JawaPos.com - Manchester United mulai menunjukkan perubahan arah dalam kebijakan transfer pemain setelah melewati beberapa musim yang penuh kritik.
Klub berjuluk Setan Merah itu kini dinilai lebih berhati-hati dalam menyusun skuad, terutama di sektor penjaga gawang yang sempat menjadi sorotan.
Keputusan melepas Andre Onana dan Altay Bayindir dengan status pinjaman pada bursa transfer musim panas 2026 menjadi penanda berakhirnya proyek yang tidak berjalan sesuai rencana.
Keduanya direkrut bersamaan pada musim panas 2023 dengan nilai transfer gabungan yang mencapai lebih dari GBP 50 juta. Namun, investasi besar tersebut gagal memberikan dampak signifikan bagi performa tim.
Baca Juga: Gaji Onana Kembali Naik, Manchester United Justru Dipusingkan Masa Depan Sang Kiper
Onana sempat dipercaya sebagai pengganti David de Gea, tetapi penampilannya kerap diwarnai kesalahan yang berujung gol lawan.
Di sisi lain, Bayindir yang diproyeksikan sebagai pelapis juga gagal memanfaatkan peluang ketika diberi kesempatan tampil.
Kini Bayindir dipinjamkan ke Celta Vigo dengan opsi pembelian permanen. Nilai transfer yang berpotensi diterima Manchester United jauh lebih kecil dibanding biaya yang mereka keluarkan saat memboyongnya dari Fenerbahce.
Baca Juga: Performa Gemilang Andre Onana Antar Trabzonspor Selamat dari Kekalahan Lawan Gaziantep FK 1-1
Kondisi tersebut menjadi gambaran sulitnya klub mengembalikan investasi dari pemain yang performanya tidak berkembang.
Meski demikian, Manchester United memperoleh kabar baik dari penjualan Radek Vitek ke Middlesbrough.
Penjaga gawang muda hasil binaan akademi itu dilepas dengan nilai awal sekitar 7 juta poundsterling yang bisa meningkat hingga GBP 14 juta bergantung pada sejumlah klausul.
Menariknya, Vitek belum pernah mencatatkan debut bersama tim utama Manchester United. Nilai jualnya justru meningkat setelah tampil impresif selama menjalani masa peminjaman di kompetisi Championship.
Situasi itu menunjukkan bahwa pembinaan pemain muda dapat menjadi aset berharga apabila dikelola secara tepat.
Baca Juga: Manchester United Sambut Kembalinya Marcus Rashford di Duel Lawan Leeds United
Strategi tersebut dinilai bisa menjadi model baru bagi Manchester United. Alih-alih terus mengeluarkan dana besar untuk membeli pemain yang belum tentu berhasil, klub dapat memaksimalkan akademi, memberikan pengalaman melalui masa peminjaman, lalu menjual pemain ketika nilai pasarnya meningkat apabila peluang menembus tim utama sangat kecil.
Pendekatan seperti ini telah lama menjadi kekuatan Manchester City. Klub tetangga United beberapa kali sukses menghasilkan keuntungan besar dari penjualan pemain akademi yang berkembang di klub lain.
Manchester United kini berpeluang mengikuti jejak tersebut untuk memperkuat kondisi finansial sekaligus menjaga keberlanjutan skuad.
Sementara itu, komposisi penjaga gawang Manchester United musim ini juga dinilai lebih seimbang. Senne Lammens mulai menunjukkan kualitas sebagai pilihan utama setelah tampil konsisten sepanjang pramusim.
Baca Juga: Drama Transfer! Arsenal dan Manchester United Berebut Pio Esposito, Harga Fantastis dari Inter Milan
Di belakangnya terdapat Karl Darlow yang membawa pengalaman panjang di Premier League, sementara Tom Heaton tetap menjadi figur senior yang dihormati di ruang ganti.
Perbedaan terbesar dibanding beberapa musim lalu adalah pembagian peran yang lebih jelas. Tidak ada lagi persaingan berlebihan seperti ketika David de Gea, Dean Henderson, dan Sergio Romero sama-sama mengincar posisi utama di bawah mistar gawang.
Perubahan juga terjadi di jajaran staf kepelatihan. Craig Mawson dipercaya memimpin pelatih kiper setelah sebelumnya menjadi bagian dari staf akademi. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan kualitas para penjaga gawang Manchester United secara lebih konsisten.
Dengan langkah-langkah tersebut, Manchester United tampaknya mulai belajar dari kesalahan masa lalu.
Fokus terhadap pengembangan pemain muda, efisiensi belanja transfer, serta penyusunan skuad yang lebih seimbang diharapkan menjadi fondasi untuk mengembalikan daya saing klub di level tertinggi sepak bola Inggris.