← Beranda
Gara-gara Spanduk Bergambar Pistol, Pemilik Nottingham Forest Gugat Crystal Palace ke Pengadilan
Andre Rizal HanafiRabu, 12 Agustus 2026 | 18.13 WIB
Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Perseteruan Nottingham Forest dan Crystal Palace kembali memanas. Pemilik Nottingham Forest, Evangelos Marinakis, mengambil langkah hukum dengan menggugat Crystal Palace terkait spanduk kontroversial yang muncul di Stadion Selhurst Park musim lalu.

Gugatan tersebut diajukan Marinakis ke Pengadilan Tinggi Inggris pada Senin (10/8/2026). Dalam perkara ini, CPFC Limited, perusahaan yang menaungi Crystal Palace, tercatat sebagai pihak tergugat.

Masalah bermula ketika sebuah spanduk kontroversial dibentangkan suporter Crystal Palace dalam pertandingan melawan Nottingham Forest pada Agustus tahun lalu. 

Baca Juga: Jangan Ketinggalan! Jadwal dan Link Live Streaming PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026

Dalam spanduk tersebut, Marinakis digambarkan sedang memegang pistol yang diarahkan ke kepala Morgan Gibbs-White.

Gambar tersebut berkaitan dengan saga transfer Gibbs-White yang sempat ramai. Pada musim panas sebelumnya, sang pemain direncanakan pindah dari Nottingham Forest ke Tottenham Hotspur. Namun, transfer tersebut akhirnya batal dan Gibbs-White memilih bertahan di Forest dengan menandatangani kontrak baru.

Spanduk itu tidak hanya menampilkan gambar kontroversial. Di dalamnya juga terdapat tulisan yang mengaitkan Marinakis dengan sejumlah tuduhan serius, termasuk pemerasan, pengaturan pertandingan, perdagangan narkoba, hingga korupsi.

Baca Juga: Sengketa dengan Robert Rene Alberts Selesai, Persib Bandung Bebas dari Sanksi FIFA

Marinakis selama ini membantah tuduhan-tuduhan tersebut. Kini, ia menempuh jalur hukum dengan mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Crystal Palace.

Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Inggris atau FA juga telah mengambil tindakan atas insiden tersebut. Crystal Palace didakwa pada November dan akhirnya dijatuhi denda sebesar £50.000.

Perselisihan antara Forest dan Palace sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Kedua klub juga sempat terlibat perseteruan di luar lapangan setelah Nottingham Forest mempersoalkan keikutsertaan Crystal Palace di Liga Europa.

Forest mengajukan keberatan terkait aturan UEFA mengenai kepemilikan sejumlah klub. Persoalan tersebut akhirnya membuat Nottingham Forest mengambil tempat Crystal Palace di Liga Europa, sedangkan Palace harus bermain di Conference League.

Menariknya, Crystal Palace kemudian mampu meraih trofi Conference League.
Hubungan kedua klub kembali menjadi sorotan pada musim panas ini. Pelatih Crystal Palace saat itu, Oliver Glasner, meninggalkan klub dan kemudian bergabung dengan Nottingham Forest setelah mendapat tawaran dari Marinakis.

Gugatan terbaru ini pun menambah panjang cerita perseteruan kedua klub. Namun, proses hukum tersebut belum tentu berjalan mudah bagi Marinakis.

Baca Juga: Lakukan Rasisme hingga Kekerasan, 9 Suporter Arsenal Dilarang Masuk Stadion

Daniel P. Astaire dari firma hukum Grosvenor Law menilai Marinakis harus membuktikan bahwa spanduk tersebut memiliki makna yang mencemarkan nama baiknya. Ia juga perlu menunjukkan bahwa publikasi tersebut menimbulkan kerugian serius.

Selain itu, Marinakis harus membuktikan bahwa Crystal Palace dapat dimintai pertanggungjawaban atas publikasi spanduk tersebut.

Dengan gugatan ini, persaingan Nottingham Forest dan Crystal Palace memasuki babak baru. Setelah sebelumnya bersitegang soal transfer, kompetisi Eropa, dan insiden di tribun, kedua klub kini harus berhadapan melalui proses hukum.Tagging: PremierLeague

EDITOR: Banu Adikara