JawaPos.com - Kedatangan Jose Mourinho di Real Madrid membawa harapan baru terhadap lini tengah Los Blancos yang dalam beberapa musim terakhir belum menemukan keseimbangan terbaik.
Mourinho dikenal menyukai struktur 4-2-3-1, dan indikasi awal menunjukkan bahwa Jude Bellingham akan mendapatkan peran sebagai gelandang serang di belakang striker. Artinya, dua pemain harus bertugas menjaga keseimbangan di belakangnya.
Dengan Aurelien Tchouameni, Federico Valverde, Eduardo Camavinga, dan Bernardo Silva sebagai pilihan utama, Mourinho memiliki beberapa kombinasi menarik.
Melansir Madrid Universal, berikut empat duet yang bisa menjadi pilihannya.
Baca Juga: Mata Jose Mourinho Tampak Lebam, Ternyata Ini Penyebabnya
1. Bernardo Silva – Tchouameni: Kontrol dan keamanan
Kombinasi Bernardo Silva dan Tchouameni menawarkan keseimbangan antara kreativitas dan perlindungan defensif.
Tchouameni dapat beroperasi lebih dalam sebagai gelandang yang menjaga area di depan dua bek tengah. Kemampuan fisik dan kecerdasannya dalam menutup ruang membuatnya cocok menjadi pemain yang memberikan kebebasan lebih kepada Bernardo.
Bernardo sendiri memang bukan gelandang bertahan tradisional. Namun, pengalaman dan kecerdasannya dalam menguasai bola memungkinkan dia turun lebih dalam ketika Madrid membangun serangan.
Duet ini berpotensi sangat efektif ketika Madrid menghadapi tim yang bermain lebih dalam dan membutuhkan kesabaran dalam membongkar pertahanan.
Kelemahannya terletak pada transisi. Ketika pertandingan berlangsung dengan tempo sangat tinggi, pasangan ini mungkin kekurangan energi untuk menutup ruang secara cepat.
Baca Juga: Jude Bellingham Ungkap Pernyataan Terkait Kerja Sama dengan Jose Mourinho di Real Madrid
2. Bernardo Silva – Valverde: Energi bertemu kreativitas
Jika Mourinho menginginkan lini tengah yang lebih agresif, Bernardo dan Valverde bisa menjadi pilihan menarik.
Valverde memiliki stamina, kecepatan, kemampuan pressing, dan disiplin untuk menjangkau area yang luas. Karakter tersebut memungkinkan Bernardo lebih bebas mengatur permainan.
Gelandang Uruguay itu juga mampu bergerak vertikal, membantu serangan, kemudian segera kembali ketika Madrid kehilangan bola.
Sementara itu, Bernardo dapat menjadi penghubung antara lini tengah dan Bellingham.
Masalahnya cukup jelas: tidak ada gelandang bertahan alami di antara keduanya.
Melawan tim-tim elite Eropa, ruang di depan lini pertahanan bisa terbuka apabila Valverde terlalu sering maju membantu serangan.
Karena itu, duet ini mungkin lebih cocok ketika Madrid ingin mendominasi permainan daripada saat Mourinho membutuhkan keamanan maksimal.
Baca Juga: Jose Mourinho Siapkan 4 Langkah untuk Real Madrid Jelang Kompetisi LaLiga 2026/27
3. Tchouameni – Valverde: Pilihan untuk pertandingan besar
Secara profil, inilah duet yang paling sesuai dengan filosofi Mourinho.
Tchouameni dapat menjadi pemain yang menjaga posisi di depan pertahanan, sementara Valverde memberikan energi, pressing, dan kemampuan membawa bola ke depan.
Keduanya juga memiliki kemampuan atletik untuk menutup area yang luas.
Dengan Tchouameni lebih disiplin di belakang, Valverde bisa mendapatkan kebebasan untuk bergerak lebih tinggi dan membantu Bellingham.
Keuntungan lainnya adalah struktur tersebut memungkinkan Mourinho memberikan kebebasan lebih kepada pemain-pemain menyerangnya.
Bellingham bisa fokus sebagai nomor 10, sementara empat pemain di depan dapat mendapatkan dukungan dari fondasi lini tengah yang lebih kokoh.
Namun, ada satu hal yang harus diperhatikan: hubungan antara Tchouameni dan Valverde setelah munculnya ketegangan di antara keduanya musim lalu.
Mourinho disebut telah berbicara dengan kedua pemain dan menuntut profesionalisme. Jika masalah tersebut benar-benar sudah selesai, duet ini berpotensi menjadi tulang punggung Madrid.
Baca Juga: Kylian Mbappe Dukung Mourinho di Real Madrid, Targetnya Juara
4. Tchouameni – Camavinga: Opsi paling defensif
Jika Mourinho ingin mengamankan lini tengah dan memprioritaskan pertahanan, Tchouameni-Camavinga menjadi pilihan yang sangat menarik.
Tchouameni bisa tetap berada di posisi yang lebih dalam, sedangkan Camavinga menggunakan energi dan kemampuan pressing-nya untuk bergerak lebih agresif.
Camavinga juga memiliki kemampuan membawa bola melewati lini pertama tekanan lawan, sehingga Madrid tetap memiliki jalan keluar ketika mendapatkan tekanan tinggi.
Kombinasi ini sangat cocok untuk pertandingan ketika Madrid harus bertahan lebih dalam atau menghadapi lawan yang memiliki lini tengah kuat.
Namun, konsekuensinya adalah kreativitas. Dengan Bellingham bermain sebagai nomor 10, Madrid akan sangat bergantung kepada pemain sayap dan bek sayap untuk menciptakan koneksi menuju lini depan.
Mana yang paling cocok untuk Mourinho?
Jika melihat karakter Mourinho, Tchouameni-Valverde kemungkinan menjadi pilihan paling ideal, terutama untuk pertandingan besar.
Tchouameni memberikan perlindungan, sedangkan Valverde menyediakan energi dan kemampuan membawa bola. Keduanya juga cukup fleksibel untuk membantu Madrid ketika menyerang maupun bertahan.
Sementara itu, Bernardo-Tchouameni bisa menjadi opsi ketika Madrid membutuhkan kontrol permainan, sedangkan Tchouameni-Camavinga merupakan pilihan ketika Mourinho ingin bermain lebih konservatif.
Yang menarik adalah bagaimana Mourinho akan menyeimbangkan lini tengah tersebut dengan Bellingham sebagai nomor 10.
Jika berhasil, Madrid bisa memiliki struktur 4-2-3-1 yang sangat sesuai dengan karakter Mourinho: dua gelandang menjaga keseimbangan, Bellingham menjadi penghubung utama, sementara lini depan diberi kebebasan untuk menyerang.