← Beranda
FIFA dalam Krisis: Norwegia Minta Gianni Infantino Cabut dari Jabatan
Aprillia JP• Minggu, 9 Agustus 2026 | 16.15 WIB
Gianni Infantino (kiri) diminta mundur sebagai Presiden FIFA. (Flashscore)

 

JawaPos.com - Ketua Federasi Sepak Bola Norwegia Lise Klaveness secara terbuka meminta Presiden FIFA Gianni Infantino untuk mengundurkan diri menyusul krisis kepercayaan yang melanda organisasi. Seruan itu muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap Infantino setelah rencananya untuk mencari investasi swasta dalam pengelolaan kompetisi FIFA mendapat penolakan luas.

Dalam pernyataan resminya usai rapat federasi pada Kamis (6/8), Klaveness menegaskan bahwa kepemimpinan Infantino sudah tidak lagi mendapat kepercayaan.

“Ketika kepercayaan hilang, kepemimpinan juga harus dievaluasi. Kami percaya masa Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA seharusnya berakhir, dan kami memintanya untuk mengundurkan diri,” ujarnya dikutip dari ESPN.

Baca Juga: FIFA Cairkan Hadiah Piala Arab kepada Yordania Setelah Tertunggak dan Picu Kritik Asosiasi

Kontroversi berawal dari rencana FIFA untuk menjual sebagian keuntungan Piala Dunia melalui badan komersial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Rencana itu ditolak oleh berbagai konfederasi di tiga benua yang memicu gelombang kritik terhadap transparansi dan tata kelola organisasi.

Sebagai asosiasi sepak bola Eropa UEFA bahkan mengancam akan memboikot Piala Dunia dan kompetisi FIFA lainnya. Meski FIFA telah membatalkan rencana tersebut dan menyampaikan permintaan maaf, UEFA menegaskan bahwa ancaman boikot tetap berlaku dan menyatakan telah kehilangan kepercayaan terhadap Infantino.

Tekanan semakin meningkat setelah Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Infantino dalam pemilihan presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Sementara itu, dukungan terhadap Infantino masih datang dari sejumlah federasi. Meksiko dan Argentina pun secara terbuka menyatakan dukungan mereka.

Baca Juga: Era Jürgen Klopp Bersama Timnas Jerman Segera Dimulai Setelah Kekecewaan Piala Dunia FIFA 2026

Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF) menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dalam pengembangan sepak bola global di bawah kepemimpinan Infantino. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) bahkan memuji kontribusi Infantino selama satu dekade terakhir, termasuk transformasi FIFA melalui model tata kelola yang dinilai lebih transparan.

Dukungan serupa juga datang dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) dan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). CONMEBOL menegaskan tidak akan mendukung upaya percepatan penggulingan Infantino, sedangkan CAF menyatakan dukungan bulat terhadap kepemimpinannya.

Meskipun demikian, kritik terus berdatangan, terutama dari Eropa. Presiden La Liga Javier Tebas menyebut cara FIFA menangani rencana investasi swasta sebagai pelanggaran serius terhadap tata kelola institusional karena banyak pihak internal tidak diberi informasi memadai.

Federasi Norwegia juga menyatakan akan membawa sejumlah isu ke FIFA, termasuk polemik FFE, penghargaan perdamaian kepada Donald Trump, serta keputusan kontroversial terkait hukuman pemain Amerika Serikat Folarin Balogun di Piala Dunia 2026.

Klaveness menegaskan bahwa FIFA membutuhkan kepemimpinan baru untuk memulihkan kepercayaan dan memastikan reformasi organisasi benar-benar dijalankan. “FIFA membutuhkan pemimpin baru untuk membangun kembali kepercayaan, memperkuat tata kelola yang baik, dan memastikan reformasi organisasi benar-benar diterapkan,” tegasnya.

Baca Juga: FIFA Dikabarkan Setujui India Bentuk Dua Tim untuk Hadapi Padatnya Agenda September-Oktober 2026

Sementara itu, FIFA menanggapi berbagai protes yang ditujukan kepadanya melalui pernyataan resmi di X (dulu Twitter) pada Minggu (9/8). “Semakin jelas bahwa ada upaya terkoordinasi dan berkelanjutan dari beberapa pihak untuk melemahkan FIFA dan Presidennya. Mereka yang tidak memiliki dukungan dari asosiasi anggota FIFA seharusnya tidak berusaha mencapai tujuan melalui tuduhan, sindiran, atau misinformasi,” tulis FIFA.

“Pemberitaan baru-baru ini mencakup pernyataan yang tidak berdasar dan klaim yang terbukti salah mengenai FIFA dan Presidennya. Spekulasi dan sindiran tidak boleh disajikan sebagai fakta, dan pengulangan tidak membuat suatu tuduhan menjadi benar,” tegas FIFA.

EDITOR: Edi Yulianto