JawaPos.com — Pisa akan menjamu Empoli pada putaran pertama Coppa Italia, Minggu, dalam duel dua klub Tuscany yang sama-sama memburu kebangkitan di Serie B setelah musim lalu gagal memenuhi target.
Empoli diprediksi mampu menahan Pisa 1-1 selama 90 menit sebelum memenangkan adu penalti dan melaju ke putaran berikutnya.
Mengapa Pisa dan Empoli Sama-sama Mengincar Kebangkitan?
Pisa memasuki Coppa Italia setelah terdegradasi dari Serie A sebagai juru kunci musim lalu, sekaligus mengakhiri perjalanan mereka di kasta tertinggi dengan catatan sangat buruk.
Mereka kalah dalam sembilan pertandingan terakhir, kebobolan 22 gol, dan hanya mengoleksi 18 poin dari 37 pertandingan, termasuk cuma empat poin yang didapat sepanjang Februari hingga Mei.
Catatan tersebut menggambarkan betapa beratnya pekerjaan Paolo Bianco setelah menggantikan Oscar Hiljemark yang gagal mengangkat performa tim sejak ditunjuk di tengah musim.
Bianco kini dipercaya memimpin misi kembali ke Serie A setelah membawa Monza promosi melalui play-off Serie B musim lalu.
Persiapan Pisa menuju laga resmi terbilang cukup meyakinkan karena mereka meraih dua kemenangan dan satu kekalahan dalam empat pertandingan persahabatan musim panas.
Baca Juga: Bologna Tantang Milan di Final Coppa Italia Pasca Menang 2-1 Atas Empoli
Salah satu hasil paling menarik datang ketika Pisa menang 4-1 atas Bologna, sehingga Bianco memiliki modal positif sebelum pertandingan pembuka liga melawan Padova pekan depan.
Bagi Pisa, laga Coppa Italia juga menjadi kesempatan menguji pemain baru sebelum kompetisi liga dimulai.
Hasil melawan Empoli bisa memberi gambaran awal mengenai kemampuan skuad beradaptasi dengan pendekatan Bianco setelah perubahan besar pada musim panas.
Baca Juga: Jay Idzes Kecewa Gagal Menang Lawan Empoli, Tapi Janji Selamatkan Venezia dari Degradasi
Dari sisi target musim, kedua tim memiliki alasan untuk tidak mengambil risiko berlebihan dalam laga piala.
Pisa ingin segera kembali ke Serie A setelah hanya semusim berada di kasta tertinggi, sedangkan Empoli harus memperbaiki posisi setelah musim lalu nyaris terseret ke zona degradasi Serie B.
Bagaimana Performa Empoli Menjelang Duel?
Empoli juga datang dengan ambisi besar setelah musim lalu hanya finis di posisi ke-15 Serie B, beberapa angka di atas zona degradasi.
Catatan tersebut cukup mengecewakan bagi klub yang sebelumnya sempat tampil di semifinal Coppa Italia 2024 sebelum disingkirkan Bologna dengan agregat 5-1.
Baca Juga: Bologna Berpeluang ke Final Piala Italia Setelah Kalahkan Empoli 3-0
Perjalanan Empoli di Coppa Italia musim lalu juga berakhir lebih cepat setelah mereka disingkirkan Genoa pada putaran kedua.
Kini Guido Pagliuca kembali menangani Azzurri dan harus segera membangun kepercayaan diri skuad sebelum pertandingan pembuka Serie B melawan Cremonese.
Dalam rangkaian laga pemanasan, Empoli sempat meraih dua kemenangan beruntun sebelum bermain imbang 1-1 melawan Spezia dan Livorno.
Hasil tersebut memperlihatkan tim masih mencari bentuk terbaik, tetapi pengalaman Pagliuca dan rivalitas regional dengan Pisa bisa membuat pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal.
Empoli juga perlu memperhatikan efektivitas serangan karena Stiven Shpendi, pencetak gol terbanyak musim lalu, kemungkinan tidak tersedia.
Kondisi itu membuat Filippo Distefano berpeluang langsung memikul tanggung jawab besar dalam debut kompetitifnya bersama tim.
Pertandingan ini juga menjadi ujian awal bagi para pemain baru yang dibawa masing-masing klub.
