← Beranda
Infantino Dituding Rusak Kepercayaan, Tiga Konfederasi FIFA Mulai Bersatu Melawan
Andre Rizal HanafiSelasa, 11 Agustus 2026 | 12.39 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino. (@gianni_infantino/Instagram)

 

JawaPos.com - Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin besar. Tiga konfederasi sepak bola, UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), bersama-sama mengeluarkan surat terbuka yang mempertanyakan kepemimpinan FIFA.

Surat tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam konflik yang sedang berlangsung di tubuh sepak bola dunia. Ketiga konfederasi menilai persoalan yang muncul terkait proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) bukan sekadar masalah prosedur, tetapi sudah menyentuh persoalan kepercayaan dan tata kelola organisasi.

FFE merupakan rencana FIFA untuk membentuk perusahaan baru yang akan mengelola hak komersial serta tiket berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Dalam proposal tersebut, sekitar 21 persen kepentingan perusahaan akan dijual kepada investor swasta.

Baca Juga: Aston Villa Serius Kejar Gelandang Bayern Munchen Joao Palhinha

Rencana itu kemudian mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi dan akhirnya dibatalkan. UEFA menjadi salah satu pihak yang paling keras menyuarakan keberatan hingga mengancam kemungkinan memboikot kompetisi FIFA.

Dalam surat terbuka terbaru, UEFA, Concacaf, dan AFC menyebut kepemimpinan sepak bola harus dijalankan sebagai bentuk pelayanan kepada seluruh keluarga sepak bola, bukan sebagai upaya mempertahankan kekuasaan.

Meski tidak menyebut nama Infantino secara langsung, isi surat tersebut dinilai menjadi pesan keras kepada sang presiden FIFA.

Baca Juga: Kalah dari Monaco, Andoni Iraola: Fisik Liverpool yang Belum Siap Main 90 Menit

Sejumlah sumber yang dikutip BBC Sport bahkan menyebut pernyataan itu sebagai dorongan agar Infantino mempertimbangkan untuk meninggalkan jabatannya.

Persoalan lain yang turut dipermasalahkan adalah pertemuan yang digelar Infantino di Rabat, Maroko, pekan lalu. Ketiga konfederasi mempertanyakan keputusan FIFA yang tidak melibatkan anggota Dewan FIFA maupun asosiasi anggota dalam pertemuan tersebut.

Mereka juga menilai pengakuan FIFA mengenai adanya kesalahan dalam proses FFE belum cukup. Menurut ketiga konfederasi, FIFA seharusnya mengakui bahwa proposal tersebut sejak awal merupakan keputusan yang keliru.

Rencana menjual sebagian kepentingan terkait Piala Dunia kepada pihak swasta bahkan dianggap sebagai kegagalan besar dalam pengambilan keputusan.

FIFA berencana menyampaikan laporan mengenai persoalan tersebut dalam pertemuan Dewan FIFA yang diperkirakan berlangsung pada Oktober.

Namun, UEFA, Concacaf, dan AFC meminta pemeriksaan dilakukan oleh pihak independen agar prosesnya lebih transparan.

Baca Juga: Gagal di Piala AFF 2026, Dony Tri Pamungkas Harap Timnas Indonesia Lebih Baik

Konflik ini juga membuka kemungkinan munculnya kompetisi di luar FIFA. BBC Sport melaporkan bahwa pembicaraan awal mengenai kemungkinan kompetisi tandingan telah dilakukan oleh ketiga konfederasi.

Belum diketahui seperti apa format kompetisi tersebut atau kapan akan digelar. Namun, pembahasan ini menunjukkan bahwa perselisihan antara sejumlah konfederasi dengan FIFA mulai memasuki tahap serius.

Posisi AFC menjadi salah satu faktor penting dalam situasi tersebut. Dari 46 anggota AFC, baru delapan negara yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Infantino, yakni Uni Emirat Arab, Qatar, Sri Lanka, Lebanon, Kuwait, Mongolia, Filipina, dan Bhutan.

Baca Juga: Persib Bandung Kembali Masuk Daftar FIFA Registration Ban Jelang Super League 2026/2027

Infantino masih memiliki dukungan dari sejumlah kawasan lain, termasuk Amerika Selatan dan Afrika. Namun, apabila UEFA, sebagian besar Concacaf, dan sejumlah anggota AFC bergerak bersama, peta kekuatan dalam FIFA dapat berubah.

Untuk saat ini, belum ada kepastian mengenai masa depan Infantino. Yang jelas, tekanan terhadapnya semakin meningkat dan konflik ini berpotensi menjadi salah satu pertarungan kepemimpinan terbesar dalam sejarah FIFA.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah