← Beranda
Perseteruan Nottingham Forest dan Crystal Palace Kembali Memanas di Pengadilan Inggris
Aprillia JPSelasa, 11 Agustus 2026 | 14.57 WIB
Evangelos Marinakis gugat Crystal Palace atas dugaan pencemaran nama baik. (@evangelos.marinakis/Instagram)

 

JawaPos.com - Pemilik Nottingham Forest Evangelos Marinakis meningkatkan perseteruan dengan Crystal Palace dengan mengajukan gugatan pencemaran nama baik ke Pengadilan Tinggi Inggris.

Gugatan itu berkaitan dengan sebuah spanduk kontroversial yang dipasang suporter Crystal Palace di Selhurst Park ketika menghadapi Nottingham Forest dalam laga Premier League pada 24 Agustus 2025.

Spanduk itu menampilkan gambar yang seolah-olah menggambarkan Marinakis menodongkan senjata ke kepala Morgan Gibbs-White, pemain yang baru menandatangani kontrak baru bersama Nottingham Forest setelah menolak ketertarikan dari Tottenham Hotspur.

Baca Juga: Progress Apik Persik Kediri, Marcos Reina Pantau Perkembangan Ezra Walian dan Skuad Macan Putih

Spanduk juga memuat tulisan yang diduga bernada sindiran. Bapak Marinakis tidak terlibat dalam pemerasan, pengaturan skor pertandingan, perdagangan narkoba, ataupun korupsi. 

Tidak terima dengan tuduhan tersebut, Marinakis dan pihak klub kemudian membawa kasus itu ke Pengadilan Tinggi.

Itu bukan kali pertama Crystal Palace dijatuhi sanksi akibat spanduk suporter.

Baca Juga: Kasus Robert Rene Alberts Belum Usai! Persib Bandung Tindak Lanjuti FIFA Registration Ban

Pada Februari 2026, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menjatuhkan denda sebesar GBP 50 ribu (sekitar Rp 1,2 miliar) kepada Crystal Palace.

Klub asal London Selatan itu dinilai gagal memastikan penonton dan pendukungnya tidak melakukan tindakan yang dianggap tidak pantas, ofensif, kasar, menghina, atau provokatif dalam pertandingan.

Perselisihan antara Crystal Palace dan Nottingham Forest sebenarnya telah berkembang lebih luas sejak musim sebelumnya.

Ketegangan kedua klub meningkat setelah Crystal Palace diturunkan ke kompetisi Liga Konferensi UEFA pada 2025 akibat sengketa mengenai aturan kepemilikan multi-klub.

Situasi itu membuat Nottingham Forest mengambil tempat yang sebelumnya menjadi hak juara Piala FA 2024/2025 untuk tampil di Liga Europa.

Pemilik Crystal Palace Steve Parish kemudian menyebut Nottingham Forest turut andil atas tercoretnya klub dari Liga Konferensi.

Baca Juga: Marcos Santos Godok Mental Arema FC! Tekanan Tinggi Super League 2026/2027 Jadi Perhatian

Dalam siniar The Rest Is Football yang dipandu Gary Lineker, Parish menduga bahwa masalah itu berkaitan dengan pihak yang memiliki kepentingan untuk mengambil keuntungan dari situasi yang dialami klubnya.

Parish juga menegaskan bahwa dirinya hanya dapat mengendalikan argumen yang diajukan Palace kepada UEFA terkait persoalan tersebut.

“Saya tidak benar-benar memiliki kendali atas hal itu. Saya hanya memiliki kendali atas argumen-argumen yang kami ajukan kepada UEFA,” katanya dikutip dari The Telegraph.

Baca Juga: Infantino Dituding Rusak Kepercayaan, Tiga Konfederasi FIFA Mulai Bersatu Melawan

Perseteruan kedua klub pun semakin panas setelah pencapaian mereka di Eropa pada musim 2025/2026 terasa kontras.

Pasalnya, Crystal Palace berhasil menjuarai Conference League bersama Oliver Glasner, sedangkan Nottingham Forest hanya mampu melangkah hingga babak semifinal di Liga Europa.

Situasi semakin menarik ketika Glasner meninggalkan Crystal Palace pada akhir musim lalu setelah kontraknya habis. Marinakis pun langsung bergerak cepat menunjuk pelatih asal Austria itu sebagai pelatih baru Nottingham Forest.

Baca Juga: Aston Villa Serius Kejar Gelandang Bayern Munchen Joao Palhinha

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah