Pede Juara Piala AFF 2026
Vietnam Ukir Sejarah Juara Piala AFF Dua Kali Beruntun
Keberhasilan ini menjadi gelar Piala AFF keempat bagi Vietnam sekaligus yang pertama diraih secara back-to-back dalam sejarah turnamen.
Tim asuhan Kim Sang-sik menyamai torehan Singapura di posisi kedua daftar juara, sedangkan Thailand masih menjadi negara tersukses dengan koleksi tujuh gelar.
Kim Sang-sik pun mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Vietnam sebagai pelatih pertama yang membawa tim nasional menjadi juara Piala AFF dua kali berturut-turut.
Pencapaian tersebut sekaligus melampaui capaian Park Hang-seo yang sebelumnya membawa Vietnam menjadi juara pada 2018.
Di bawah Park Hang-seo, Vietnam gagal mempertahankan gelar pada edisi 2020 setelah tersingkir di semifinal.
Vietnam kemudian kembali menjadi runner-up pada 2022, sebelum akhirnya mampu kembali merebut trofi pada edisi 2024 dan mempertahankannya pada 2026 di bawah kepemimpinan Kim Sang-sik.
Vietnam memasuki leg kedua dengan modal kemenangan 2-0 di markas Thailand.
Keunggulan tersebut membuat Green Star Warriors, julukan Vietnam dalam pemberitaan ini, hanya membutuhkan hasil aman di Hanoi untuk memastikan gelar juara.
Baca Juga: Rekor Gila Nguyen Xuan Son! 5 Fakta Unik Vietnam vs Thailand di Final Piala AFF 2026
Thailand Sempat Buka Peluang Comeback
Thailand langsung bermain agresif sejak awal pertandingan karena membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal tiga gol untuk membalikkan keadaan agregat.
Dominasi tersebut terlihat dari penguasaan bola pada babak pertama, ketika Thailand mencapai 70 persen berbanding hanya 30 persen milik Vietnam.
Tekanan Thailand membuahkan hasil pada menit ke-12.
Yotsakon BoRafah melepaskan tembakan keras menggunakan kaki kanan dari dalam kotak penalti sisi kanan yang mengenai tubuh penjaga gawang Vietnam sebelum bola berbelok masuk ke gawang.
Gol tersebut membuat Thailand semakin percaya diri untuk mengejar ketertinggalan agregat.
Namun, Vietnam tetap mampu menjaga keunggulan dua gol dari pertemuan pertama sehingga posisi mereka masih relatif aman sepanjang pertandingan.
Vietnam bahkan hampir mencetak gol balasan menjelang turun minum. Pada menit ke-43, sundulan Nguyen Xuan Son mengenai tiang gawang Thailand sehingga peluang tersebut gagal mengubah skor pertandingan.
Memasuki babak kedua, Thailand memperoleh kesempatan emas untuk memperkecil ketertinggalan agregat.
Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di dalam kotak penalti Vietnam, tetapi eksekusi Kana Kam Yut gagal menemui sasaran.
Kegagalan penalti tersebut menjadi momentum penting bagi Vietnam. Hanya tujuh menit setelah babak kedua dimulai, Vietnam berhasil menyamakan skor melalui gol bunuh diri yang berawal dari umpan silang Hoang Yen dari sisi kiri.
Baca Juga: Gratis! Jadwal dan Link Live Streaming Vietnam vs Thailand di Leg 2 Final Piala AFF 2026
Gol Bunuh Diri Jadi Penentu Vietnam
Hoang Yen menyambut umpan silang tersebut dengan tembakan sekali sentuh.
Bola kemudian membentur tiang gawang, mengenai kaki kiper Thailand Chatchai Budprom, lalu masuk ke dalam gawang dan membuat skor berubah menjadi 1-1.
Hasil imbang membuat Vietnam kembali berada dalam posisi sangat menguntungkan.
Thailand tetap membutuhkan setidaknya tiga gol untuk mengubah agregat, sementara Vietnam dapat lebih fokus menjaga pertahanan sambil menunggu peluang serangan balik.
Thailand tidak menyerah dan terus meningkatkan intensitas serangan. Upaya mereka akhirnya menghasilkan gol kedua pada menit ke-40 babak kedua setelah Wanchai Jarongkran berhasil membawa Thailand kembali unggul 2-1.
Meski menang dalam pertandingan, Thailand masih tertinggal secara agregat.
Vietnam tetap memimpin 3-2 sehingga Thailand membutuhkan satu gol lagi untuk menyamakan kedudukan agregat dan membuka peluang pertandingan berlanjut ke situasi penentuan.
Situasi tersebut membuat menit-menit akhir berlangsung sangat menegangkan.
Thailand mengerahkan hampir seluruh kekuatan untuk mengejar gol penyama agregat, sedangkan Vietnam menarik pemain-pemain depan lebih dalam untuk membantu pertahanan.
Vietnam bahkan mengandalkan serangan balik sebagai opsi untuk mengakhiri perlawanan Thailand.
Strategi tersebut akhirnya membuahkan hasil pada penghujung waktu tambahan ketika serangan balik Vietnam menghasilkan gol bunuh diri pemain Thailand.
Kim Sang-sik Cetak Rekor Bersama Vietnam
Gol bunuh diri pada penghujung pertandingan memastikan skor akhir 2-2 sekaligus mengunci kemenangan agregat Vietnam dengan skor 4-2.
Peluit panjang kemudian menandai keberhasilan Vietnam mempertahankan gelar Piala AFF sekaligus menorehkan sejarah baru di level sepak bola Asia Tenggara.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbesar Kim Sang-sik sejak dipercaya menangani tim nasional Vietnam.
Pelatih asal Korea Selatan itu kini menjadi sosok pertama yang membawa Vietnam menjuarai Piala AFF dua edisi secara berturut-turut.
Bagi Vietnam, trofi 2026 juga mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Asia Tenggara.
Dengan empat gelar Piala AFF, Vietnam kini menyamai Singapura dan hanya berada di bawah Thailand yang telah mengoleksi tujuh gelar.
Kemenangan agregat 4-2 atas Thailand juga terasa semakin spesial karena Vietnam sebelumnya menciptakan sejarah dengan menjadi tim pertama dalam sejarah sepak bola Vietnam yang mampu menang di kandang Thailand dengan selisih dua gol atau lebih.
Modal tersebut akhirnya menjadi fondasi penting bagi keberhasilan Vietnam mengangkat trofi di hadapan pendukung sendiri.