JawaPos.com — Manchester United mengawali Premier League 2026/2027 dengan hasil mengejutkan. Setan Merah dipermalukan tim promosi Hull City dengan skor 0-2, Sabtu (22/8/2026).
Kekalahan tersebut tidak hanya disebabkan kegagalan United mencetak gol. Tim asuhan Michael Carrick juga dibuat kesulitan menghadapi permainan fisik Hull dan dua kali kebobolan melalui situasi bola mati.
Semi Ajayi membuka keunggulan Hull pada menit ke-17. Nobel Mendy kemudian menggandakan skor pada menit ke-38.
Carrick mencoba mengubah keadaan pada babak kedua dengan memasukkan Marcus Rashford dan Benjamin Sesko. Namun, Manchester United tetap gagal membalikkan keadaan.
Bagi Hull, kemenangan ini menjadi awal sempurna setelah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Inggris. Bagi United, hasil tersebut menjadi peringatan bahwa penguasaan bola saja tidak cukup untuk memenangkan pertandingan.
Manchester United Kalah dalam Duel Fisik
Carrick sebenarnya sudah memperkirakan pertandingan melawan Hull bakal sulit.
"Ini adalah awal yang berat bagi kedua tim. Tim yang baru promosi dan bermain di kandang sendiri jelas menjadi lawan yang sulit," kata Carrick dalam konferensi pers sebelum pertandingan dilansir The New York Times.
Hull asuhan Sergej Jakirovic tampil dengan formasi 5-4-1. Namun, mereka tidak sekadar menunggu di area pertahanan.
Hull justru agresif ketika Manchester United menguasai bola. Mereka berusaha memenangkan duel di lini tengah dan mengganggu aliran permainan United.
Ryan Giles dan Lewie Coyle beberapa kali maju ke area sepertiga akhir untuk mengganggu Noussair Mazraoui dan Luke Shaw. Sementara itu, Oli McBurnie menjadi titik tumpu di lini depan.
McBurnie juga sering turun lebih dalam untuk membatasi pengaruh Andrey Santos.
Masalah terbesar United muncul ketika Hull mendapatkan bola mati.
Regan Slater menjadi aktor penting melalui umpan-umpan silang yang akurat. Gol pertama bermula dari sepak pojok Slater ke tiang jauh.
Matt Crooks memenangkan duel fisik dengan penjaganya dan meneruskan bola kepada McBurnie. Tembakan McBurnie masih bisa ditepis Senne Lammens, tetapi bola muntah langsung disambar Ajayi.
Gol kedua kembali berawal dari umpan Slater. Tendangan bebasnya mengarah tepat ke kepala Mendy yang kemudian mencetak gol.
Hull terlihat lebih kuat dalam perebutan bola pertama maupun bola kedua.
Pada babak pertama, Hull memenangkan 65 persen duel udara dan 59 persen duel di tanah. Bahkan setelah pertandingan memasuki satu jam, Hull masih memenangkan 62 persen duel udara dan 55 persen duel di tanah.
"Mereka memenangkan pertarungan fisik, dan itu membantu mereka mengendalikan pertandingan," tulis Carl Anka dalam analisisnya untuk The Athletic.
Siapa Pemain Hull yang Paling Menonjol?
Regan Slater menjadi salah satu pemain yang paling menonjol. Dua eksekusi bola matinya berujung langsung pada gol.
Semi Ajayi dan Nobel Mendy juga tampil solid di lini belakang. Keduanya bermain di sisi John Egan dalam formasi tiga bek Hull.
Sebelum ditarik keluar pada menit ke-64 karena diduga mengalami cedera, Ajayi dan Mendy mencatat total 17 sapuan untuk membatasi ancaman Manchester United.
McBurnie juga layak mendapat apresiasi.
Bermain sebagai penyerang tunggal ketika Hull hanya menguasai 34 persen bola bukan tugas mudah. Namun, McBurnie mampu menjadi opsi umpan bagi kiper Konstantinos Tzolakis.
