← Beranda
Mengapa Zlatan Absen di Pemakaman Legenda AC Milan Franco Baresi, Kisah Pilu yang Jarang Diketahui
Andre Rizal HanafiKamis, 6 Agustus 2026 | 02.10 WIB
Pemakaman legenda AC Milan Franco Baresi. (Istimewa)

 

JawaPos.com - Ketidakhadiran Zlatan Ibrahimovic dalam prosesi pemakaman legenda AC Milan Franco Baresi, pada Selasa (4/8) pukul 11.00 waktu Italia, sempat memunculkan berbagai pertanyaan dari para penggemar sepak bola.

Banyak yang mengira mantan striker asal Swedia itu berhalangan hadir karena kesibukan atau alasan pekerjaan.

Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa keputusan tersebut bukan dipengaruhi oleh jadwal yang padat.

Baca Juga: Terbaru Adam Przybek! Berikut Deretan Mantan Pemain Asing Persib yang Pilih Main di Luar Negeri

Ibrahimovic disebut memiliki prinsip pribadi yang telah dia pegang selama bertahun-tahun, yakni memilih untuk tidak menghadiri upacara pemakaman siapa pun, termasuk orang-orang yang memiliki hubungan dekat dengannya.

Keputusan itu berakar dari pengalaman pahit yang pernah dialaminya pada 2014. Saat itu, kakak laki-lakinya meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit leukemia.

Kepergian anggota keluarga tersebut menjadi salah satu momen paling berat dalam kehidupan Zlatan.

Baca Juga: Persebaya Terus Berkembang, Bernardo Tavares Tekankan Pentingnya Set Piece dan Transisi Permainan

Sejak peristiwa itu, Ibrahimovic dikabarkan mengubah cara dirinya menghadapi kehilangan. Dia memilih mengenang orang-orang yang telah berpulang melalui doa dan kenangan pribadi, tanpa menghadiri prosesi pemakaman.

Prinsip tersebut tetap ia pegang hingga sekarang. Karena itu, meski memiliki hubungan erat dengan Franco Baresi selama menjadi bagian dari keluarga besar AC Milan, Zlatan tetap memilih untuk tidak hadir dalam upacara pemakaman sang legenda.

Selama membela AC Milan, Ibrahimovic dikenal memiliki rasa hormat yang besar kepada Baresi. Sosok yang kini identik dengan Rossoneri itu juga beberapa kali menyampaikan apresiasinya kepada para legenda klub yang telah membangun sejarah panjang Milan.

Absennya Ibrahimovic pun tidak bisa diartikan sebagai bentuk ketidakpedulian atau kurangnya penghormatan.

Sebaliknya, keputusan tersebut merupakan cara pribadinya dalam menghadapi rasa kehilangan yang telah menjadi bagian dari prinsip hidupnya selama lebih dari satu dekade.

Di dunia sepak bola, setiap orang memiliki cara berbeda dalam mengekspresikan duka. Ada yang memilih hadir langsung untuk memberikan penghormatan terakhir, sementara yang lain merasa lebih nyaman mengenang sosok yang telah tiada dalam keheningan.

Baca Juga: Resmi Berseragam Trabzonspor, Mohamed Salah Disambut Meriah Ribuan Fans saat Tiba di Turki

Bagi Ibrahimovic, mengenang seseorang tidak selalu harus diwujudkan dengan kehadiran di pemakaman.

Baginya, penghormatan dapat diberikan melalui doa, kenangan, dan rasa hormat yang terus tersimpan di dalam hati.

Kisah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki cara masing-masing dalam menghadapi kehilangan.

Baca Juga: Kondisi Dion Markx dan Berguinho Jelang Final Piala Presiden Persib Bandung vs Persebaya Surabaya

Apa yang terlihat dari luar belum tentu mencerminkan besarnya rasa hormat atau kasih sayang yang dimiliki seseorang terhadap orang yang telah berpulang.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah