← Beranda
Mata Mourinho Lebam, Ternyata Bukan karena Berkelahi di Latihan
Andre Rizal HanafiSelasa, 18 Agustus 2026 | 05.42 WIB
José Mourinho muncul dengan mata lebam saat Real Madrid melawan Schalke. Pelatih asal Portugal itu mengungkap penyebab sebenarnya. (Dok. The Sun)

JawaPos.com – José Mourinho mencuri perhatian saat mendampingi Real Madrid menghadapi Schalke pada pertandingan pramusim di Jerman. Bukan karena taktik atau hasil pertandingan, melainkan karena pelatih asal Portugal itu terlihat mengalami memar di sekitar salah satu matanya.

Penampilan tersebut sempat memunculkan pertanyaan. Apalagi, Real Madrid memang sempat diwarnai sejumlah insiden panas di tempat latihan pada akhir musim lalu.

Antonio Rüdiger sebelumnya terlibat insiden dengan Alvaro Carreras. Tidak lama kemudian, Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni juga terlibat perselisihan yang berkembang menjadi perkelahian. Namun, seluruh kejadian tersebut berlangsung sebelum Mourinho kembali menangani Real Madrid.

Mata lebam Mourinho ternyata sama sekali tidak berkaitan dengan keributan antarpemain. Ia mengalami cedera setelah terkena bola ketika mengikuti sesi latihan Real Madrid.

"Sebuah bola mengenai wajah saya saat latihan," kata Mourinho ketika ditanya mengenai mata lebamnya, dikutip dari The Sun.

Mourinho kemudian menjelaskan bahwa kacamata yang dikenakannya turut membuat benturan tersebut meninggalkan bekas di sekitar mata.

"Kalau saya tidak memakai kacamata, mungkin hal itu tidak akan terjadi. Bisa saja kondisinya lebih buruk," ujarnya.

Meski mengalami memar, Mourinho tetap mendampingi Real Madrid dari pinggir lapangan saat menghadapi Schalke di Veltins-Arena, Minggu (16/8). Los Blancos kemudian menutup rangkaian pramusim dengan kemenangan 3-0.

Kylian Mbappe membuka keunggulan Real Madrid sebelum Dean Huijsen dan Carlos Espí menambah dua gol berikutnya. Hasil tersebut menjadi modal positif Mourinho menjelang dimulainya kompetisi resmi.

Baca Juga: Galatasaray Tawar Bruno Fernandes Rp1 Triliun, MU Tetap Bertahan

Pertandingan melawan Schalke juga menjadi kesempatan bagi sejumlah pemain yang baru bergabung untuk mendapatkan menit bermain. Mourinho memberikan waktu bermain 45 menit kepada Mbappe dan Ibrahima Konate, sementara Jude Bellingham, Marc Cucurella, dan Yan Diomande masing-masing bermain selama 30 menit.

Kondisi fisik pemain menjadi salah satu perhatian Mourinho. Tidak semua anggota skuad memulai pramusim pada waktu yang sama sehingga tingkat kebugaran mereka masih berbeda.

Mourinho menyebut pemain yang sudah mengikuti latihan sejak hari pertama telah menjalani sekitar 30 sesi latihan dan enam pertandingan. Sementara pemain yang baru bergabung baru mengikuti tiga atau empat sesi latihan.

"Positive as a team and positive individually. There are players who joined later and still don’t have the same intensity as those who started on the first day. Those who started on the first day have had 30 training sessions and 6 matches. Those who joined now have had three or four training sessions. Obviously, there is a difference in rhythm, intensity, and endurance," kata Mourinho seperti dikutip dari laman resmi Real Madrid.

Karena itu, Mourinho masih memiliki pekerjaan rumah untuk menyatukan seluruh pemain. Ia menilai secara taktik ide permainan Madrid mulai menyatu, tetapi perbedaan ritme dan kondisi fisik masih harus diperhatikan.

Di tengah proses tersebut, Mourinho mendapat tekanan besar pada periode keduanya sebagai pelatih Real Madrid. Ia ditunjuk kembali pada Juni lalu dengan kontrak hingga 2029 setelah Los Blancos melewati musim sebelumnya tanpa gelar LaLiga dan Barcelona keluar sebagai juara.

Kemenangan atas Schalke menjadi penutup positif pramusim Real Madrid. Namun, tantangan sebenarnya segera dimulai ketika Mourinho harus membawa skuad yang belum sepenuhnya memiliki ritme sama memasuki kompetisi resmi musim 2026/2027.

EDITOR: Hendra