JawaPos.com - Jose Mourinho tak main-main dalam membangun kembali Real Madrid. Baru kembali ke Santiago Bernabéu, pelatih asal Portugal itu langsung membawa sejumlah aturan baru dan menuntut kedisiplinan tinggi dari seluruh pemain.
Jose Mourinho dipercaya untuk mengembalikan standar tinggi yang selama ini melekat pada Real Madrid, klub ibu kota Spanyol tersebut.
Melansir Sportbible, Mourinho telah menetapkan tiga aturan ketat yang wajib dipatuhi seluruh skuad.
Baca Juga: Xabi Alonso Senang dengan Penampilan Chelsea saat Hancurkan AC Milan
Pola makan tidak berdasar selera pemain
Aturan pertama berkaitan dengan nutrisi. Mourinho ingin memastikan kondisi fisik pemain selalu berada pada level terbaik, dan proses tersebut dimulai dari makanan yang mereka konsumsi setiap hari.
Ahli gizi Real Madrid kini memiliki peran yang lebih besar. Menu harian pemain akan ditentukan secara khusus berdasarkan kebutuhan performa mereka di lapangan.
Dengan begitu, makanan bukan lagi sekadar persoalan selera pribadi. Setiap menu dirancang untuk membantu pemain menjaga kebugaran, energi, serta kesiapan menghadapi tuntutan pertandingan.
Baca Juga: Eks Persebaya Ripal Wahyudi Gabung Dewa United, Siap Jadi Jangkar Lini Tengah Banten Warrior
Terlambat latihan, hukumannya masuk gym
Mourinho juga memperketat persoalan ketepatan waktu. Pemain Real Madrid diwajibkan hadir di tempat latihan satu jam sebelum sesi dimulai.
Jika terlambat, mereka tidak akan dikenai denda finansial seperti yang lazim diterapkan di sejumlah klub. Hukumannya justru lebih menguras fisik: satu jam latihan sendirian di gym.
Aturan ini menunjukkan bahwa Mourinho ingin membangun budaya disiplin dari hal-hal kecil. Baginya, profesionalisme tidak hanya terlihat ketika pemain berada di lapangan, tetapi juga dari bagaimana mereka mempersiapkan diri sebelum latihan.
Pemulihan cedera harus dilakukan di Valdebebas
Aturan ketiga berkaitan dengan pemain yang mengalami cedera. Mourinho ingin seluruh proses pemulihan berlangsung di fasilitas Real Madrid di Valdebebas.
Pemain tidak diperbolehkan menangani proses rehabilitasi secara mandiri di luar fasilitas klub.
Dengan sistem tersebut, kondisi setiap pemain yang cedera dapat dipantau secara lebih ketat oleh tim medis dan staf pelatih. Keputusan mengenai kapan seorang pemain kembali berlatih maupun bertanding juga akan menjadi bagian dari proses kolektif, bukan keputusan individu.
Baca Juga: Didakwa Atas Kasus Kekerasan, Ivan Toney Terancam Absen Bela Timnas Inggris di Nations League
Mourinho ingin membangun kembali standar Madrid
Di balik tiga aturan tersebut, Mourinho tampaknya ingin menciptakan lingkungan yang lebih disiplin sekaligus kolektif.
Dia tidak hanya ingin pemain-pemain bintang tampil hebat secara individual. Mourinho juga ingin seluruh skuad memiliki kebiasaan yang sama, mulai dari pola makan, kedisiplinan waktu, hingga proses pemulihan cedera.
Tantangan Mourinho tentu tidak kecil. Real Madrid memiliki banyak pemain dengan status bintang dan karakter berbeda. Namun, pelatih berusia 63 tahun itu sudah memiliki pengalaman menangani ruang ganti besar ketika pertama kali melatih Madrid pada 2010 hingga 2013.
Baca Juga: Duel Klasik Super League Persija vs Persib Dijadwalkan Digelar di GBK
Pada periode tersebut, Mourinho mencatat sejumlah rekor penting di La Liga. Real Madrid bahkan menjadi tim pertama dari lima liga top Eropa yang mengumpulkan 100 poin dalam satu musim, tepatnya pada 2011-12.
Kini, Mourinho kembali dengan tugas yang berbeda. Ia bukan hanya dituntut memenangkan pertandingan, tetapi juga mengembalikan mentalitas juara yang dianggap mulai hilang dari skuad Madrid.
Tiga aturan baru tersebut bisa menjadi langkah awal. Sebab bagi Mourinho, membangun tim pemenang tampaknya memang harus dimulai dari kedisiplinan sehari-hari.
Baca Juga: Di Hadapan Shin Tae-Yong, Pramono Anung Minta Persija Juara, Kado 500 Tahun Kota Jakarta!