JawaPos.com - Real Madrid memang berhasil membuka musim La Liga 2026/27 dengan kemenangan 2-1 atas Espanyol, tetapi penampilan mereka masih jauh dari kata meyakinkan. José Mourinho mendapat tiga poin berkat gol Jude Bellingham dan Carlos Espí, namun sejumlah masalah terlihat jelas sepanjang pertandingan.
Dari para pemain baru hingga bintang lama, ada yang berhasil mencuri perhatian dan ada pula yang justru tampil di bawah ekspektasi.
Melansir Sports Illustrated, berikut ini daftarnya.
Baca Juga: Barcelona Resmi Daftarkan Empat Pemain Baru Jelang Hadapi Elche
Yang Tampil Baik
1. Carlos Espí — Muncul sebagai pahlawan
Carlos Espí menjadi nama yang paling mencuri perhatian. Striker yang datang dengan biaya €25 juta itu sebelumnya bukan pemain yang paling banyak dibicarakan dalam bursa transfer Real Madrid.
Namun, kesempatan akhirnya datang ketika Endrick mengalami masalah otot.
Masuk pada menit ke-80 menggantikan Bellingham, Espí hanya membutuhkan sekitar 10 menit untuk memberikan dampak. Ia menyambar bola liar di dalam kotak penalti dan mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir.
Gol tersebut bukan sekadar memberikan tiga poin. Espí juga menunjukkan kepada Mourinho bahwa ia layak mendapatkan lebih banyak kesempatan.
2. Arda Güler — Kreator utama Madrid
Güler menjadi salah satu pemain terbaik Real Madrid di pertandingan ini.
Gelandang asal Turki tersebut menjadi sumber kreativitas utama Los Blancos. Ia bahkan menciptakan tujuh peluang, terbanyak dibanding pemain mana pun di pertandingan, serta memberikan assist untuk gol Bellingham.
Masalahnya justru muncul ketika Mourinho memutuskan menariknya keluar pada menit ke-64.
Setelah Güler meninggalkan lapangan, kreativitas Real Madrid menurun drastis. Serangan mereka menjadi lebih mudah dibaca dan Espanyol semakin nyaman bertahan.
3. Jude Bellingham — Langsung memberikan pengaruh
Bellingham hanya membutuhkan sembilan menit untuk mencetak gol pembuka.
Ia memanfaatkan umpan silang Güler dengan sundulan keras yang membuat Madrid unggul lebih dulu. Selain gol tersebut, Bellingham juga terlihat aktif menghubungkan lini tengah dengan para penyerang.
Mourinho bahkan menegaskan bahwa posisi terbaik Bellingham adalah lebih dekat dengan gawang.
Menurut sang pelatih, memainkan Bellingham terlalu dalam sebagai No. 6 atau No. 8 justru akan mengurangi salah satu kekuatan terbesarnya: kemampuannya masuk ke area berbahaya dan mencetak gol.
Yang Tampil Buruk
4. Vinícius Jr — Masih jauh dari performa terbaik
Vinícius Jr menjadi salah satu pemain yang paling mengecewakan.
Setelah menjalani pramusim tanpa mencetak gol, pemain Brasil itu kembali kesulitan ketika menghadapi Espanyol. Ia terlalu sering kehilangan bola dan kesulitan melewati pertahanan lawan.
Statistiknya juga cukup mengkhawatirkan. Dalam 90 menit, Vinícius tidak menciptakan peluang, hanya melepaskan satu tembakan dan menyelesaikan 10 operan.
Mourinho tetap mempertahankannya hingga peluit akhir, tetapi kontribusinya di lini depan hampir tidak terlihat.
5. Pergantian pemain Mourinho menjadi tanda tanya
Bukan hanya performa pemain yang menjadi sorotan. Keputusan Mourinho dari bangku cadangan juga mengundang pertanyaan.
Menarik Güler ketika sang pemain sedang menjadi kreator paling berbahaya membuat Madrid kehilangan sumber kreativitasnya. Sementara itu, Trent Alexander-Arnold baru masuk pada menit ke-80 ketika Madrid sudah sangat membutuhkan ide baru.
Beruntung, Espí kemudian muncul sebagai penyelamat.
Jika gol pemain Spanyol tersebut tidak terjadi, keputusan Mourinho dalam melakukan pergantian pemain kemungkinan besar akan menjadi salah satu bahan kritik terbesar setelah pertandingan.
Kesimpulan
Kemenangan atas Espanyol memang menjadi awal yang ideal dari sisi hasil bagi Mourinho. Namun, pertandingan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Espí memberikan kejutan, Güler menjadi otak serangan, dan Bellingham langsung menunjukkan ketajamannya. Di sisi lain, Vinícius masih mencari bentuk terbaiknya, sementara keputusan Mourinho dari bangku cadangan belum sepenuhnya meyakinkan.
Tiga poin sudah diamankan, tetapi Real Madrid masih harus meningkatkan banyak hal jika ingin benar-benar bersaing memperebutkan gelar musim ini.