JawaPos.com – Real Madrid dan Barcelona menempuh strategi yang bertolak belakang dalam memaksimalkan akademi mereka pada bursa transfer musim panas tahun ini. Jika Barcelona ramai mempromosikan lulusan La Masia ke tim utama, Real Madrid justru memperoleh pemasukan besar dengan menjual talenta jebolan La Fabrica.
Salah satu transaksi terbesar adalah penjualan striker Gonzalo Garcia dan gelandang Cesar Palacios ke klub Premier League, Fulham FC. Dari dua transfer tersebut, Real Madrid mengantongi pemasukan sebesar EUR 50 juta atau sekitar Rp 1,03 triliun.
El Real Kantongi Hampir Rp 4 T
Harian Diario AS melaporkan, Real Madrid telah meraup total EUR 189 juta atau hampir Rp 4 triliun dari penjualan pemain jebolan La Fabrica sepanjang bursa transfer musim panas ini.
Jumlah tersebut menjadi pemasukan terbesar dalam sejarah Los Merengues dari penjualan pemain akademi pada satu bursa transfer musim panas.
"Real akan selalu jadi bagian dari diriku. Aku menghabiskan enam musim di sana, tetapi ini adalah langkah besar dalam karierku," ujar Palacios, 21 tahun, seperti dikutip Mundo Deportivo.
Faktor Arbeloa
Fulham belum berhenti memburu talenta La Fabrica. Setelah merekrut Gonzalo Garcia dan Cesar Palacios, klub Premier League tersebut juga dikabarkan berpeluang mendatangkan gelandang Thiago Pitarch.
Salah satu faktor yang mendorong transfer itu adalah keberadaan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru Fulham. Arbeloa pernah menangani tim akademi Real Madrid pada periode 2025-2026 sebelum dipercaya melatih tim utama Real Madrid mulai 12 Januari lalu menggantikan Xabi Alonso.
Garcia mengakui hubungan baiknya dengan Arbeloa menjadi salah satu alasan menerima pinangan Fulham.
"Hubunganku dengan pelatih saat ini sangat baik. Aku sudah bersamanya sejak di akademi junior, dan di tim utama. Dia selalu memberiku kepercayaan. Aku senang bergabung dalam tim asuhannya," tutur striker berusia 22 tahun tersebut.
Baca Juga: Mohamed Salah Dapat 100 Persen Profit Penjualan Jersey Trabzonspor di Luar Turki
Hansi Promosikan Tujuh Nama
Situasi berbeda terjadi di Barcelona. Pelatih Hansi Flick justru mempromosikan tujuh pemain jebolan La Masia ke skuad utama. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dalam satu bursa transfer musim panas.
Ketujuh pemain itu adalah bek tengah Alvaro Cortes, bek kanan Xavi Espart, gelandang bertahan Tommy Marques, striker Toni Fernandez, bek kiri Joffre Torrents, gelandang Brian Farinas, dan kiper Diego Kochen. Nama terakhir kemudian dipinjamkan ke klub Denmark, Lyngby BK.
Tetap Investasi
Meski mengandalkan pemain akademi, Barcelona tetap berinvestasi untuk La Masia. Klub Catalan tersebut mendatangkan winger berusia 18 tahun Jesse Bissiwu dari Club Brugge dengan nilai transfer EUR 8,5 juta atau sekitar Rp 175,7 miliar.
Nominal tersebut menjadi pembelian termahal sepanjang sejarah La Masia.
Bissiwu mengaku ingin secepat mungkin menembus tim utama Barcelona.
"Aku akan bekerja keras dan ingin memberikan yang terbaik. Kita lihat saja bagaimana musim ini akan berjalan. Tujuanku memberi yang terbaik untuk Barca," ujar pemain asal Belgia tersebut seperti dikutip Marca.
Barca Masih Kalah oleh Real
Meski konsisten menjual pemain jebolan La Masia dalam lima musim terakhir, keuntungan Barcelona masih belum mampu menyamai pemasukan Real Madrid dari penjualan lulusan La Fabrica.
REAL MADRID
2026-2027
7 pemain
EUR 58,5 juta (Rp 1,21 triliun)
2022-2023
1 pemain
EUR 10 juta (Rp 206,8 miliar)
TOTAL: EUR 68,5 juta (Rp 1,41 triliun)
FC BARCELONA
2026-2027
4 pemain
EUR 14 juta (Rp 289,6 miliar)
2025-2026
4 pemain
EUR 15,4 juta (Rp 318,5 miliar)
2024-2025
2 pemain
EUR 10,5 juta (Rp 217,1 miliar)
2023-2024
3 pemain
EUR 8,5 juta (Rp 175,7 miliar)
2022-2023
3 pemain
EUR 3 juta (Rp 62 miliar)
TOTAL: EUR 51,4 juta (Rp 1,06 triliun)