← Beranda
Gianni Infantino Dituding Naikkan Gaji hingga Bayar Mantan Kekasihnya Saat Masih di UEFA
Andre Rizal HanafiMinggu, 9 Agustus 2026 | 06.27 WIB
Presiden FIFA Gianni Infantino. (Instagram @gianni_infantino)

 

JawaPos.com - Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi sorotan. Kali ini, namanya dikaitkan dengan laporan mengenai dugaan hubungan dengan seorang mantan pegawai UEFA ketika dirinya masih menjabat sebagai sekretaris jenderal badan sepak bola Eropa tersebut.

Laporan mengenai isu ini pertama kali mencuat melalui The Telegraph dan kemudian diberitakan The Sun.

Dalam laporan tersebut, seorang perempuan yang disebut memiliki hubungan dengan Infantino diklaim menerima pembayaran dalam jumlah enam digit setelah meninggalkan UEFA.

Peristiwa itu disebut terjadi ketika Infantino masih menjadi salah satu pejabat utama UEFA. Saat itu, perempuan tersebut juga dikabarkan mengalami kenaikan gaji sekitar 30 persen dan mendapat promosi ke posisi manajemen.

Baca Juga: PSSI Tegaskan Dukungan Penuh kepada Gianni Infantino untuk Kembali Memimpin FIFA

Kenaikan jabatan tersebut disebut sempat menimbulkan tanda tanya di internal UEFA. Sejumlah sumber mengklaim ada kekhawatiran bahwa posisi Infantino digunakan untuk membantu perkembangan karier perempuan tersebut.

Situasi kemudian dikabarkan diketahui oleh Michel Platini, yang kala itu menjabat sebagai Presiden UEFA. Platini disebut meminta Infantino memilih antara mempertahankan posisinya atau meminta perempuan tersebut meninggalkan organisasi.

Pada akhirnya, perempuan tersebut meninggalkan UEFA. Namun, menurut laporan yang beredar, ia tidak pergi begitu saja.

Baca Juga: Presiden Federasi Yordania Tuding Gianni Infantino Lakukan Pemerasan, Krisis FIFA Makin Memanas

UEFA mengakui adanya pembayaran ketika perempuan itu meninggalkan organisasi.

Selain kompensasi, UEFA juga disebut membiayai pendidikan MBA yang dijalani perempuan tersebut di sebuah sekolah bisnis lokal.

Biaya pendidikan itu dilaporkan mencapai sekitar 45.000 poundsterling per tahun. UEFA menyatakan pembayaran tersebut dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku bagi pegawai yang meninggalkan organisasi pada masa itu.

UEFA juga menegaskan bahwa regulasi terkait staf telah diperketat sejak 2016. Aturan yang berlaku saat ini, menurut mereka, dibuat dengan standar yang lebih ketat untuk organisasi olahraga besar.

Di tengah munculnya laporan tersebut, FIFA memberikan bantahan tegas. Badan sepak bola dunia itu menyatakan bahwa tuduhan terhadap Infantino tidak benar.

Baca Juga: Resmi! PSSI Dukung Gianni Infantino Jadi Presiden FIFA 2027-2031

FIFA juga menegaskan tidak pernah ada laporan dari pegawai UEFA maupun FIFA mengenai perilaku tidak pantas yang dilakukan Infantino.

Infantino sendiri bergabung dengan UEFA pada 2000. Ia menghabiskan sekitar 16 tahun di organisasi tersebut sebelum terpilih menjadi Presiden FIFA pada Februari 2016.

Dalam kehidupan pribadi, Infantino telah menikah dengan Leena Al Ashqar sejak 2001. Mereka memiliki empat anak. Keduanya bertemu ketika Leena bekerja untuk Federasi Sepak Bola Lebanon.

Laporan mengenai dugaan hubungan tersebut muncul ketika Infantino juga sedang menghadapi tekanan terkait sejumlah kebijakan FIFA.

Baca Juga: Gianni Infantino Kehilangan Dukungan Sejumlah Federasi Eropa Jelang Pemilihan Presiden FIFA

Salah satunya adalah rencana pembiayaan yang berkaitan dengan pengelolaan kepentingan komersial kompetisi FIFA. Rencana tersebut mendapat penolakan keras dari UEFA.

UEFA bahkan memberikan suara 55-0 untuk menentang proposal tersebut. Penolakan itu kemudian menjadi salah satu faktor yang membuat rencana tersebut gagal.

Meski menghadapi berbagai kontroversi, Infantino dikabarkan belum memiliki niat untuk meninggalkan kursi Presiden FIFA.

Sementara itu, tuduhan mengenai dugaan hubungan dan pembayaran kepada mantan pegawai UEFA masih menjadi perhatian publik.

Perlu dicatat, sejumlah klaim mengenai hubungan pribadi Infantino dalam laporan tersebut belum terbukti secara independen. Pihak FIFA telah membantah seluruh tuduhan yang dianggap tidak benar tersebut.

EDITOR: Banu Adikara