JawaPos.com — Paris Saint-Germain (PSG) menghadapi Aston Villa pada Piala Super Eropa 2026 di Stadion Salzburg, Austria, Kamis (13/8/2026) pukul 02.00 WIB.
PSG datang sebagai juara Liga Champions, sedangkan Aston Villa berstatus kampiun Liga Europa, membuat duel ini menjadi panggung bagi Luis Enrique dan Unai Emery untuk mengejar sejarah baru.
Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Jadwal dan Link Live Streaming PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026
PSG Berpeluang Cetak Sejarah
Piala Super Eropa 2026 menjadi edisi ke-50 kompetisi tersebut, sekaligus kesempatan PSG mencatat sejarah sebagai tim Prancis pertama yang mengangkat trofi.
Paris Saint-Germain lolos setelah menjuarai Liga Champions, sementara Aston Villa mendapatkan tiket usai menjadi juara Liga Europa.
Duel di Stadion Salzburg, Austria, tersebut mempertemukan dua kampiun kompetisi Eropa dalam satu pertandingan.
Selain memperebutkan trofi, PSG juga punya peluang menciptakan catatan baru untuk sepak bola Prancis di ajang yang sudah memasuki edisi ke-50.
Status PSG sebagai wakil Prancis membuat pertandingan ini memiliki arti khusus.
Jika mampu mengalahkan Aston Villa, Paris Saint-Germain akan menambah koleksi sejarah klub sekaligus membawa Prancis memiliki juara Piala Super Eropa untuk pertama kalinya.
Baca Juga: Gara-gara Spanduk Bergambar Pistol, Pemilik Nottingham Forest Gugat Crystal Palace ke Pengadilan
Luis Enrique Kejar Gelar Ketiga
Luis Enrique berpeluang meraih gelar Piala Super Eropa ketiganya sebagai pelatih saat Paris Saint-Germain menghadapi Aston Villa.
Pelatih asal Spanyol itu sebelumnya sudah dua kali memenangkan ajang ini, masing-masing bersama Barcelona pada 2015 dan PSG pada 2025.
Catatan tersebut menempatkan Enrique di antara pelatih dengan koleksi gelar Piala Super Eropa terbanyak.
Hanya dua pelatih yang berada di atasnya, yakni Pep Guardiola dengan empat gelar dan Carlo Ancelotti yang mengoleksi lima trofi.
Jika kembali membawa PSG menjadi juara pada 2026, Enrique akan menyamai catatan Guardiola dengan tiga gelar.
Kesempatan tersebut membuat duel melawan Aston Villa tidak sekadar menentukan pemenang trofi, tetapi juga membuka peluang bagi Enrique mendekati jajaran pelatih paling sukses di Piala Super Eropa.
Enrique juga bisa menorehkan prestasi bersama dua klub berbeda secara beruntun. Setelah membawa PSG juara pada 2025, dia kini berpeluang mempertahankan trofi pada edisi ke-50.
Baca Juga: Lakukan Rasisme hingga Kekerasan, 9 Suporter Arsenal Dilarang Masuk Stadion
PSG Bisa Ikuti Jejak AC Milan dan Real Madrid
Paris Saint-Germain juga berpeluang masuk dalam daftar klub yang berhasil menjuarai Piala Super Eropa secara beruntun. Sejauh ini, hanya dua tim yang pernah melakukannya dalam sejarah kompetisi tersebut.
AC Milan menjadi klub pertama yang mencatatkan prestasi itu pada 1989 dan 1990. Real Madrid kemudian menyamai pencapaian tersebut ketika memenangkan Piala Super Eropa pada 2016 dan 2017.
PSG sudah mengantongi trofi pada 2025 sehingga kemenangan atas Aston Villa akan membuat mereka menjadi klub ketiga yang berhasil mempertahankan gelar.
Rekor tersebut menjadi salah satu catatan penting yang bisa diciptakan Paris Saint-Germain di edisi ke-50.
Baca Juga: Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Aston Villa Punya Sejarah Manis
Aston Villa bukan pendatang baru di Piala Super Eropa karena klub Inggris tersebut pernah mengangkat trofi pada 1982. The Villa ketika itu mengalahkan Barcelona dengan agregat 3-1.
Empat puluh empat tahun kemudian, Aston Villa kembali tampil di Piala Super Eropa setelah menjuarai Liga Europa. Mereka kini mendapat tantangan besar dari Paris Saint-Germain yang datang dengan status juara Liga Champions.
Kemenangan pada 1982 menjadi modal sejarah bagi Aston Villa menjelang pertandingan di Stadion Salzburg.
Jika mampu mengalahkan PSG, klub Inggris itu akan menambah koleksi menjadi dua gelar Piala Super Eropa sekaligus menggagalkan ambisi PSG mempertahankan trofi.
Baca Juga: Fabrizio Romano Isyaratkan Tak Lama Lagi Tinggalkan Dunia Transfer, Ini Rencana Berikutnya
Unai Emery Masih Memburu Trofi
Pertandingan melawan PSG menjadi penampilan keempat Unai Emery di Piala Super Eropa sebagai pelatih.
Namun, tiga penampilan sebelumnya selalu berakhir sebagai runner-up bersama Sevilla pada 2014 dan 2015 serta Villarreal pada 2021.
Rekor tersebut membuat Emery memiliki motivasi besar untuk akhirnya mengangkat trofi Piala Super Eropa.
Setelah tiga kali gagal, kesempatan keempat bersama Aston Villa menjadi peluang untuk mengakhiri catatan buruk tersebut.
Emery juga membawa pengalaman menghadapi PSG karena Aston Villa pernah bertemu Paris Saint-Germain di perempat final Liga Champions musim 2024/2025.
PSG keluar sebagai pemenang dengan agregat 5-4 dalam duel yang berlangsung ketat.
PSG dan Aston Villa Sudah Saling Mengalahkan
Pertemuan di Piala Super Eropa 2026 bukan kali pertama PSG dan Aston Villa berhadapan di kompetisi Eropa. Kedua tim sebelumnya bertemu di perempat final Liga Champions musim 2024/2025.
Paris Saint-Germain berhasil menyingkirkan Aston Villa dengan agregat 5-4. Kini, kedua klub kembali bertemu dengan status berbeda, yakni PSG sebagai juara Liga Champions dan Aston Villa sebagai kampiun Liga Europa.
Catatan agregat 5-4 tersebut membuat PSG memiliki keunggulan dalam pertemuan terbaru kedua tim.
Namun, Aston Villa membawa sejarah juara Piala Super Eropa 1982 dan pengalaman Emery dalam kompetisi Eropa untuk menantang PSG di edisi ke-50.
Pertandingan di Stadion Salzburg pada Kamis (13/8/2026) pukul 02.00 WIB akhirnya menjadi kesempatan bagi kedua klub untuk menambah catatan sejarah.
PSG memburu gelar beruntun dan sejarah untuk Prancis, sedangkan Aston Villa mengincar trofi kedua sekaligus peluang Emery mengakhiri penantian panjangnya.