← Beranda
Bodo/Glimt Hajar NEC Nijmegen 3-0, Kembali ke Liga Champions untuk Kali Kedua
Aprillia JPRabu, 26 Agustus 2026 | 17.10 WIB
Bodo/Glimt menghantam NEC Nijmegen 3-0 dan melaju ke Liga Champions untuk musim kedua beruntun dengan agregat telak 6-1. (Dok. Bodo/Glimt)

JawaPos.com - Bodo/Glimt memastikan tiket ke Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun setelah menghantam NEC Nijmegen 3-0 pada leg kedua playoff di Aspmyra Stadium, Rabu (26/8). Kemenangan tersebut membuat klub asal Norwegia itu melaju dengan keunggulan agregat 6-1 atas wakil Belanda.

NEC harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ketiga setelah kiper Gonzalo Crettaz diganjar kartu merah. Ia diusir wasit setelah melakukan handball di luar kotak penalti, membuat NEC kehilangan penjaga gawang utama hanya beberapa menit setelah pertandingan dimulai.

Situasi tersebut membuat perjuangan NEC mengejar defisit agregat semakin berat. Nikolas Polster kemudian masuk pada menit kelima untuk menggantikan Kaj Sierhuis dan langsung mendapat tugas berat menjaga gawang tim tamu.

Bodo/Glimt memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan terus menekan pertahanan NEC. Polster beberapa kali menggagalkan peluang tuan rumah, tetapi akhirnya harus memungut bola dari gawangnya pada masa tambahan waktu babak pertama.

Fredrik Bjorkan memecah kebuntuan pada menit ke-45+2. Bek Bodo/Glimt itu melepaskan tembakan kaki kiri dari tengah kotak penalti setelah menerima umpan Sondre Auklend.

Tiga menit kemudian, Bodo/Glimt kembali mencetak gol. Auklend mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-45+5 setelah menyelesaikan peluang dari tengah kotak penalti melalui serangan balik yang diawali umpan Jens Petter Hauge.

Bodo/Glimt menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0 dan secara agregat sudah memimpin 5-1.

Memasuki babak kedua, NEC mencoba mengubah permainan dengan memasukkan Bram Nuytinck dan Almugera Kabar. Namun, Bodo/Glimt tetap mampu mengendalikan pertandingan.

Polster kembali menjadi pemain penting bagi NEC dengan sejumlah penyelamatan, termasuk ketika menggagalkan peluang Patrick Berg dan Ole Didrik Blomberg. NEC sendiri sempat mengancam melalui Bryan Linssen, tetapi dua tembakannya dari luar kotak penalti masih mampu diamankan Nikita Haikin.

Bodo/Glimt akhirnya mencetak gol ketiga pada menit ke-73. Kali ini gol tercipta melalui gol bunuh diri Deveron Fonville sehingga skor berubah menjadi 3-0.

Setelah unggul tiga gol, Bodo/Glimt mulai melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga kondisi skuad. Ulrik Saltnes, Ola Brynhildsen, Joshua Kitolano, Kasper Solhaug, dan Isak Maatta dimainkan secara bertahap.

NEC tidak mampu mencetak gol balasan hingga pertandingan berakhir. Bodo/Glimt pun memastikan kemenangan 3-0 sekaligus mengunci keunggulan agregat 6-1.

Hasil tersebut memastikan Bodo/Glimt kembali tampil di Liga Champions untuk musim kedua secara beruntun. Fredrik Bjorkan menyambut pencapaian tersebut dengan antusias.

“Luar biasa. Rasanya sungguh tak terlukiskan bisa berdiri di sini lagi dan bersiap menghadapi Liga Champions. Turnamen terbesar di dunia. Ini benar-benar mengagumkan, dan kita tidak boleh lupa betapa besarnya arti momen ini,” kata Bjorkan dikutip dari situs resmi klub.

Meski demikian, Bjorkan mengakui pertandingan berjalan kurang menarik setelah NEC kehilangan satu pemain sejak awal laga.

“Pertandingan hari ini memang kurang seru, jadi suasananya mungkin tak akan seheboh itu setelah laga usai. Tapi demi Tuhan, kami sudah berjuang mati-matian untuk ini,” katanya.

Mengenai calon lawan di Liga Champions, Bjorkan tidak mempermasalahkan siapa pun yang akan dihadapi Bodo/Glimt. Menurutnya, setiap pertandingan di kompetisi tersebut akan menjadi pengalaman berharga bagi klub.

“Ada beberapa tim yang sangat bagus, tetapi siapa pun yang kami hadapi, itu akan menjadi pengalaman yang luar biasa dan fantastis,” ujar Bjorkan.

EDITOR: Hendra