← Beranda
Cerita di Balik Saga Transfer Julián Álvarez yang Semakin Panas, Barcelona dan Arsenal Berebut Celah
M Shofyan Dwi KurniawanSelasa, 25 Agustus 2026 | 19.23 WIB
Julian Alvarez (fotmob)

 

 

JawaPos.com - Saga transfer Julián Álvarez memasuki fase paling panas menjelang penutupan bursa transfer pada 1 September. Sang penyerang ingin meninggalkan Atlético Madrid, Barcelona menjadi klub impiannya, sementara Arsenal terus mengamati situasi untuk mencari celah.

Di tengah kebuntuan tersebut, hubungan Álvarez dengan Atlético dan para pendukungnya juga semakin tegang. Bahkan, pemain Argentina itu sudah menerima cemoohan dari suporter dalam pertandingan melawan Villarreal.

Lantas, bagaimana sebenarnya saga ini bisa menjadi begitu rumit?

Álvarez Sudah Terang-terangan Ingin Pergi

Melansir Football360, keinginan Álvarez untuk meninggalkan Atlético bukan lagi sekadar rumor.

Setelah Argentina menang 2-0 atas Austria di Piala Dunia, sang striker mengakui bahwa dirinya sudah berbicara dengan pihak klub dan berharap transfer bisa terjadi.

“Saya rasa ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini, tetapi saya juga tidak bisa menyembunyikannya. Saya mencoba untuk menjadi orang yang jujur. Saya telah berbicara dengan orang-orang di klub, dengan mereka yang perlu saya ajak bicara.”

Ia kemudian menambahkan:

“Saya rasa hal terbaik untuk semua orang adalah transfer. Saya ingin mewujudkan mimpi saya.”

Mimpi tersebut mengarah kepada Barcelona. Masalahnya, Atlético tidak memiliki niat yang sama.

Atlético Madrid Tidak Mau Menjualnya ke Barcelona

Atlético berkali-kali menegaskan bahwa Álvarez merupakan bagian penting dari rencana mereka. Sang striker masih terikat kontrak hingga 2030 dan klub bahkan memiliki klausul pelepasan senilai €500 juta.

Namun, laporan menyebut Atlético akan mempertimbangkan tawaran sekitar €150 juta.

Yang menjadi masalah adalah identitas calon pembeli. Atlético tidak ingin memperkuat Barcelona, terlebih karena klub Catalan tersebut merupakan rival langsung di LaLiga.

Ketegangan bahkan sempat terlihat secara terbuka ketika Atlético melontarkan sindiran keras kepada Barcelona melalui media sosial, termasuk menyindir pendekatan klub Catalan terhadap Álvarez.

Real Madrid Pernah Mencoba

Barcelona bukan satu-satunya klub yang tertarik. Real Madrid bahkan disebut telah mengajukan tawaran senilai €150 juta untuk Álvarez. Namun, proposal tersebut ditolak Atlético.

Artinya, Atlético sudah menunjukkan bahwa mereka tidak mudah diyakinkan hanya dengan nominal besar. Jika Real Madrid saja ditolak, Barcelona jelas menghadapi tantangan yang jauh lebih berat.

Arsenal Muncul sebagai Jalan Keluar

Di tengah kebuntuan tersebut, Arsenal muncul sebagai opsi yang semakin serius. The Gunners dikabarkan menganggap Álvarez sebagai target transfer impian dan siap mengeluarkan dana besar untuk mendapatkan pemain berusia 26 tahun tersebut.

Situasinya menarik karena Arsenal tidak memiliki masalah yang sama dengan Barcelona: mereka bukan rival langsung Atlético di kompetisi domestik.

Laporan bahkan menyebut Atlético dapat mempertimbangkan penjualan jika Arsenal bersedia mengeluarkan sekitar €150 juta.

Dengan kata lain, Arsenal bisa menjadi jalan keluar bagi semua pihak.

Atlético mendapatkan harga tinggi tanpa memperkuat Barcelona, Arsenal mendapatkan penyerang elite, sementara Álvarez tetap bisa meninggalkan Madrid meski tidak bergabung dengan klub impiannya.

Tapi Keputusan Terakhir Ada di Álvarez

Masalah terbesar Arsenal justru berada pada sang pemain. Álvarez dikabarkan masih lebih memilih Barcelona. Jadi, meskipun Arsenal mampu membiayai transfernya, mereka tetap membutuhkan persetujuan sang striker.

The Gunners disebut yakin bisa bergerak cepat jika Álvarez memberikan lampu hijau. Ada pula laporan mengenai kemungkinan kesepakatan yang melibatkan Viktor Gyökeres dan tambahan uang, meski skenario tersebut masih sebatas rumor.

Situasi keluarga juga disebut menjadi salah satu pertimbangan Álvarez karena terdapat persoalan terkait aturan visa jika ia pindah ke Inggris.

Hubungan dengan Fans Atlético Memburuk

Saga transfer ini akhirnya berdampak langsung terhadap hubungan Álvarez dengan pendukung Atlético.

Sang striker dicemooh ketika namanya diumumkan dan kembali mendapat siulan ketika masuk sebagai pemain pengganti melawan Villarreal.

Sebagian suporter bahkan meneriakkan:

“Biarkan dia pergi untuk selamanya, biarkan dia pergi…”

Setelah pertandingan berakhir 2-2, Álvarez tidak ikut bersama rekan-rekannya untuk memberikan penghormatan kepada suporter.

Diego Simeone kemudian menjelaskan bahwa keputusan tersebut berasal dari pihak klub.

“Klub memutuskan bahwa ia tidak boleh mendekati tribun atau para penggemar…”

Situasi tersebut memperlihatkan betapa rumitnya hubungan antara sang pemain dan klub saat ini.

Gil Marín Kritik Orang-orang di Sekitar Álvarez

CEO Atlético Madrid Miguel Ángel Gil Marín juga ikut memperkeruh situasi ketika mengatakan bahwa Álvarez tidak mendapatkan nasihat terbaik dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami akan membantu Julián dan terus menjaganya, agar dia dapat mencapai potensi penuhnya… Kita harus memahami bahwa Julián tidak memiliki penasihat terbaik di sekitarnya dalam beberapa bulan terakhir.”

Gil Marín juga menegaskan Atlético tidak akan membiarkan klub lain menentukan strategi mereka.

Komentar tersebut kemudian tampaknya mendapat respons dari agen Álvarez, Fernando Hidalgo, yang menulis di Instagram:

“Jangan pernah bertanya kepada pembohong mengapa dia berbohong, karena untuk menjelaskan alasannya, dia harus berbohong lagi.”

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti