← Beranda
Xavi dan Perjalanan Filosofi Belanda yang Bangkit di Barcelona
Andre Rizal HanafiSabtu, 15 Agustus 2026 | 02.20 WIB
Xavi Hernandez (Bein Sports)

 

JawaPos.com - Sepak bola Belanda kembali memiliki hubungan dengan Barcelona. Penunjukan Xavi Hernandez sebagai pelatih Timnas Belanda membuat filosofi permainan Tiki Taka Barcelona yang berkembang dari Negeri Kincir Angin seperti kembali ke tempat asalnya.

Xavi merupakan salah satu sosok yang tumbuh dalam lingkungan sepak bola Barcelona. Sebagai mantan pemain sekaligus pelatih klub Catalunya tersebut, ia tentu sangat dekat dengan gaya bermain yang selama bertahun-tahun menjadi identitas permainan Barcelona.

Hubungan itu tidak bisa dilepaskan dari Johan Cruyff. Legenda sepak bola Belanda tersebut menjadi salah satu tokoh penting yang membawa gagasan Total Football ke Barcelona ketika mulai menangani klub itu pada era 1980-an.

Baca Juga: Xavi Hernandez Ungkap Ikatan Khusus dengan Belanda Usai Dipercaya Gantikan Ronald Koeman

Cruyff kemudian memberikan pengaruh besar terhadap cara bermain Barcelona. Penguasaan bola, pergerakan tanpa bola, keberanian memainkan bola dari belakang, serta permainan menyerang menjadi bagian penting dari identitas klub.

Filosofi tersebut tidak berhenti pada era Cruyff. Generasi setelahnya ikut mengembangkan gagasan yang sama dengan pendekatan masing-masing.

Pep Guardiola menjadi salah satu contoh paling sukses. Mantan pemain Barcelona itu kemudian membawa prinsip permainan yang dipelajarinya ke level yang lebih tinggi ketika menjadi pelatih.

Baca Juga: Xavi Hernandez Resmi Latih Timnas Belanda, Ditarget Lolos Euro 2028 dan Piala Dunia 2030

Xavi juga berada dalam jalur yang sama. Sebagai pemain, ia menjadi bagian penting dari Barcelona yang mengandalkan penguasaan bola. Setelah pensiun, Xavi kemudian mencoba menerapkan pemikirannya sebagai pelatih.

Kini, perjalanan tersebut membawanya ke Belanda.

Penunjukan Xavi menjadi menarik karena Timnas Belanda sendiri memiliki sejarah panjang dengan sepak bola menyerang. Nama Rinus Michels dan Johan Cruyff merupakan bagian penting dari sejarah perkembangan Total Football yang kemudian dikenal luas di dunia.

Meski begitu, Xavi tidak bisa hanya mengandalkan filosofi lama. Sepak bola terus berubah dan tuntutan terhadap seorang pelatih tim nasional juga semakin kompleks.

Xavi harus mampu menyesuaikan prinsip permainan dengan karakter pemain yang tersedia. Ia juga dituntut menemukan keseimbangan antara penguasaan bola, intensitas pressing, organisasi pertahanan, dan efektivitas di depan gawang.

Jika berhasil, Xavi berpeluang membuat cerita menarik bersama Oranje. Filosofi yang dahulu bergerak dari Belanda menuju Barcelona kini seolah melakukan perjalanan pulang.

Dari Michels dan Cruyff, berkembang di Barcelona, diteruskan oleh generasi seperti Guardiola dan Xavi, lalu kembali ke Belanda.

Bukan sekadar pergantian pelatih, kedatangan Xavi juga membawa sebuah cerita panjang tentang bagaimana sebuah filosofi sepak bola bisa melintasi negara dan generasi.

EDITOR: Edi Yulianto