JawaPos.com – Di saat banyak yang memprediksi akan berlabuh ke Arab Saudi atau Major League Soccer (MLS), Mohamed Salah justru membuat kejutan dengan memilih Trabzonspor sebagai klub barunya. Kepindahan mantan bintang Liverpool itu memunculkan banyak pertanyaan, mengingat Trabzonspor bukan termasuk tiga klub terbesar di Turki. Lantas, apa alasan Salah mengambil keputusan tersebut?
Namun, pilihan Salah justru jatuh kepada Trabzonspor, klub yang selama ini berada di bawah bayang-bayang tiga raksasa sepak bola Turki: Galatasaray, Fenerbahce, dan Besiktas.
Pengumuman transfer itu bahkan dibuat dengan cara khas sepak bola Turki. Trabzonspor lebih dulu mengunggah video teaser berdurasi 17 detik di media sosial sebelum akhirnya mengonfirmasi kedatangan Salah.
Klub juga mengumumkan waktu kedatangan sang pemain di Bandara Ataturk, Istanbul. Ribuan suporter pun menyambutnya sebelum Salah melanjutkan perjalanan ke Kota Trabzon di pesisir utara Turki.
"Ia akan menandatangani kontrak berdurasi dua tahun setelah menolak minat dari berbagai klub, termasuk beberapa klub di Amerika Serikat dan Arab Saudi," tulis Nick Miller, jurnalis New York Times.
Baca Juga: Mykhailo Mudryk Kembali Bermain, Xabi Alonso Akui Jadi Momen Emosional di Chelsea
Tolak Arab Saudi dan MLS
Salah menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bersama Trabzonspor.
Sebelumnya, dia dikabarkan diminati sejumlah klub Major League Soccer (MLS), termasuk Sporting Kansas City. Klub Amerika Serikat tersebut bahkan siap menyamai gaji Salah saat masih membela Liverpool sehingga berpotensi menjadikannya pemain dengan bayaran tertinggi kedua di MLS setelah Lionel Messi.
Namun, negosiasi tidak pernah berlanjut menjadi tawaran resmi karena Salah disebut lebih memilih tetap bermain di Eropa.
Arab Saudi juga sempat diyakini menjadi tujuan berikutnya. Dalam beberapa tahun terakhir, klub-klub Saudi berkali-kali mencoba merekrut Salah.
Bahkan pada 2025, Salah pernah mengakui bahwa dirinya hampir pindah ke Saudi apabila tidak memperpanjang kontrak bersama Liverpool.
Meski demikian, kali ini Liga Pro Saudi bukan lagi pilihan utama.
Mengapa Trabzonspor?
Pertanyaan terbesar tentu mengapa Salah memilih Trabzonspor.
Di atas kertas, keputusan tersebut cukup mengejutkan. Trabzonspor bukan peserta Liga Champions musim ini. Klub itu hanya finis di peringkat ketiga Liga Turki musim lalu sehingga harus memulai perjalanan di Liga Europa melalui babak play-off.
Secara historis, Trabzonspor memang merupakan klub terbesar di luar Istanbul. Mereka mengoleksi tujuh gelar Liga Turki, meski enam di antaranya diraih pada era 1970-an dan 1980-an. Gelar terakhir datang pada musim 2021-2022.
Meski demikian, pengaruh klub tersebut masih jauh dibandingkan Galatasaray, Fenerbahce, maupun Besiktas.
Bahkan saat Salah resmi bergabung, media-media Turki justru lebih banyak membahas rumor transfer Endrick ke Fenerbahce daripada kedatangan mantan bintang Liverpool tersebut.
"Asumsi lainnya adalah bahwa Salah akan pindah ke Arab Saudi setelah meninggalkan Liverpool. Anggapan ini bukannya tanpa dasar: Salah merupakan pemain Muslim paling ternama yang belum bermain di Saudi Pro League, sejumlah klub telah beberapa kali mencoba merekrutnya, dan ia bahkan pernah mengakui pada tahun 2025 bahwa seandainya ia tidak menandatangani kontrak baru di Liverpool, ia pasti sudah pindah ke sana," sambung Nick Miller.
Baca Juga: Luka Modric Senang Kembali Bermain, AC Milan Imbang Lawan Inter 1-1
Tak Diminati Tiga Raksasa Turki
Salah sebenarnya sempat ditawarkan kepada tiga klub besar Istanbul.
Galatasaray dan Fenerbahce disebut tidak tertarik merekrutnya. Besiktas menjadi klub yang paling serius bernegosiasi, tetapi akhirnya mundur karena tidak mampu memenuhi permintaan finansial Salah dan agennya, Ramy Abbas.
Situasi itu membuat Trabzonspor menjadi satu-satunya klub Turki yang bersedia memenuhi paket kontrak yang diinginkan sang pemain.
Menurut laporan media Turki, Salah akan menerima gaji sekitar 17 juta euro per musim, ditambah bonus 5 juta euro serta persentase dari penjualan jersey.
Dibiayai Sponsor
Nilai kontrak tersebut memunculkan pertanyaan baru mengenai kemampuan finansial Trabzonspor.
Pasalnya, klub tersebut tidak memperoleh pemasukan dari Liga Champions.
Laporan di Turki menyebut transfer Salah sebagian besar dibiayai sponsor, terutama Turkish Airlines dan produsen mobil listrik nasional Turki, Togg. Keduanya diketahui memiliki hubungan erat dengan pemerintah Turki.
Skema serupa beberapa kali digunakan klub-klub Turki ketika mendatangkan pemain bintang dunia.
Jadi Wajah Baru Liga Turki
Selain faktor finansial, ada beberapa alasan lain yang diyakini memengaruhi keputusan Salah.
Trabzon menawarkan kehidupan yang lebih tenang dibandingkan Istanbul. Hal itu dinilai cocok dengan karakter Salah yang selama sembilan tahun tinggal jauh dari hiruk-pikuk kota besar ketika membela Liverpool.
Turki juga merupakan negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Meski bukan faktor utama, lingkungan tersebut diyakini menjadi nilai tambah bagi pemain berusia 34 tahun itu.
Di Trabzonspor, Salah dipastikan menjadi ikon utama klub sekaligus wajah baru Liga Turki.
Mampukah Menghentikan Galatasaray?
Kehadiran Salah juga menjadi bagian dari ambisi klub-klub Turki menghentikan dominasi Galatasaray.
Galatasaray telah menjuarai Liga Turki dalam empat musim beruntun. Jika kembali menjadi juara musim ini, mereka akan mencetak rekor lima gelar berturut-turut.
Namun, tugas Trabzonspor dipastikan tidak mudah.
Musim lalu mereka finis delapan poin di belakang Galatasaray. Sementara para pesaing juga terus memperkuat skuad.
Besiktas telah merekrut Leandro Trossard dan kini memburu Dusan Vlahovic. Fenerbahce mendatangkan Mason Greenwood serta Nathan Ake untuk mengakhiri puasa gelar yang berlangsung sejak 2014.
Sementara itu, Galatasaray tetap menjadi kandidat terkuat setelah musim lalu menggelontorkan dana sekitar 75 juta dolar AS untuk merekrut Victor Osimhen dan masih berencana menambah pemain baru.
Kini seluruh perhatian tertuju kepada Salah.
Mampukah mantan bintang Liverpool itu membawa Trabzonspor bersaing di papan atas Liga Turki, atau justru menjadikan klub tersebut sebagai batu loncatan menuju panggung elite Eropa sekali lagi? Jawabannya baru akan terlihat ketika musim baru dimulai.