JawaPos.com - Keputusan José Mourinho tidak memasukkan Yan Diomande sebagai starter saat Real Madrid menghadapi Espanyol memang cukup mengejutkan.
Maklum, pemain berusia 19 tahun itu merupakan rekrutan termahal Los Blancos pada musim panas ini dengan nilai transfer yang bisa mencapai €140 juta.
Namun, melansir Sports Illustrated, ada beberapa alasan yang membuat Mourinho memilih bersabar dengan bintang muda asal Pantai Gading tersebut.
Baca Juga: José Mourinho Bela Vinícius Junior yang Jadi Korban Bullying Suporter Elche
1. Minim menit bermain di pramusim
Faktor terbesar kemungkinan adalah kondisi fisik Diomande. Sejak bergabung dengan Real Madrid, ia baru tampil satu kali di pramusim.
Diomande hanya bermain selama 29 menit ketika Madrid menang 3-0 atas Schalke. Itu merupakan penampilan pertamanya setelah Pantai Gading tersingkir dari Piala Dunia.
Dengan persiapan yang belum maksimal, Mourinho tentu tidak ingin langsung membebani pemain mudanya dalam pertandingan kompetitif pertama musim ini.
2. Usia dan pengalaman menjadi pertimbangan
Diomande memang datang dengan reputasi besar setelah tampil impresif bersama RB Leipzig. Namun, usia 19 tahun membuatnya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tuntutan bermain di Real Madrid.
Mourinho tampaknya memilih pendekatan bertahap. Daripada memaksanya langsung tampil sejak menit pertama, sang pelatih memberikan kesempatan kepada pemain yang lebih siap secara fisik dan pengalaman.
3. Arda Güler lebih siap untuk pertandingan tersebut
Di posisi sayap kanan, Mourinho akhirnya memilih Arda Güler. Keputusan itu terbukti cukup masuk akal karena pemain asal Turki tersebut justru tampil impresif.
Güler menjadi salah satu pemain paling kreatif Madrid, bahkan menciptakan tujuh peluang dan memberikan assist untuk gol Jude Bellingham.
Artinya, Mourinho tidak mengesampingkan Diomande, melainkan memilih pemain yang dianggap paling siap untuk pertandingan tertentu.
4. Mourinho ingin menjaga persaingan tetap terbuka
Mourinho sendiri menegaskan bahwa ia tidak ingin memiliki starting XI yang terlalu kaku.
“Saya tidak ingin memiliki susunan pemain ideal. Saya ingin tetap membuka pintu untuk persaingan karena ada begitu banyak pertandingan. Kita akan memiliki periode di mana kita bermain setiap tiga hari sekali.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa status pemain mahal tidak otomatis menjamin tempat di starting XI.
Diomande harus bersaing dengan Güler, Vinícius Júnior, Brahim Díaz, hingga pemain lain untuk mendapatkan menit bermain.
5. Musim masih sangat panjang
Ada alasan lain yang tak kalah penting: Mourinho tidak perlu terburu-buru.
Dengan kompetisi La Liga, Liga Champions, Copa del Rey, dan jadwal padat lainnya, Madrid membutuhkan seluruh pemainnya dalam kondisi terbaik. Memberikan Diomande waktu untuk beradaptasi bisa menjadi investasi jangka panjang.
Menariknya, Diomande akhirnya tetap mendapatkan kesempatan pada laga melawan Espanyol. Ia masuk pada menit ke-64 menggantikan Güler.
Jadi, keputusan Mourinho untuk mencadangkan Diomande lebih tepat dipandang sebagai strategi pengelolaan pemain, bukan tanda bahwa sang pelatih meragukan kualitas rekrutan termahalnya. Dengan usia 19 tahun dan harga selangit, Mourinho tampaknya ingin memastikan Diomande berkembang tanpa harus langsung memikul seluruh ekspektasi Madridista.