JawaPos.com — Juventus diprediksi mampu mengalahkan Frosinone 3-1 pada laga pembuka Liga Italia 2026/2027 di kandang lawan, Minggu (23/8/2026) pukul 23.30 WIB, setelah Si Nyonya Tua datang dengan misi menebus kegagalan finis empat besar musim lalu.
Frosinone sendiri berambisi mengawali perjuangan bertahan di Serie A dengan hasil positif di hadapan pendukungnya.
Juventus Punya Misi Bangkit sejak Pekan Pertama
Juventus memasuki musim baru dengan beban cukup besar setelah hanya meraih lima poin dari lima pertandingan terakhir Liga Italia 2025/2026.
Baca Juga: Emil Audero Masuk Radar Juventus, Jadi Kandidat Ideal Pendamping Guglielmo Vicario
Hasil imbang melawan Torino pada pekan terakhir membuat klub asal Turin tersebut kehilangan posisi empat besar dan harus puas bermain di Europa League.
Meski demikian, posisi Luciano Spalletti sebagai pelatih interim tetap aman setelah Juventus menunjukkan perkembangan positif sejak dirinya menangani tim pada musim lalu.
Performa pramusim juga memberikan modal cukup meyakinkan karena Juventus meraih empat kemenangan dari enam pertandingan, dengan satu hasil imbang dan satu kekalahan.
Baca Juga: Guglielmo Vicario Segera Tinggalkan Tottenham, Juventus Siap Boyong Sang Kiper
Setelah bermain 0-0 melawan Basel, Juventus menaklukkan Standard Liege dan Nice sebelum mengalahkan Chelsea serta Palermo.
Satu-satunya kekalahan datang ketika mereka menghadapi rival lama, Inter Milan, tetapi rangkaian tersebut tetap menunjukkan kesiapan Juventus menyambut kompetisi resmi.
Juventus juga melakukan perubahan pada komposisi skuad untuk menghadapi musim 2026/2027.
Dusan Vlahovic menjadi salah satu nama besar yang pergi, sedangkan Kerim Alajbegovic menjadi rekrutan yang paling menarik perhatian dalam upaya memperkuat tim asuhan Spalletti.
Rekor Laga Pembuka Jadi Modal Juventus
Juventus memiliki catatan impresif dalam pertandingan pembuka Serie A sehingga peluang membawa pulang tiga poin dari markas Frosinone cukup terbuka.
Si Nyonya Tua memenangkan 13 dari 15 laga pembuka liga terakhir dan mampu mencatat clean sheet dalam enam dari tujuh pertandingan pembuka tersebut.
Baca Juga: Juventus Siap Bajak Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori dari AC Milan
Catatan tersebut berbanding terbalik dengan Frosinone yang belum pernah meraih poin pada pertandingan pertama mereka di Serie A.
Dari tiga kesempatan sebelumnya, klub berjuluk Canarini itu selalu menelan kekalahan sehingga laga melawan Juventus menjadi ujian besar sejak awal musim.
Rekor pertemuan juga lebih berpihak kepada Juventus karena Frosinone kalah dalam lima dari enam pertemuan terakhir di Serie A.
Juventus bahkan mencetak sedikitnya dua gol dalam setiap kemenangan tersebut, sebuah statistik yang membuat lini pertahanan tuan rumah harus bekerja ekstra keras.
Baca Juga: Dusan Vlahovic Resmi Tinggalkan Juventus dan Memulai Babak Baru Bersama Besiktas
Namun, Frosinone bukan tim yang bisa dipandang sebelah mata setelah berhasil kembali ke kasta tertinggi Italia pada musim lalu.
Mereka finis satu poin di belakang Venezia yang menjadi juara Serie B, setelah setahun sebelumnya hanya mampu menempati posisi ke-15.
Frosinone Punya Senjata dari Bola Mati
Kekuatan Frosinone terletak pada produktivitas mereka dari situasi bola mati, terutama melalui sepak pojok. Pada musim lalu, mereka mencetak 29 gol dari situasi set piece, termasuk 14 gol yang lahir melalui corner.
