JawaPos.com - Sisi personal Pep Guardiola selama menjalani masa-masa sulit bersama Manchester City terungkap dalam film dokumenter terbaru berjudul A Beautiful Obsession.
Serial dokumenter empat episode itu menyoroti dua musim terakhir Pep Guardiola dalam satu dekade masa kepemimpinan di Manchester City.
Termasuk konflik di ruang ganti, tekanan pekerjaan, keputusan meninggalkan klub, hingga persoalan kehidupan pribadi.
Baca Juga: Pertama Kali Main di Indonesia, Moussa Bagayoko Ungkap Alasan Nyaman Bersama PSS Sleman
Dokumenter yang dirilis di platform streaming untuk wilayah Inggris dan Irlandia pada Rabu (19/8) itu menghadirkan sejumlah momen yang sebelumnya tidak diketahui umum.
Perjalanan pelatih asal Catalunya itu diabadikan sepenuhnya, mulai dari buruknya musim 2024/2025 hingga perceraiannya dengan Cristina Serra yang memengaruhi dirinya.
Dilansir dari The Athletic, salah satu bagian paling mencuri perhatian dalam dua episode awal ialah bagaimana persoalan rumah tangga Guardiola ikut memengaruhi kondisi emosionalnya.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik Jay Herdman! Pemain Baru Bali United Pernah Lawan Abdukodir Khusanov
Orang kepercayaan Guardiola, Manel Estiarte, mengungkapkan bahwa dia sampai meminta para pemain untuk lebih memahami kondisi sang pelatih.
Estiarte mengatakan Guardiola terlihat gugup, sedih, dan berbeda dari biasanya.
Estiarte kemudian memberi tahu para pemain bahwa mereka sedang melihat sisi manusiawi Guardiola yang tengah menghadapi perceraian.
Guardiola sendiri akhirnya terbuka kepada para pemain setelah Manchester City kalah dari Juventus di Allianz Stadium. Kekalahan itu menjadi kekalahan ketujuh City dalam 10 pertandingan pada musim 2024/2025.
Di ruang ganti, Guardiola mengungkapkan bahwa dirinya telah bercerai dengan Cristina Serra, perempuan yang disebutnya sebagai sosok yang sangat dicintainya.
Guardiola kemudian mengaitkan pengalaman pribadinya itu dengan sepak bola. Guardiola meminta para pemain mempertanyakan alasan mereka bermain dan menekankan pentingnya menjalani sesuatu dengan penuh gairah.
Baca Juga: Rekap Hasil Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026: Empat Wakil Indonesia Lolos ke Babak 32 Besar
“Kawan-kawan, saya ingin mengakui sesuatu. Saya benar-benar sudah bercerai dengan perempuan paling cantik di planet ini. Dia adalah istri saya, mantan istri saya, saya sangat mencintainya, tetapi kami kehilangan gairah. Karena banyak alasan, kami kehilangan gairah itu. Apakah saya mencintainya? Ya, tentu saja. Apakah dia mencintai saya? Ya, tetapi kami kehilangan gairah,” kata Pep Guardiola.
“Bagaimana kalian bermain sepak bola, apakah karena kalian dibayar? Atau karena ada sesuatu dari dalam diri kalian? Di mana gairah itu? Dalam hidup kalian, apa pun yang akan kalian lakukan, lakukanlah dengan penuh gairah. Saya tidak membutuhkan pemain-pemain yang sekadar bagus. Saya ingin pemain-pemain yang memiliki gairah,” lanjut Guardiola.
Guardiola juga terlihat tertekan dalam sejumlah adegan lain.
Baca Juga: Prediksi Vietnam Vs Timnas Malaysia di Piala AFF 2026: Sergio Aguero Pede Harimau Malaya Comeback!
Setelah Manchester City kalah 2-4 dari Paris Saint-Germain di Liga Champions, Guardiola mengaku tidak memiliki keinginan untuk makan, minum, bahkan tidur.
Manel Estiarte dan Pep Lijnders yang menjadi salah satu asistennya, juga menjelaskan bagaimana Guardiola sering menyalahkan dirinya sendiri ketika harus mencadangkan atau tidak memainkan pemain tertentu.
Erling Haaland juga tidak luput dari tuntutan tinggi Guardiola.
Baca Juga: Comeback Lawan Bali United, Persib Bandung Juara Dewata Challenge Series 2026
Dalam episode ketiga, film dokumenter itu memperlihatkan Guardiola memarahi striker asal Norwegia itu saat jeda final Piala FA di Wembley.
Guardiola mempertanyakan apakah Haaland kelelahan. Setelah mendapat jawaban tidak, Guardiola menuntut sang striker agar lebih agresif dalam memperebutkan bola dan menunjukkan kualitasnya di pertandingan final.
Guardiola bahkan mengingatkan Haaland bahwa dirinya tetap mencintai sang pemain seperti seorang ayah.
Namun, menurut Guardiola, rasa kasih sayang tersebut tidak boleh membuat seorang pemain kehilangan keinginan untuk memenangkan pertandingan.
Baca Juga: Great Eastern Women’s Run Indonesia Hadirkan Pengalaman Lari yang Sehat, Suportif, dan Berdampak
Episode terakhir juga mengungkap bagaimana proses Guardiola meninggalkan Manchester City berlangsung.
Guardiola dikabarkan sempat berencana menggelar konferensi pers untuk mengumumkan kepergiannya.
Namun, Ferran Soriano mengingatkannya bahwa pihak klub tidak ingin media eksternal menjadi pihak pertama yang memberitakan keputusan tersebut.
Baca Juga: Kabar Terbaru Skuad PSS Sleman Jelang Super League 2026/2027, Ada Pemain Masih Cedera
Dalam dokumenter, terungkap bahwa Guardiola baru memberi tahu para pemain mengenai keputusannya meninggalkan City dua hari sebelum pertandingan terakhir musim 2025/2026.
Momen emosional kemudian terlihat ketika Guardiola yang menitikan air mata saat mencoba merekam video perpisahan untuk pengumuman resmi kepergiannya.