JawaPos.com - Krisis finansial yang melanda Ebbsfleet United berbuntut panjang. Klub asal Kent tersebut resmi dijatuhi sanksi skorsing oleh National League, sehingga tiga pertandingan pertama mereka pada musim 2026/2027 harus ditunda.
Keputusan itu diumumkan hanya beberapa hari sebelum kompetisi dimulai. Kabar tersebut menjadi pukulan telak bagi Ebbsfleet United yang seharusnya memulai perjuangan di National League South akhir pekan ini.
Namun, alih-alih bersiap menjalani laga perdana, klub justru harus menghadapi persoalan administrasi dan keuangan yang mengancam kelangsungan mereka di kompetisi.
Baca Juga: Karier Baru Wasit Liga Inggris! Anthony Taylor Resmi Jabat Direktur Perwasitan Elite Federasi Turki
National League menjelaskan bahwa keputusan skorsing diambil setelah Komite Kepatuhan dan Lisensi melakukan peninjauan terhadap kondisi finansial klub.
Dari hasil evaluasi, Ebbsfleet dinilai belum mampu memberikan jaminan bahwa mereka sanggup memenuhi seluruh kewajiban keuangan selama musim 2026/2027 berlangsung.
Salah satu masalah utama yang menjadi sorotan adalah tunggakan pembayaran pajak sejak April 2026. Persoalan tersebut bahkan dilaporkan telah membuat HM Revenue & Customs (HMRC), otoritas pajak Inggris, mengajukan permohonan likuidasi atau winding-up petition terhadap klub.
Baca Juga: 20 Daftar Lengkap Gaji Pelatih Liga Inggris, Nomor 6 Baru Saja Sambangi Jakarta
National League pun memberikan tenggat waktu hingga 18 Agustus 2026 bagi Ebbsfleet untuk menunjukkan bukti bahwa seluruh kewajiban finansial dapat diselesaikan.
Setelah itu, komite akan kembali menggelar rapat pada 19 Agustus guna menentukan apakah skorsing bisa dicabut atau justru diperpanjang.
Selama proses tersebut berlangsung, Ebbsfleet dipastikan tidak dapat memainkan tiga pertandingan pembuka musim.
Duel tandang melawan Slough Town menjadi laga pertama yang ditunda, disusul pertandingan menghadapi Folkestone Invicta dan Chelmsford City.
Apabila mampu memenuhi seluruh persyaratan yang diminta liga, Ebbsfleet berpeluang kembali berkompetisi saat menjamu AFC Totton pada 22 Agustus mendatang.
Dalam pernyataan resminya, National League menegaskan bahwa Ebbsfleet sebelumnya juga telah berada dalam status embargo akibat pelanggaran regulasi kompetisi.
Baca Juga: Peringkat Jersey Kandang Kontestan Liga Inggris 2026/2027, Alasan Manchester United di Posisi 11
Liga menilai kondisi keuangan klub masih belum cukup stabil untuk menjamin kelangsungan operasional selama satu musim penuh.
Karena itu, keputusan penangguhan dianggap sebagai langkah yang diperlukan demi menjaga integritas kompetisi serta memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi finansial yang sehat.
Di sisi lain, Ebbsfleet United mengaku sangat terpukul dengan keputusan tersebut. Manajemen menyebut kabar skorsing datang secara mendadak dan mengejutkan para pemain, staf pelatih, hingga para pendukung klub.
Pihak klub menjelaskan bahwa mereka sebenarnya telah memberikan respons kepada National League terkait permintaan penyelesaian utang.
Baca Juga: Real Madrid Terima Tawaran Besar untuk Gonzalo García dari Klub Liga Inggris
Menurut mereka, pemilik klub telah berkomitmen melunasi kewajiban kepada HMRC setelah proses pengambilalihan kepemilikan selesai pada akhir Agustus.
Namun, jadwal pelunasan tersebut dinilai belum cukup meyakinkan pihak liga. Selain persoalan pajak, National League juga mempertanyakan proyeksi anggaran klub serta kemampuan finansial mereka setelah batalnya proyek pengembangan kawasan Northfleet Harbourside yang sebelumnya menjadi bagian dari rencana pendanaan.
Meski menghadapi situasi sulit, Ebbsfleet tetap berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan.
Klub meminta dukungan dari para suporter sekaligus menegaskan bahwa para pemain dan staf telah bekerja keras sepanjang masa pramusim.
Manajemen optimistis seluruh masalah dapat dibereskan dalam waktu dekat sehingga tim bisa kembali fokus menjalani kompetisi dan membuktikan hasil kerja keras mereka di atas lapangan sepanjang musim 2026/2027.