Massimiliano Alvini menjadi sosok penting di balik keberhasilan tersebut setelah membawa Frosinone meraih 12 kemenangan dari 19 pertandingan kandang.
Pelatih itu kini mendapat tambahan sejumlah pemain baru, termasuk duo Austria Florian Grillitsch dan Romano Schmid yang diharapkan membantu Frosinone menghadapi persaingan ketat di Serie A.
Frosinone juga mengawali musim kompetitif dengan hasil positif di Coppa Italia setelah menang telak 4-1 atas Juve Stabia.
Kemenangan tersebut mengantarkan mereka ke putaran kedua untuk menghadapi Sassuolo, setelah sebelumnya menutup pramusim dengan kekalahan dari Lazio.
Baca Juga: Transfer Zion Suzuki ke Juventus Terancam Batal, PSG Belum Putuskan Masa Depan Chevalier
Dari sisi individu, Fares Ghedjemis menjadi pemain yang patut diperhatikan setelah mencetak 15 gol di Serie B.
Giacomo Calo juga tampil produktif dengan mencatat 25 kontribusi gol di kompetisi tersebut, sementara Giorgi Kvernadze mencetak dua gol dan memberikan satu assist saat Frosinone mengalahkan Juve Stabia.
Juventus Unggul dalam Kualitas Lini Depan
Juventus kehilangan Vlahovic setelah kontraknya berakhir, tetapi Spalletti masih memiliki sejumlah opsi untuk mengisi lini depan.
Arkadiusz Milik yang telah pulih, Jonathan David, serta Randal Kolo Muani akan bersaing mendapatkan tempat utama di sektor serangan.
Baca Juga: Inter Milan Taklukan Juventus 2-1 dalam Laga Persahabatan Pramusim di Perth
Kolo Muani kembali menjadi bagian skuad Juventus, sedangkan Alajbegovic datang untuk menambah variasi di lini depan.
Zeki Celik juga bergabung dari Roma, sementara Jeff Ekhator direkrut dari Genoa meski pemain internasional Italia itu masih terganggu cedera paha.
Di bawah mistar, Guglielmo Vicario diproyeksikan menggantikan Michele Di Gregorio sebagai penjaga gawang utama.
Perubahan tersebut diharapkan bisa memperbaiki masalah Juventus musim lalu ketika mereka kebobolan dari tembakan tepat sasaran pertama lawan dalam hampir separuh pertandingan liga.
Kenan Yildiz menjadi salah satu pemain penting Juventus setelah menjadi pencetak gol terbanyak klub di Serie A musim lalu dengan torehan 10 gol. Pemain tersebut berpotensi menjadi ancaman serius bagi pertahanan Frosinone bersama Kolo Muani dan para pemain kreatif di belakangnya.
Prediksi Frosinone vs Juventus
Frosinone kemungkinan mengandalkan permainan agresif di kandang serta bola mati untuk memberi tekanan kepada Juventus.
Susunan yang berpotensi diturunkan Alvini adalah Palmisani; Oyono, Calvani, Monterisi, Bracaglia; Masini, Calo; Ghedjemis, Schmid, Kvernadze; Raimondo.
Baca Juga: Marcelo Djalo Gabung Persik Kediri, Eks Pemain Juventus Siap Duet dengan Park Jun Heong
Sementara itu, Juventus diperkirakan menurunkan Vicario; Kalulu, Bremer, Kelly, Cambiaso; Locatelli, Luiz; Conceicao, McKennie, Yildiz; Kolo Muani.
Komposisi tersebut memperlihatkan Juventus memiliki kedalaman dan kualitas individu lebih tinggi dibandingkan Frosinone.
Juventus memang sempat kehilangan terlalu banyak poin pada fase akhir musim lalu, tetapi situasi itu menjadi alasan kuat bagi Spalletti untuk membawa tim tampil lebih fokus sejak pekan pertama.
Dengan rekor tidak terkalahkan dalam 19 dari 20 pertandingan terakhir melawan tim yang baru promosi, Juventus diprediksi mampu mengawali Liga Italia 2026/2027 dengan kemenangan.
Prediksi skor: Frosinone 1-3 Juventus.