← Beranda
Prediksi Skor Go Ahead Eagles vs ADO Den Haag di Liga Belanda: Tuan Rumah Pantang Kalah!
Moch. Rizky Pratama PutraMinggu, 23 Agustus 2026 | 15.45 WIB
Go Ahead Eagles diprediksi mampu mengalahkan ADO Den Haag pada pekan ketiga Eredivisie 2026/2027 di De Adelaarshorst. (Go Ahead Eagles)

 

JawaPos.com — Go Ahead Eagles diprediksi mampu mempertahankan start tak terkalahkan saat menjamu ADO Den Haag pada pekan ketiga Eredivisie 2026/2027 di De Adelaarshorst, Minggu (23/8/2026) pukul 17.15 WIB.

Tuan rumah mengoleksi empat poin dari dua laga, sedangkan ADO Den Haag belum meraih angka setelah kebobolan enam gol dan hanya mencetak satu gol.

Go Ahead Eagles Punya Modal Empat Poin

Go Ahead Eagles datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah meraih empat poin dari dua pertandingan pertama Eredivisie 2026/2027.

Baca Juga: Go Ahead Eagles Ditahan Imbang AZ Alkmaar, Dean James Main 16 Menit

Tim asuhan Joseph Oosting membuka musim dengan kemenangan telak 4-1 atas Willem II sebelum mencuri hasil imbang 2-2 ketika menghadapi Feyenoord di De Kuip.

Hasil melawan Feyenoord menjadi bukti mentalitas Go Ahead Eagles yang tidak mudah menyerah ketika berada dalam tekanan.

Sempat tertinggal 0-2, Soren Tengstedt dan Stefan Ingi Sigurdarson mencetak gol pada menit ke-63 serta ke-80 untuk membawa timnya pulang dengan satu poin.

Performa ofensif menjadi salah satu kekuatan utama Go Ahead Eagles pada awal musim ini.

Baca Juga: Maarten Paes Cetak Clean Sheet Bersama Ajax, Dean James Main Lagi Bareng Go Ahead Eagles

Mereka sudah mengemas enam gol dari dua pertandingan, sekaligus memperlihatkan potensi lini depan yang bisa menjadi ancaman serius bagi pertahanan ADO Den Haag.

Joseph Oosting pun mendapatkan awal yang menjanjikan setelah ditunjuk menggantikan Melvin Boel.

Musim lalu, Go Ahead Eagles hanya memenangkan satu dari tujuh pertandingan terakhir, sehingga perubahan di kursi pelatih diharapkan mampu membawa energi baru bagi klub yang berstatus juara KNVB Cup 2025 tersebut.

ADO Den Haag Masih Kesulitan di Eredivisie

ADO Den Haag justru menjalani awal musim dengan situasi berbeda setelah kembali ke kasta tertinggi sepak bola Belanda.

Tim promosi tersebut menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing 0-2 dari AZ Alkmaar pada pekan pertama dan 1-4 ketika menghadapi Groningen pada pekan kedua.

Masalah terbesar ADO Den Haag terlihat jelas dari produktivitas dan pertahanan mereka. Skuad asuhan Robin Peter baru mencetak satu gol dari dua pertandingan, sementara enam gol sudah bersarang di gawang mereka.

Kekalahan dari Groningen semakin memperlihatkan rapuhnya lini belakang ADO Den Haag.

Baca Juga: Tim Geypens Tak Berkutik saat FC Emmen Kalah Tipis dari ADO Den Haag

Mereka kebobolan tiga gol pada babak pertama, termasuk dua gol dalam 30 menit awal, sehingga harus bekerja keras mengejar ketertinggalan sepanjang pertandingan.

Meski begitu, ADO Den Haag belum layak dianggap sebagai tim yang pasti terdegradasi karena kompetisi baru berjalan dua pekan.

Tambahan poin pertama di Deventer dapat menjadi momentum penting bagi tim yang musim lalu tampil luar biasa di Eerste Divisie hingga berhasil menjadi juara dan mengakhiri lima tahun absennya dari Eredivisie.

