JawaPos.com - Keputusan Real Madrid menghentikan perburuan Rodri Hernandez mulai menuai sorotan di Spanyol. Barcelona berada di ambang mengamankan tanda tangan gelandang andalan Timnas Spanyol tersebut.
Situasi itu memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola Spanyol. Banyak yang menilai Real Madrid telah melewatkan kesempatan emas untuk memperkuat lini tengah, sektor yang selama beberapa musim terakhir dinilai membutuhkan sosok baru.
Perbincangan mengenai transfer Rodri menjadi salah satu topik utama dalam program La Tribu di Radio MARCA.
Baca Juga: Hasil FP1 Moto3 Inggris 2026: Veda Ega Pratama Bangkit dari Posisi Buncit ke Peringkat 6
Sejumlah jurnalis olahraga sepakat bahwa kegagalan mendapatkan pemain Manchester City itu menjadi kerugian besar bagi Madrid, apalagi sang pemain justru semakin dekat bergabung dengan rival abadinya.
Jurnalis Ricardo Rosety mengungkapkan bahwa proses negosiasi sebenarnya sempat berjalan positif.
Menurut informasi yang diperoleh, kesepakatan personal dengan Rodri hampir rampung dan hanya menyisakan beberapa detail yang harus diselesaikan antara kedua klub.
Baca Juga: Persija Finis Peringkat Tiga, Witan Ungkap Hal Terpenting yang Didapat Macan Kemayoran
Namun, Madrid disebut tidak pernah benar-benar mengambil langkah terakhir untuk mengamankan transfer tersebut.
Rosety menilai sikap klub berbeda dengan kebiasaan mereka saat mengejar pemain yang benar-benar menjadi prioritas. Dalam beberapa transfer besar sebelumnya, Real Madrid dikenal mampu bergerak cepat hingga berhasil memenangkan persaingan.
"Ketika Madrid benar-benar menginginkan seorang pemain, biasanya mereka tidak memberi kesempatan klub lain. Kali ini situasinya berbeda," ungkap Rosety dalam diskusi tersebut.
Dia bahkan menilai Madrid kembali mengulangi kesalahan setelah sebelumnya juga melewatkan peluang merekrut Martin Zubimendi.
Menurut dia, Rodri merupakan tipe gelandang yang sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan permainan sekaligus menjadi penerus generasi emas lini tengah yang selama bertahun-tahun dihuni Toni Kroos, Luka Modric, dan Casemiro.
Pendapat senada disampaikan jurnalis Nacho Labarga. Dia menyebut keputusan Madrid sebagai kesalahan strategis yang bisa berdampak dalam jangka panjang.
Baca Juga: Meski Kalah di Final, Adam Alis Sebut Persib Bandung Sudah Tunjukkan Mental dan Semangat Juang
Labarga menilai nilai transfer Rodri yang diperkirakan berada di kisaran 60 hingga 70 juta euro masih tergolong masuk akal jika melihat kualitas dan pengaruh sang pemain di lapangan. Terlebih, performa impresifnya bersama Timnas Spanyol di Piala Dunia membuat nilai Rodri semakin meningkat.
Dia menambahkan, keberhasilan Barcelona mendapatkan Rodri bukan hanya memperkuat skuad sendiri, tetapi juga membuat rival utamanya kehilangan target yang paling dibutuhkan.
Dia juga menyoroti belum adanya alternatif yang jelas dari Real Madrid untuk mengisi sektor gelandang bertahan apabila transfer Rodri benar-benar gagal terealisasi.
Baca Juga: Datangkan Mauro Caballero, PSIM Yogyakarta Miliki Tiga Striker Asing untuk Hadapi Musim 2026/27
Menariknya, sebelum Piala Dunia berlangsung, nama Rodri sebenarnya belum menjadi prioritas utama bagi sebagian suporter Madrid.
Namun pandangan itu berubah setelah pemain berusia 30 tahun tersebut tampil konsisten dan menjadi salah satu pilar penting keberhasilan Spanyol.
Kondisi kontrak Rodri yang hanya tersisa satu musim bersama Manchester City juga dianggap sebagai momentum terbaik bagi klub mana pun untuk merekrutnya dengan harga yang lebih realistis.
Baca Juga: Jaya Hartono Beberkan Peran Daniel Alemao dan Traore, Persiraja Optimistis Tatap Liga 2
Jika transfer ini benar-benar rampung, Barcelona dipastikan mendapatkan tambahan kekuatan yang signifikan di lini tengah.
Sebaliknya, Real Madrid harus menerima kritik karena dianggap gagal memanfaatkan peluang untuk memboyong salah satu gelandang terbaik dunia saat kesempatan itu terbuka lebar.
Kini perhatian publik tertuju pada pengumuman resmi dari Barcelona. Apabila Rodri benar-benar berseragam Blaugrana, transfer tersebut diprediksi menjadi salah satu manuver paling berpengaruh pada bursa transfer musim panas 2026.