JawaPos.com - Christos Tzolis mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa Arsenal tidak salah mengambil keputusan ketika mendatangkannya dari Club Brugge pada bursa transfer musim panas 2026.
Pemain asal Yunani tersebut langsung mencuri perhatian setelah tampil apik dalam rangkaian pramusim Arsenal. Performa positif itu berlanjut ketika The Gunners menghadapi Manchester City dalam Community Shield, Minggu (16/8/2026).
Arsenal menang meyakinkan dengan skor 3-0. Tzolis menjadi salah satu pemain yang berperan penting dalam kemenangan tersebut setelah menyumbangkan dua assist.
Baca Juga: Guglielmo Vicario Segera Tinggalkan Tottenham, Juventus Siap Boyong Sang Kiper
Penampilan itu membuat ekspektasi terhadap Tzolis semakin tinggi. Pemain berusia 24 tahun tersebut kini berpeluang menjalani debut Premier League bersama Arsenal saat menghadapi Coventry City pada laga pembuka musim.
Menariknya, perjalanan Tzolis di sepak bola Inggris sebelumnya tidak berjalan mulus. Ia pernah memperkuat Norwich City setelah didatangkan dari PAOK pada 2021 dengan nilai transfer sekitar £9 juta.
Saat itu, Tzolis datang dengan reputasi sebagai salah satu pemain muda paling menjanjikan dari Eropa. Namun, performanya di Norwich justru jauh dari harapan.
Baca Juga: Jamie Carragher Ragukan Michael Carrick, Manchester United Dinilai Belum Siap Juara Premier League
Dalam 30 penampilan, ia hanya mampu mencetak tiga gol. Kondisi tersebut membuat Tzolis kemudian menjalani beberapa periode peminjaman sebelum akhirnya meninggalkan Norwich secara permanen.
Mantan direktur olahraga Norwich, Stuart Webber, ikut menjelaskan mengapa Tzolis kesulitan berkembang di Carrow Road. Menurutnya, masalah bukan terletak pada kualitas sang pemain.
Tzolis ketika itu bekerja di bawah tiga pelatih, yakni Daniel Farke, Dean Smith, dan David Wagner. Namun, tidak ada satu pun yang benar-benar mampu menemukan formula terbaik untuk memaksimalkan kemampuannya.
Webber menilai Tzolis merupakan pemain yang datang pada situasi kurang tepat.
Ia juga menyebut perjalanan Tzolis memiliki kemiripan dengan Viktor Gyokeres. Striker asal Swedia tersebut juga sempat kesulitan di Brighton sebelum berkembang setelah mendapatkan kesempatan bermain di tempat yang lebih sesuai.
Perubahan besar dalam karier Tzolis mulai terlihat ketika ia pindah ke Fortuna Dusseldorf. Bermain di Jerman membuatnya lebih leluasa menunjukkan kemampuan mencetak gol dan pergerakan tanpa bola.
Tzolis kemudian melanjutkan kariernya bersama Club Brugge. Di klub Belgia tersebut, ia mencetak 43 gol dalam 108 pertandingan. Catatan tersebut ikut menghidupkan kembali reputasinya sebagai penyerang sayap yang punya naluri mencetak gol.
Baca Juga: Manchester City Incar Ayyoub Bouaddi untuk Isi Posisi yang Rodri
Arsenal akhirnya melihat potensi tersebut dan membawanya kembali ke Inggris dengan mahar £34 juta.
Webber menilai Tzolis memiliki kemampuan penyelesaian akhir yang menjadi salah satu keunggulan utamanya. Meski tidak dikenal sebagai pemain dengan kecepatan luar biasa, ia punya pergerakan yang baik dan naluri seorang striker.
Kondisi tersebut membuat Arsenal bisa menjadi tempat yang tepat bagi Tzolis untuk membuktikan dirinya di Premier League.
Baca Juga: Lazio Dipermalukan Mantova dan Tersingkir dari Coppa Italia, Gattuso Mulai Tertekan
Jika mampu mempertahankan performanya seperti saat menghadapi Manchester City, transfer £34 juta tersebut berpotensi menjadi investasi yang menguntungkan bagi Arsenal.
Tzolis kini memiliki kesempatan kedua di Inggris. Bedanya, kali ini ia datang dengan pengalaman yang lebih matang dan berada di klub yang memiliki kualitas skuad untuk membantunya berkembang.