Ia juga berhasil mencapai tiang jauh saat sepak pojok Slater dan memaksa Lammens melakukan penyelamatan sebelum Ajayi mencetak gol.
Perannya tanpa bola juga penting. McBurnie bertugas mengganggu Santos dan membatasi pengaruh gelandang Manchester United tersebut.
Rashford Kembali, tetapi Belum Mengubah Permainan
Carrick memasukkan Marcus Rashford pada awal babak kedua ketika Manchester United sudah tertinggal 0-2.
Keputusan tersebut menunjukkan masalah taktik yang dihadapi United. Formasi 4-2-3-1 tanpa penyerang murni tidak mampu membongkar pertahanan lima pemain Hull.
Pada babak pertama, United mencatat enam percobaan dribel tetapi hanya satu yang berhasil. Mereka membutuhkan pemain yang mampu melakukan penetrasi dan memenangkan duel satu lawan satu.
Rashford beberapa kali melakukan pergerakan untuk mengeksploitasi garis pertahanan tinggi Hull. Namun, waktunya kurang tepat atau umpan yang diterimanya tidak cukup akurat.
Padahal, Rashford datang ke musim baru dengan modal bagus setelah menjalani masa peminjaman di Barcelona.
Ia mencatat 15 kontribusi gol bersama Barcelona, terdiri dari delapan gol dan tujuh assist. Rashford kemudian tampil bersama Inggris di Piala Dunia dan menunjukkan performa terbaiknya sebagai pemain pengganti.
Carrick kini harus menentukan posisi terbaik untuk Rashford.
Ia bisa dimainkan sebagai winger kiri menggantikan Patrick Dorgu atau ditempatkan lebih ke dalam seperti peran yang biasa dimainkan Matheus Cunha.
Namun, masa depan Rashford di Old Trafford juga masih menjadi tanda tanya.
Tielemans dan Santos Kesulitan
Manchester United mengeluarkan hampir 85 juta poundsterling untuk mendatangkan Youri Tielemans dan Andrey Santos.
Keduanya diharapkan memberikan ketenangan teknis di lini tengah sekaligus membantu United membongkar pertahanan lawan yang bermain rapat.
Namun, debut keduanya justru memperlihatkan persoalan lain.
United memang mendominasi penguasaan bola. Namun, Santos dan Tielemans kesulitan mengalirkan bola melewati blok tengah Hull.
McBurnie bahkan beberapa kali turun ke lini tengah untuk mengganggu Santos dan merebut bola darinya.
Masalah tersebut semakin terlihat karena lini depan United tidak memiliki titik fokus yang jelas.
Cunha sering bergerak melebar di sepanjang lini depan. Sementara itu, pergerakan Mbeumo dan Dorgu ketika masuk ke tengah membuat ruang permainan United semakin sempit.
Menghadapi Hull yang bisa berubah menjadi enam pemain di lini belakang ketika bertahan, Tielemans dan Santos terlalu sering memainkan umpan horizontal.
Mereka seharusnya lebih berani mengirimkan umpan yang mampu memecah garis pertahanan lawan.
Carrick akhirnya menarik keduanya pada menit ke-66 dan memasukkan Kobbie Mainoo serta Benjamin Sesko.
Namun, pergantian tersebut belum mampu mengubah permainan. Manchester United tetap terlihat seperti tim yang masih berada dalam ritme pramusim.
United kini berharap kedatangan Carlos Baleba bisa menambah kekuatan fisik di lini tengah. Namun, gelandang berusia 22 tahun itu sedang mengalami masalah pada pergelangan kaki.
Santos dan Tielemans pun harus segera menemukan solusi.
Kekalahan dari Hull menjadi peringatan keras bagi Manchester United. Penguasaan bola saja tidak cukup. Setan Merah juga harus mampu memenangkan duel fisik, mengantisipasi bola mati, dan menemukan cara membongkar pertahanan rapat lawan.