← Beranda
Serie A 2026-2027 Bergulir Akhir Pekan Ini, Derby Della Madonnina Tanpa Allenatore Italia
Rizka Perdana PutraKamis, 20 Agustus 2026 | 23.23 WIB

Serie A 2026-2027 bergulir akhir pekan ini dengan tujuh pelatih asing. Derby Della Madonnina juga untuk pertama kalinya tanpa allenatore Italia.. (Dok. Reuters)

JawaPos.com - Kehadiran Cristian Chivu membuat Inter Milan memiliki pelatih asing tersukses setelah mempersembahkan scudetto Serie A musim lalu. Musim ini, rival sekota Inter, AC Milan, ikut memercayakan kursi pelatihnya kepada pelatih asing: Ruben Amorim.

Kehadiran Amorim bukan hanya membuat Serie A musim ini memiliki tujuh allenatore asing. Jumlah pelatih non-Italia terbanyak sejak tiga poin per kemenangan diberlakukan di Serie A pada musim 1994–1995. Pelatih berkebangsaan Portugal itu sekaligus mencatatkan musim anomali Serie A. Terutama dalam sejarah Derby Della Madonnina.

Sejak 2009–2010, baru musim ini derbi Milan jadi panggung dua allenatore non-Italia. Yaitu sejak Jose Mourinho (Portugal) dengan Inter melawan AC Milan yang dinahkodai Leonardo Araujo (Brasil).

“(AC) Milan bersama Amorim bakal lebih hebat dibandingkan musim lalu,” kata analis sepak bola Italia Fabio Ravezzani di Telebombardia.

Didukung Belanja Besar

Amorim juga diperkuat manajemen Rossoneri –sebutan AC Milan– dengan suntikan dana besar di bursa transfer musim panas. Anggaran belanja Rossoneri telah menyentuh EUR 160 juta (Rp 3,3 triliun) dengan striker RC Strasbourg Diego Moreira merupakan nama terbaru yang datang. Nilai transfernya EUR 50 juta (Rp 1,03 triliun).

Bandingkan dengan Chivu yang “hanya” menghabiskan EUR 71,2 juta (Rp 1,47 triliun). Meski begitu, gelandang jangkar (regista) Inter Hakan Calhanoglu masih yakin dengan dominasi Inter musim ini.

“Akan ada banyak hal yang harus kami tuntaskan bersamanya (Chivu) musim ini,” kata Calha –sapaan akrabnya– dikutip dari Football Italia.

Tedesco Pernah Tolak Rossoblu

Seperti Amorim, Domenico Tedesco juga datang ke Serie A musim ini dengan status sebagai pelatih asing alias berkebangsaan Jerman. Tedesco menangani Bologna FC. Bagi Tedesco, Italia masih punya keterikatan dengannya karena dia lahir di Rossano, kota di sisi selatan Negeri Pizza.

Tedesco diketahui pernah melewatkan tawaran menukangi Rossoblu –julukan Bologna FC. Yaitu setelah tidak lagi jadi der trainer RB Leipzig musim panas 2022. Vakum selama semusim, Tedesco kemudian balik melatih dengan menukangi timnas Belgia.

“Saat tawaran itu (melatih Rossoblu) datang tahun ini, saya pikir ’Sekaranglah waktu yang tepat’,” kata Tedesco saat Tuttomercatoweb.

Tedesco dibebani target membawa Rossoblu lolos ke ajang antarklub Eropa. Musim lalu, Rossoblu main di Liga Europa. Musim ini, klub milik miliader Kanada Joey Saputo itu absen karena finis kedelapan di Serie A musim lalu.

Tantangan Ganda Fabregas

Musim lalu, Cesc Fabregas menorehkan sensasi dengan membawa Como 1907 lolos ke Liga Champions setelah finis empat besar di Serie A. Alhasil, musim ini memberi tantangan ganda bagi Fabregas.

Pelatih berkebangsaan Spanyol itu dituntut tidak membawa Il Lariani –julukan Como 1907– tampil memalukan di Liga Champions serta harus menjaga performa di Serie A.

“Kami akan meneruskan musim sensasional kami,” tegas Fabregas. (ren/dns)

PELATIH ASING DI SERIE A MUSIM INI

Pelatih Klub Kebangsaan
Cristian Chivu Inter Milan Rumania
Ruben Amorim AC Milan Portugal
Cesc Fabregas Como 1907 Spanyol
Carlos Cuesta Parma Calcio Spanyol
Domenico Tedesco Bologna FC Jerman
Kosta Runjaic Udinese Jerman
Ivan Juric AC Monza Kroasia

Allenatore Impor Semakin Banyak

Semakin banyak allenatore asing yang menjajal peruntungan di Serie A. Musim ini, jumlah pelatih non-Italia semakin banyak dan paling banyak dalam dua dekade terakhir. (ren/dns)

Musim Allenatore Italia Allenatore non-Italia
2026–2027 13 (65%) 7 (35%)
2025–2026 15 (75%) 5 (25%)
2024–2025 14 (70%) 6 (30%)
2023–2024 17 (85%) 3 (15%)
2022–2023 16 (80%) 4 (20%)
2021–2022 15 (75%) 5 (25%)
2020–2021 17 (85%) 3 (15%)
2019–2020 17 (85%) 3 (15%)
2018–2019 18 (90%) 2 (10%)
2017–2018 18 (90%) 2 (10%)
2016–2017 16 (80%) 4 (20%)
2015–2016 19 (95%) 1 (5%)
2014–2015 17 (85%) 3 (15%)
2013–2014 16 (80%) 4 (20%)
2012–2013 19 (95%) 1 (5%)
2011–2012 19 (95%) 1 (5%)
2010–2011 17 (85%) 3 (15%)
2009–2010 18 (90%) 2 (10%)
2008–2009 18 (90%) 2 (10%)
2007–2008 20 (100%) 0 (0%)

 

EDITOR: Hendra