Jika laga berlangsung rapat, kemampuan menjaga konsentrasi hingga menit terakhir akan lebih penting daripada sekadar menguasai bola atau menciptakan banyak peluang.
Siapa Pemain yang Absen dan Bagaimana Susunan Tim?
Pisa masih mengandalkan kapten Antonio Caracciolo, tetapi komposisi skuad mengalami perubahan besar pada musim panas setelah degradasi dari Serie A.
Rafiu Durosinmi menjadi salah satu pemain yang pergi setelah pindah ke Genk dengan nilai transfer rekor klub, sementara Bianco mendapat tambahan tenaga melalui Tommaso Marras, Simone Zanon, Giuseppe Leone, dan Ichem Ferrah.
Baca Juga: Juventus Terpuruk, Thiago Motta Marah Besar Usai Kekalahan Memalukan dari Empoli di Coppa Italia
Pisa tetap harus menghadapi masalah cedera karena Nicholas Bonfanti dan Matheus Lusuardi dipastikan absen akibat cedera lutut serius.
Di sisi lain, Empoli kemungkinan kehilangan Bohdan Popov dan Stiven Shpendi, yang menjadi pencetak gol terbanyak klub musim lalu serta tidak tampil dalam laga uji coba kontra Livorno.
Tanpa Shpendi, Filippo Distefano berpeluang menjalani debut kompetitif sebagai ujung tombak Empoli.
Pagliuca juga diperkirakan menggunakan pola 3-5-2 atau 3-4-1-2, sedangkan Pisa berpotensi tampil dengan kombinasi pemain seperti Semper, Zanon, Canestrelli, Caracciolo, Marras, Meister, dan Moreo.
Susunan Pisa diprediksi diisi Semper di bawah mistar, dengan Zanon, Canestrelli, Caracciolo, dan Angori di lini belakang.
Toure, Leone, Loyola, Marras, Meister, serta Moreo menjadi opsi untuk menjaga keseimbangan antara lini tengah dan serangan.
Baca Juga: Juventus Disingkirkan Empoli di Babak Perempat Final Coppa Italia, Thiago Motta: Saya Malu!
Di kubu Empoli, Perisan diperkirakan menjadi penjaga gawang dengan Curto, Romagnoli, dan Tosto sebagai tiga pemain belakang. Cauz, Yepes, Magnino, Ceesay, serta Saporiti dapat menopang Bianchi dan Distefano di lini depan.
Apakah Empoli Bisa Menang Lewat Adu Penalti?
Duel Pisa vs Empoli berpotensi berjalan seimbang karena kedua tim memiliki prioritas utama mengejar promosi, bukan melangkah sejauh mungkin di Coppa Italia.
Situasi tersebut dapat membuat kedua pelatih lebih berhati-hati, terutama jika pertandingan tetap imbang hingga memasuki fase akhir waktu normal.
Pisa memang memiliki keuntungan bermain di kandang, tetapi beban psikologis setelah sembilan kekalahan beruntun pada akhir musim lalu masih bisa menjadi faktor.
Empoli pun belum menunjukkan konsistensi penuh, namun pengalaman menghadapi pertandingan ketat dapat membantu Azzurri bertahan hingga adu penalti.
Baca Juga: Jadwal Lengkap Babak 8 Besar Coppa Italia 2024/25: Inter Milan vs Lazio, Juventus vs Empoli
Faktor lain yang membuat laga berpotensi ketat adalah status kedua klub sebagai rival regional dari Tuscany.
Pertemuan semacam ini biasanya menghadirkan intensitas tinggi, sehingga margin kesalahan kecil dapat menentukan hasil akhir sekaligus tiket menuju putaran berikutnya.
Jika pertandingan berlanjut ke adu penalti, faktor mental akan semakin menentukan karena kesalahan satu penendang bisa langsung mengubah arah pertandingan.
Empoli diprediksi lebih siap menghadapi skenario tersebut, terutama jika mereka mampu menjaga permainan tetap terkendali hingga peluit akhir.
Dengan kondisi tersebut, pertandingan diperkirakan tidak menghasilkan banyak gol dalam 90 menit.
Prediksi skor Pisa vs Empoli adalah 1-1, kemudian Empoli menang lewat adu penalti dan berhak menghadapi pemenang duel Benevento atau Fiorentina pada putaran berikutnya.