JawaPos.com - Chelsea kembali memasuki musim baru dengan misi besar. Setelah hanya finis di posisi ke-10 Premier League 2025/26, The Blues kini berharap kedatangan Xabi Alonso bisa menjadi awal kebangkitan seperti yang pernah dilakukan Antonio Conte satu dekade lalu.
"Situasinya nyaris serupa. Chelsea juga finis di posisi ke-10 pada musim 2015/16. Namun, hanya setahun berselang, mereka mampu mengangkat trofi Premier League di bawah Conte," tulis laporan BBC.
Kini, Chelsea ingin mengulang cerita tersebut. Bedanya, Alonso yang mendapat tugas mengubah situasi di Stamford Bridge.
Musim lalu memang berjalan jauh dari harapan. Chelsea hanya mengoleksi 50 poin, sama seperti yang mereka raih pada musim 2015/16. Namun, posisi di klasemen tidak sepenuhnya menggambarkan performa permainan mereka.
Berdasarkan data expected goals (xG), Chelsea termasuk salah satu tim paling dominan di Premier League. Mereka berada di posisi keempat dalam hal performa berdasarkan peluang yang diciptakan.
Masalah terbesar justru muncul ketika peluang tersebut harus dikonversi menjadi gol. Berdasarkan xG, Chelsea seharusnya mampu mencetak sekitar 66 gol. Kenyataannya, mereka hanya menghasilkan 58 gol.
Krisis penyelesaian akhir itu mencapai titik terburuk pada Maret dan April. Chelsea menelan lima kekalahan beruntun di liga tanpa mencetak satu gol pun.
Ironisnya, dalam periode tersebut Chelsea tetap mampu menciptakan peluang. Mereka melepaskan 73 tembakan dengan nilai xG mencapai 5,5.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan rumah utama Chelsea bukan sekadar menciptakan peluang. Mereka juga harus menemukan cara agar dominasi permainan bisa berujung pada gol.
Alonso kini mendapat kesempatan untuk memperbaiki persoalan tersebut. Pelatih asal Spanyol itu membawa pengalaman mengubah situasi sulit ketika menangani Bayer Leverkusen.
Alonso datang ke Leverkusen pada Oktober 2022 ketika klub tersebut berada di zona degradasi. Pada musim pertamanya, dia membawa Leverkusen bangkit hingga finis di posisi keenam.
Semusim kemudian, perubahan itu mencapai level yang jauh lebih tinggi. Leverkusen mengamankan gelar Bundesliga untuk pertama kalinya dalam sejarah klub dan menyelesaikan musim tanpa kekalahan.