JawaPos.com – Unai Emery kembali menghadapi urusan yang belum terselesaikan di Piala Super UEFA meskipun telah mendominasi Liga Europa dengan pencapaian yang jarang disamai manajer lain.
Dilansir dari laman Bein Sports pada Kamis (13/8), Pelatih asal Spanyol itu telah meraih lima gelar Liga Europa bersama tiga klub berbeda, tetapi seluruh empat penampilannya di Piala Super UEFA berakhir dengan kekalahan.
Kekalahan terbaru Aston Villa 1-2 dari Paris Saint-Germain pada 2026 memperpanjang catatan tersebut sekaligus menegaskan bahwa Piala Super UEFA masih menjadi satu-satunya panggung Eropa yang belum berhasil ditaklukkannya.
Kisah tersebut bermula pada 2014 ketika Sevilla asuhan Emery menghadapi Real Madrid setelah menjuarai Liga Europa dan harus mengakui keunggulan lawannya dengan skor 0-2 di Cardiff.
Setahun kemudian, Emery kembali membawa Sevilla ke Piala Super UEFA dan sempat bangkit dari ketertinggalan 1-4 melawan Barcelona, tetapi akhirnya kalah 4-5 setelah pertandingan berlangsung dramatis hingga perpanjangan waktu.
Kesempatan ketiga datang pada 2021 bersama Villarreal setelah menjuarai Liga Europa, tetapi Chelsea kembali menggagalkan ambisinya melalui kemenangan 6-5 dalam adu penalti setelah pertandingan berakhir 1-1.
Aston Villa kemudian menjadi kesempatan keempat bagi Emery untuk mengakhiri kutukan tersebut setelah keberhasilannya kembali membawa klub Inggris itu menjuarai kompetisi Eropa pada 2026.
Namun, Paris Saint-Germain asuhan Luis Enrique kembali menjadi penghalang setelah Khvicha Kvaratskhelia dan Désiré Doué mencetak gol untuk memastikan kemenangan 2-1, sementara Brian Madjo hanya mampu memperkecil ketertinggalan Villa.
Dengan demikian, Emery mencatat empat kekalahan dari empat Piala Super UEFA yang diikutinya, masing-masing menghadapi Real Madrid, Barcelona, Chelsea, dan Paris Saint-Germain, sehingga trofi tersebut tetap menjadi urusan yang belum terselesaikan dalam kariernya yang gemilang di Eropa.
***