Ketajaman Tengstedt Jadi Ancaman

Go Ahead Eagles memiliki Soren Tengstedt sebagai salah satu pemain yang patut mendapatkan perhatian dalam pertandingan ini.

Baca Juga: Cetak 2 Gol untuk Timnas Indonesia, Begini Kisah Unik Rafael Struick di Awal Kariernya Bersama ADO Den Haag

Penyerang tersebut sudah mencetak empat gol dalam lima laga pramusim dan kemudian kembali menemukan momentum pada awal kompetisi resmi.

Tengstedt mencetak gol penting ketika Go Ahead Eagles mengejar ketertinggalan dari Feyenoord.

Produktivitas tersebut membuatnya masuk jajaran pencetak gol terbanyak pada awal musim dan menjadi salah satu alasan tuan rumah layak difavoritkan menghadapi ADO Den Haag.

Selain Tengstedt, Mathis Suray juga menunjukkan kontribusi penting dalam permainan menyerang Go Ahead Eagles.

Gelandang serang tersebut sudah mencatat dua assist di Eredivisie dan berpeluang memperbesar catatan tersebut ketika menghadapi pertahanan ADO Den Haag yang telah kebobolan enam kali.

Baca Juga: Timnas Putri Indonesia Jajal ADO Den Haag Dulu Jelang Tantang Belanda, Estella Loupatty dan Noa Leatomu Bisa Main?

Di sisi lain, Kilian Nikiema sebenarnya mampu menunjukkan performa individu yang cukup mengesankan meski gawangnya dibobol empat kali saat melawan Groningen.

Kiper ADO Den Haag tersebut mencatat 10 penyelamatan dalam pertandingan itu, tetapi penampilan apiknya tetap belum mampu menutup kelemahan pertahanan secara keseluruhan.

Prediksi Susunan Pemain dan Skor

Go Ahead Eagles masih kehilangan sejumlah pemain karena cedera menjelang pertandingan pekan ketiga Eredivisie 2026/2027.

Gerrit Nauber, Julius Dirksen, Robbin Weijenberg, Tomas Galvez, dan Pim Saathof dipastikan absen, sedangkan ADO Den Haag tidak diperkuat Jalen Hawkins, Donat Barany, serta Cameron Peupion.

Baca Juga: Pemain Andalan Timnas Indonesia, Rafael Struick Resmi Perpanjang Kontraknya Bersama ADO Den Haag hingga 2025

Go Ahead Eagles diperkirakan mengandalkan Haug di bawah mistar, dengan Sampsted, Van Zwam, Kramer, dan James membentuk lini belakang.

Linthorst dan Rahmouni berada di tengah, sementara Tengstedt, Edvardsen, Suray, dan Flataker menjadi opsi utama untuk menggedor pertahanan lawan.

ADO Den Haag kemungkinan menurunkan Nikiema sebagai penjaga gawang, ditemani Hokke, Mulder, Waem, dan Sylla di lini pertahanan.

Van Mieghem, De Bruin, Kilo, dan De Ruijter diproyeksikan mengisi lini tengah, sedangkan Rottier serta Yannick Eduardo menjadi tumpuan di lini depan.

Perbedaan performa kedua tim membuat Go Ahead Eagles lebih layak diunggulkan dalam pertandingan ini.

Tuan rumah memiliki empat poin, sudah mencetak enam gol, dan baru sekali kehilangan keunggulan dua gol, sementara ADO Den Haag datang dengan dua kekalahan serta enam kebobolan.

Prediksi skor Go Ahead Eagles vs ADO Den Haag adalah 3-1 untuk kemenangan Go Ahead Eagles.

Ketajaman Tengstedt, kreativitas Suray, serta kepercayaan diri setelah menahan Feyenoord diperkirakan menjadi faktor penentu bagi tim asuhan Oosting untuk mempertahankan rekor tidak terkalahkan di awal musim.

EDITOR: Edi Yulianto