← Beranda
Maldini Buka Suara soal Guardiola yang Hampir Latih Italia hingga Konfliknya dengan Malagò
Andre Rizal HanafiSenin, 10 Agustus 2026 | 04.57 WIB
Paolo Maldini (Bein Sports)

 

 

JawaPos.com - Paolo Maldini membuka cerita di balik kegagalannya melanjutkan tugas sebagai direktur teknik Timnas Italia. Bek legendaris AC Milan itu mengungkapkan bahwa Pep Guardiola ternyata sempat sangat dekat untuk menjadi pelatih Gli Azzurri.

Cerita tersebut disampaikan Maldini dalam wawancaranya dengan Corriere della Sera. Ia juga menjelaskan alasan dirinya memilih mundur hanya 16 hari setelah menerima posisi di Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Menurut Maldini, persoalan utama bukan soal jabatan atau kepentingan pribadi. Ia mundur karena kesepakatan mengenai kewenangan dalam memilih pelatih berubah di tengah jalan.

Maldini mengatakan Giovanni Malagò sempat menghubunginya sebelum pemilihan presiden FIGC. Malagò saat itu menyampaikan keinginan untuk mengajak Maldini bergabung jika dirinya terpilih.

Setelah Malagò terpilih sebagai presiden FIGC, Maldini kemudian dipercaya untuk menangani Club Italia. Tugas tersebut tidak hanya berkaitan dengan Timnas Italia, tetapi juga rencana besar untuk membenahi sepak bola Negeri Pizza.

Salah satu kesepakatan awal adalah Maldini bersama timnya memiliki kewenangan menentukan pelatih tim nasional, sementara Malagò berperan memberikan persetujuan. Namun, menurut Maldini, kesepakatan tersebut kemudian berubah.

"Malagò mengatakan pelatih akan dipilih oleh kami dan dia yang menyetujui. Itu kesepakatannya. Kemudian situasi berubah," kata Maldini.

Sebelum akhirnya mengarah kepada Andrea Pirlo, Maldini mengaku sempat melakukan pendekatan serius kepada Guardiola. Ia bersama Leonardo bahkan bertemu langsung dengan pelatih asal Spanyol tersebut di Barcelona.

Pertemuan itu berlangsung cukup panjang. Mereka membahas rencana membangun Timnas Italia, termasuk komposisi pemain dari kelompok usia muda hingga senior.

Guardiola disebut sangat tertarik dengan proyek tersebut. Bahkan, menurut Maldini, mantan pelatih Barcelona dan Manchester City itu sempat menuliskan beberapa susunan pemain di atas kertas.

Masalah finansial juga bukan alasan Guardiola menolak. Maldini menyebut Guardiola bahkan bersedia menerima bayaran satu Euro lebih rendah dibandingkan pelatih Italia sebelumnya.

Namun, Guardiola akhirnya memilih menolak karena membutuhkan waktu untuk beristirahat. Setelah menjalani periode panjang di Premier League, ia disebut sudah merasa kelelahan dan juga baru menjalani operasi punggung.

Setelah Guardiola tidak bersedia, Maldini kemudian mengarahkan pilihan kepada Pirlo. Ia menilai mantan gelandang Juventus dan AC Milan tersebut memiliki kemampuan teknis yang sesuai dengan proyek perubahan Italia.

Selain Pirlo, Maldini juga mempertimbangkan Daniele De Rossi dan Fabio Grosso. Namun, keduanya tidak masuk pilihan karena situasi klub Serie A yang sudah memasuki masa persiapan musim baru.

Maldini menilai Pirlo sebenarnya sangat siap secara teknis. Ia yakin Pirlo bisa berkembang jika mendapat dukungan dari direktur teknik dan advisor.

Namun, rencana tersebut akhirnya batal. Maldini mengaku Malagò kemudian menyampaikan bahwa dirinya akan mengambil alih keputusan mengenai siapa yang menjadi pelatih Italia.

Perubahan itu membuat Maldini dan Leonardo merasa tidak lagi memiliki ruang untuk menjalankan tanggung jawab yang sebelumnya disepakati. Keduanya kemudian mengambil waktu 24 jam sebelum mengajukan pengunduran diri.

Maldini menegaskan dirinya sebenarnya ingin membangun proyek jangka panjang untuk sepak bola Italia. Ia memperkirakan perubahan sistem membutuhkan waktu 8 hingga 10 tahun, mulai dari pembinaan pemain muda, kualitas pelatih, fasilitas, hingga regulasi.

Baca Juga: FIGC dan Lega Serie A Beda Pilihan, Roberto Mancini atau Antonio Conte untuk Timnas Italia?

Kini, proyek tersebut harus berjalan tanpa dirinya. Maldini mengaku kecewa, tetapi tetap menganggap rencana tersebut sebagai salah satu mimpi terbesar yang pernah ia jalankan untuk sepak bola Italia. (*)

 

EDITOR: Dinarsa Kurniawan