← Beranda
Transfer Zion Suzuki ke Juventus Terancam Batal, PSG Belum Putuskan Masa Depan Chevalier
Andre Rizal HanafiSabtu, 15 Agustus 2026 | 20.06 WIB
Zion Suzuki. (Instagram @zionsuzuki)

 

JawaPos.com - Rencana Juventus mendapatkan Zion Suzuki belum sepenuhnya aman.

Bianconeri masih berharap bisa membawa kiper asal Jepang tersebut ke Turin dengan status pinjaman, tetapi keputusan Paris Saint-Germain (PSG) mengenai masa depan Lucas Chevalier membuat situasi kembali berubah.

Juventus sebelumnya berada dalam posisi cukup nyaman untuk mengamankan Suzuki.

Baca Juga: Pemain Liverpool Curtis Jones Dilirik Inter Milan, Fleksibilitasnya Bisa Jadi Senjata

Kiper yang kini masih tercatat sebagai pemain Parma itu disebut segera bergabung dengan PSG setelah klub asal Paris tersebut mencapai kesepakatan transfer dengan Parma.

PSG kabarnya harus mengeluarkan dana sekitar 35 juta euro untuk mendapatkan Suzuki. Setelah transfer tersebut rampung, Juventus berharap bisa memanfaatkan situasi dengan meminjam sang penjaga gawang untuk musim mendatang.

Skema itu sempat terlihat masuk akal. PSG sudah memiliki Matvey Safonov sebagai opsi utama di bawah mistar.

Baca Juga: Enam Pemain Persija Jakarta Dapat Latihan Khusus di TC Thailand, Termasuk Rizky Ridho 

Sementara itu, Suzuki membutuhkan menit bermain untuk terus berkembang setelah menunjukkan kemampuan menjanjikan bersama Jepang.

Namun, situasi berubah karena Chevalier. Kiper asal Prancis tersebut ternyata belum menyerah untuk mendapatkan kembali posisinya di PSG.

Chevalier ingin bertahan di Paris dan membuktikan kepada pelatih Luis Enrique bahwa dirinya masih pantas menjadi penjaga gawang utama.

Keinginan Chevalier tersebut membuat PSG harus kembali memikirkan komposisi mereka di posisi kiper.

Sebelumnya, klub sudah memiliki rencana yang cukup jelas dengan Suzuki. Akan tetapi, perkembangan terbaru membuat masa depan sang pemain Jepang kembali sulit diprediksi.

Chevalier didatangkan PSG dari Lille dengan nilai transfer sekitar 55 juta euro. Dia datang dengan harapan menjadi penerus Gianluigi Donnarumma yang kemudian meninggalkan Paris dan bergabung dengan Manchester City.

Baca Juga: Antonela Roccuzzo Dampingi Lionel Messi di Tengah Masa Berkabung

Transfer tersebut membuat Chevalier memiliki ekspektasi besar.

Dia diharapkan mampu mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Donnarumma, salah satu pemain penting dalam perjalanan PSG meraih gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.

Akan tetapi, persaingan di bawah mistar PSG ternyata tidak berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: 14 Pemain Absen, Persib Bandung Siapkan Strategi Hadapi Sabah FC di Bali

Sejak Desember, Safonov mulai mendapatkan kepercayaan lebih besar dari Luis Enrique. Kiper asal Rusia tersebut perlahan mengambil alih posisi utama dan membuat Chevalier kehilangan tempatnya.

Situasi itu tentu tidak mudah bagi Chevalier. Apalagi, dirinya baru saja bergabung dengan PSG dengan harga yang tidak kecil.

Meski demikian, Chevalier tidak memilih untuk mencari klub baru. Dia menyampaikan kepada manajemen PSG ingin bertahan.

Baca Juga: Persib Bandung dan bank bjb Kembali Berkolaborasi, Siap Bangun Cerita Baru di Musim 2026/27

Tujuannya jelas. Chevalier ingin kembali mendapatkan kepercayaan Luis Enrique dan memperjuangkan tempatnya sebagai kiper utama.

Keputusan tersebut kini ikut memengaruhi rencana Juventus. Bagi Juventus, Suzuki memang menjadi salah satu opsi menarik untuk memperkuat sektor penjaga gawang.

Kiper berusia 24 tahun itu sudah memiliki pengalaman bermain di Eropa bersama Parma dan juga menjadi bagian penting dari tim nasional Jepang.

Penampilannya bersama Jepang di Piala Dunia 2026 semakin memperkuat reputasinya. Suzuki mampu menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar kiper muda yang memiliki potensi, tetapi juga bisa tampil dalam pertandingan dengan tekanan besar.

Baca Juga: Marc Klok Langsung Gaspol Bersama Persib di TC Bali Jelang Musim Baru Super league

Karena itu, ketertarikan PSG terhadap Suzuki sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. PSG melihat Suzuki sebagai investasi untuk masa depan. 

Namun, jika Chevalier memutuskan bertahan dan PSG tetap mempertahankan Safonov, klub harus menentukan bagaimana membagi peran di antara para penjaga gawang tersebut.

Situasi tersebut membuka kemungkinan Suzuki dipinjamkan.

Baca Juga: Borneo FC Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Fase Grup AFC Challenge League 2026/2027

Juventus kemudian muncul sebagai tujuan yang menarik. Bianconeri membutuhkan opsi di bawah mistar dan melihat Suzuki sebagai pemain yang bisa memberikan persaingan sekaligus menjadi investasi jangka menengah

Namun, rencana tersebut kini belum bisa dianggap selesai. PSG disebut masih membuka berbagai kemungkinan mengenai masa depan Chevalier.

Jika kiper Prancis tersebut bertahan, peluang Suzuki dipinjamkan ke Juventus tetap terbuka.

Baca Juga: Persik Kediri Hadapi Wakil Kamboja di Malaka, Marcos Reina Tegaskan Target Menang

Sebaliknya, jika PSG memutuskan melepas atau meminjamkan Chevalier, situasinya bisa berubah cukup drastis.

Suzuki mungkin saja dipertahankan di Paris untuk menjadi bagian dari persaingan dengan Safonov. Kondisi tersebut jelas tidak ideal bagi Juventus yang berharap bisa mendapatkan sang kiper untuk musim baru.

Inilah alasan mengapa Juventus kini harus menunggu keputusan PSG. Bianconeri sebelumnya sudah melihat peluang mendapatkan Suzuki sebagai sebuah kesempatan yang cukup realistis. 

Akan tetapi, keputusan PSG mengenai Chevalier membuat proses tersebut kembali berada dalam ketidakpastian.

Baca Juga: Oscar Bruzon Bawa Filosofi Baru ke BhayangkaraFC, Persaingan Super League Makin Ketat

Menariknya, Chevalier sendiri sebenarnya masih memiliki alasan kuat untuk bertahan.
Dia sudah mengetahui lingkungan PSG, memahami tuntutan klub besar, dan memiliki pengalaman bersaing di level tertinggi sepak bola Prancis. 

Setelah didatangkan dengan harga 55 juta euro, PSG harus mempertimbangkan kembali keputusan mereka apabila ingin melepasnya.

Di sisi lain, Suzuki datang dengan profil yang berbeda. Kiper Jepang itu masih berada dalam fase perkembangan karir.

Baca Juga: Resmi Gabung Fenerbahce, Romelu Lukaku Tulis Pesan Perpisahan untuk Napoli

Usianya lebih muda dan pengalaman bermain di kompetisi Eropa juga terus bertambah. PSG bisa saja melihat Suzuki sebagai proyek jangka panjang yang nantinya diproyeksikan menjadi kiper utama.

Namun, jika tujuan utama PSG adalah mengembangkan Suzuki, peminjaman ke Juventus bisa menjadi pilihan yang masuk akal.

Bermain di klub sebesar Juventus tentu akan memberikan pengalaman berbeda bagi Suzuki.

Baca Juga: Stjepan Loncar Nikmati Tempaan Fisik Bersama Persija selama TC di Thailand

Dia akan menghadapi tekanan besar, persaingan ketat, serta tuntutan untuk tampil konsisten di setiap pertandingan.

Bagi Juventus, keberadaan Suzuki juga bisa memberikan tambahan kualitas sekaligus opsi untuk masa depan.

Meski begitu, persoalan utama saat ini bukan lagi mengenai kemampuan Suzuki. Hambatannya justru terletak pada keputusan PSG terhadap Chevalier.

Situasi tersebut membuat transfer yang sebelumnya terlihat hampir berjalan sesuai rencana kini kembali menjadi lebih rumit.

Baca Juga: Kalah 1-2 di Uji Coba Pramusim, Pelatih Bali United Lakukan Evaluasi Jelang Bertemu Persib

Juventus masih berharap kesepakatan tersebut dapat terealisasi. Klub asal Turin itu tidak memiliki alasan untuk menghentikan upaya mendapatkan Suzuki selama PSG belum mengambil keputusan final.

Namun, mereka juga harus menyiapkan langkah alternatif. Jika PSG akhirnya memilih mempertahankan Suzuki, Juventus harus mencari opsi lain untuk posisi penjaga gawang.

Klub tidak bisa terlalu lama menunggu karena persiapan musim baru terus berjalan dan kebutuhan untuk melengkapi skuad semakin mendesak.

Baca Juga: Ikhwan Ali Tanamal Sebut TC Bersama Persib Bandung Sebagai Momen Berharga

Di sisi lain, PSG juga harus segera menentukan arah mereka. Memiliki beberapa kiper berkualitas memang menjadi keuntungan, tetapi terlalu banyak pemain di satu posisi juga bisa menimbulkan persoalan. Setiap kiper membutuhkan menit bermain dan kejelasan mengenai perannya.

Safonov sudah mendapatkan kepercayaan Luis Enrique sejak musim lalu. Chevalier ingin kembali menjadi pilihan utama, sedangkan Suzuki baru akan bergabung dari Parma.

Ketiganya tentu memiliki ambisi masing-masing. Karena itu, keputusan PSG tidak hanya menentukan masa depan Suzuki, tetapi juga akan memengaruhi karier Chevalier dan Safonov.

Baca Juga: Srikandi Merdeka Cup 2026, Ukur Kemampuan dan Pengalaman Timnas Putri Indonesia

Untuk Juventus, perkembangan ini menjadi pengingat bahwa transfer sepak bola bisa berubah dalam waktu singkat.

Kesepakatan dengan Parma memang disebut sudah tercapai dengan nilai sekitar 35 juta euro. Namun, kepindahan Suzuki ke PSG belum otomatis membuatnya menjadi pemain Juventus melalui skema pinjaman.

Masih ada beberapa hal yang harus diselesaikan di Paris. Jika Chevalier bertahan dan PSG tetap ingin memberikan kesempatan kepadanya, Suzuki berpeluang dipinjamkan.

Dalam skenario tersebut, Juventus kembali menjadi kandidat kuat untuk mendapatkan jasanya.

Baca Juga: Marselino Fokus Jalani Pemulihan dari Operasi Lutut yang Dibantu PSSI

Namun, jika PSG mengubah rencana dan melepas Chevalier, Suzuki bisa saja dipertahankan untuk memperkuat persaingan dengan Safonov.

Kondisi tersebut membuat Juventus belum bisa bernapas lega. 

Bagi Suzuki sendiri, perkembangan ini juga menjadi bagian penting dalam menentukan langkah berikutnya. Bergabung dengan PSG merupakan lompatan besar dalam karirnya.

Baca Juga: Hasil liga Conference: Maarten Paes Starter, Ajax Lolos Babak Playoff 

Namun, mendapatkan menit bermain secara rutin juga sangat penting bagi perkembangan seorang kiper.

Peminjaman ke Juventus bisa menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman di lingkungan baru sekaligus menghadapi tekanan sepak bola Italia.

Serie A memiliki karakter permainan yang sangat berbeda dibandingkan kompetisi lain. Kiper dituntut memiliki kemampuan membaca permainan, mengatur lini belakang, serta tetap tenang ketika menghadapi situasi sulit.

Baca Juga: Real Madrid Mulai Susun Rencana, Erling Haaland Berpotensi Tinggalkan Manchester City pada 2027

Jika Suzuki benar-benar bergabung dengan Juventus, dia akan mendapatkan tantangan besar.

Namun, untuk saat ini semua kemungkinan tersebut masih menunggu keputusan PSG.

Juventus tidak bisa melakukan banyak hal selain menunggu perkembangan di Paris. Mereka sudah menunjukkan ketertarikan dan berharap skema peminjaman dapat berjalan setelah Suzuki resmi menjadi pemain PSG.

Sementara itu, PSG harus menentukan prioritas mereka di posisi penjaga gawang.

Baca Juga: Bek Manchester United Noussair Mazraoui Komentari Performa Youri Tielemans dan Andrey Santos

Apakah mereka akan memberikan kesempatan kedua kepada Chevalier? Apakah Safonov tetap menjadi pilihan utama? Atau justru Suzuki akan mendapatkan kesempatan lebih cepat dari yang diperkirakan?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut akan menentukan apakah Suzuki akhirnya benar-benar menuju Turin.

Yang jelas, transfer sang kiper Jepang ke Juventus belum sepenuhnya batal. Peluang masih terbuka, tetapi situasinya tidak lagi sesederhana beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Sampaikan Pesan Duka untuk Messi

Juventus masih berharap Suzuki bisa menjadi bagian dari skuad mereka. Namun, sebelum kesepakatan itu terwujud, Bianconeri harus menunggu PSG menyelesaikan persoalan internal mereka.

Drama di posisi penjaga gawang PSG akhirnya ikut menentukan langkah Juventus di bursa transfer.

Bagi klub Turin tersebut, waktu kini menjadi faktor penting. Mereka membutuhkan kepastian agar bisa menyusun skuad dengan lebih jelas sebelum musim baru berjalan.

Baca Juga: Haaland Sindir Elliot Anderson di Instagram, Dua Kata Ini Bikin Fans Manchester City Ikut Tertawa

Sementara bagi Suzuki, keputusan PSG akan menentukan apakah dirinya langsung mencari tantangan baru melalui Juventus atau harus lebih dulu memperjuangkan tempatnya di Paris.

Untuk sekarang, masa depan kiper Jepang tersebut masih menggantung.

Juventus menunggu. PSG masih mempertimbangkan. Dan Chevalier menjadi salah satu nama yang bisa menentukan ke mana Suzuki akan melangkah berikutnya.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah