← Beranda
6 Wonderkid La Masia Berpotensi Bersinar di Barcelona, Salah Satunya Anak Patrick Kluivert
Bramasta JPRabu, 5 Agustus 2026 | 23.22 WIB
La Masia salah satu akademi terbaik di dunia yang banyak menghasilkan pemain bintang dunia. (Fcbarcelona.com)

 

JawaPos.com – La Masia punya kontribusi besar atas kesuksesan Barcelona. Akademi klub itu selalu mencetak pemain muda hebat untuk Barcelona.

Sekelompok talenta muda baru dari akademi La Masia siap unjuk gigi pada musim 2026/2027. Mereka diproyeksikan meneruskan jejak Lionel Messi hingga Lamine Yamal, lulusan La Masia yang menjadi jantung dan jiwa Barcelona.

Sejak kedatangan dua musim lalu, Hansi Flick telah berupaya keras mempromosikan sejumlah pemain akademi. Pelatih asal Jerman itu memberikan mereka kesempatan bermain yang signifikan di tim utama Blaugrana. Hasilnya, mereka juara La Liga dua tahun beruntun.

Baca Juga: Berstatus Tanpa Klub, Jadon Sancho Punya Banyak Tawaran dari Eropa dan Arab Saudi

Setiap tahun selalu muncul sejumlah lulusan baru La Masia yang langsung menunjukkan potensi mereka untuk menjadi pemain kelas dunia dan kontributor kunci bagi masa depan Barcelona. Berikut enam wonderkid Barca yang berpotensi untuk bersinar pada musim 2026/2027.

Tommy Marques

Tidak ada tim di dunia yang lebih identik dengan pencetakan talenta lini tengah papan atas selain Barcelona. Tommy Marques yang berusia 19 tahun bisa jadi adalah sosok berikutnya yang dibicarakan dalam olahraga ini.

Dia tidak mengalami lonjakan karir yang sangat cepat dari akademi seperti Yamal dan Pau Cubarsi. Namun Marques tampak siap untuk mendapatkan kesempatan besar musim depan.

Baca Juga: Timnas Indonesia Ingin Menang! Reaksi Rizky Ridho usai Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026

Flick memutuskan untuk tidak menyertakan Marques dalam tur pramusim Barca di Asia musim panas lalu. Namun sebelum pertengahan musim2025/2026, wonderkid satu ini sudah sepenuhnya terlibat dalam dinamika tim utama dan mencatatkan debut senior pada Februari.

Dia bermain dalam total dua pertandingan musim lalu. Di lapangan, pergerakan dan cara bermainnya sangat mirip dengan idola masa kecilnya, Frenkie de Jong. Marques memiliki semua atribut teknis dan pemahaman posisi khas gelandang La Masia.

Dia juga memanfaatkan langkah kakinya yang lebar untuk membawa bola ke depan melalui aksi lari yang mengingatkan gaya bermain seniornya itu. Setelah idolanya mengalami cedera lutut kini membuka peluang bagi pemain lain untuk mengisi tempat yang ditinggalkan.

Mengingat Barcelona diperkirakan tidak akan mendatangkan gelandang baru, Marques bisa saja diuntungkan oleh masa absen pemain favoritnya tersebut, dengan masuk ke dalam daftar pilihan tim utama mengisi jajaran gelandang di Stadion Spotify Camp Nou.

Hamza Abdelkarim

Hasrat besar Barcelona untuk mendatangkan penyerang kelas dunia musim panas ini telah menjadi sorotan utama. Namun, sosok penyerang masa depan klub mungkin sudah berada di La Masia, yakni pemain internasional Mesir berusia 18 tahun, Hamza Abdelkarim.

Wonderkid Mesir ini bergabung dengan tim muda Barcelona dengan status pinjaman pada bursa transfer musim dingin, namun pihak klub kemudian merekrutnya secara permanen dengan biaya awal sebesar USD 1,7 juta tak lama setelah musim berakhir.

Baca Juga: Persebaya ke Final Usai Tekuk Arema FC, Bernardo Tavares Fokus Matangkan Tim Jelang Kompetisi

Abdelkarim adalah penyerang tengah murni yang memiliki keunggulan fisik, nyaman bermain dengan posisi membelakangi gawang, serta mampu memanfaatkan ruang kosong berkat kecepatannya yang mengecoh lawan.

Di depan gawang, dia sangat tajam sebagai ujung tombak muda, hal ini terbukti dari torehan enam gol dalam 10 pertandingan bersama tim muda Barca sejak kedatangannya ke kota Catalunya.

Penampilannya yang impresif di akademi membuatnya dipanggil masuk ke dalam skuad Mesir untuk Piala Dunia 2026. Meski usianya masih sangat muda dan minim pengalaman di level senior, ia sempat bermain dalam empat laga dengan total durasi 57 menit.

Baca Juga: Kalah dari Persib, Pratama Arhan Sebut Persija Butuh Waktu Adaptasi dengan Taktik Shin Tae-yong

Abdelkarim kembali lebih awal dari turnamen antarnegara di Amerika Utara tersebut, agar bisa langsung berpartisipasi dengan skuad Flick sejak dimulainya pramusim Barcelona di musim panas ini.

Waktu bagi Barcelona untuk mendatangkan penyerang elit sebagai tambahan kekuatan musim panas ini semakin menipis. Jika tidak ada striker baru yang didatangkan, Abdelkarim bisa menjadi salah satu alternatif musim depan.

Xavi Espart

Cedera yang menimpa pemain di posisi bek sayap saat memasuki bulan Maret membuat Xavi Espart tidak hanya mencatatkan debut profesionalnya, tetapi juga tampil dalam empat pertandingan berturut-turut di awal karier seniornya.

Baca Juga: Kalah dari Persib, Shin Tae-yong Puas dengan Kontribusi Pemain Pelapis Persija di Piala Presiden

Bek sayap bertubuh mungil ini adalah pemain bertahan yang gigih dan memiliki fisik kuat, memungkinkannya bersaing meski posturnya tidak terlalu tinggi. Ia tampil apik saat membawa bola, karena kemampuan teknis sebagai bek kanan di atas rata-rata.

Musim panas ini, Espart tampil gemilang saat bermain diinstruksikan tampil sebagai inverted fullback yang mengatur alur permainan dari lini tengah, membantu timnas Spanyol menjuarai Piala Eropa U-19 serta masuk dalam susunan tim terbaik turnamen tersebut.

Usianya masih 19 tahun berpeluang mendapatkan lebih banyak menit bermain pada musim 2026/2027 jika Jules Kounde kembali gagal menemukan kembali performa terbaiknya. Pemain asal Prancis itu juga mungkin harus lebih sering bermain sebagai bek tengah juga.

Dengan demikian, Espart harus lebih dulu membuktikan bahwa dirinya layak berada di tim utama, dan musim 2026/2027 akan menjadi momen di mana ia menegaskan hal tersebut kepada dunia.

Baca Juga: Persib ke Final Piala Presiden 2026, Luciano Guaycochea Ungkap Kondisi Pemain yang Kelelahan

Shane Kluivert

Sebagai putra dari sosok striker legendaris dunia, Patrick Kluivert dan adik dari pemain Bournemouth, Justin Kluivert, Shane Kluivert diam-diam terus berkembang di jenjang akademi La Masia dan kini berpeluang menembus tim utama.

Pemain berkebangsaan Belanda berusia 18 tahun ini bergabung dengan La Masia dari PSG pada tahun 2017 lalu. Sejak saat itu, ia terus menunjukkan perkembangan yang konsisten, dan Barcelona baru-baru ini memperpanjang kontraknya hingga musim panas 2028.

Shane adalah pemain sayap energik yang piawai dalam melakukan aksi individu melewati lawan dan selalu menjadi ancaman bagi pertahanan lawan. Di sisi lain, bermain di posisi tersebut justru menjadi tantangan terbesarnya.

Baca Juga: Marc-Andre Ter Stegen Resmi Gabung Ajax, Reuni dengan Pemain dan Pelatih Girona

Mengingat Barca telah mengeluarkan dana besar untuk mendatangkan winger baru seperti Anthony Gordon dan Karim Adeyemi musim panas ini. Terlebih lagi, posisi aslinya adalah pemain sayap kanan, di mana sudah menjadi milik mutlak Yamal.

Namun, Shane tetap menjadi salah satu talenta paling menjanjikan dari La Masia dan termasuk dalam kelompok pemain muda yang ikut serta bersama tim senior Barcelona dalam tur pramusim di Inggris.

Penampilan impresif musim panas ini bisa membuat Flick mempertimbangkannya sebagai tambahan amunisi berharga bagi lini serang Barca yang sudah sangat tangguh. Di tengah rumor kepergian Roony Bardghji dari tim Catalunya ini.

Baca Juga: Diminati Coventry City, Mykhailo Mudryk Diprediksi Bertahan di Chelsea

Ebrima Tunkara

Masoh berusia 16 tahun, Ebrima Tunkara disertakan oleh Flick dalam tur pramusim Blaugrana, ​​bisa dibilang merupakan aset paling berharga La Masia saat ini. Pemain asal Spanyol berdarah Gambia ini dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam turnamen Piala Eropa U-17 musim panas lalu.

Dia mencetak satu gol dan mencatatkan empat asis saat Spanyol kalah dari Italia di babak semifinal. Tunkara, seorang pemain bernomor punggung 10, kerap bermain sebagai gelandang serang dan telah menarik perhatian berkat kemampuan playmaking alaminya.

Tunkara mencetak gol hanya tiga menit setelah turun ke lapangan saat menghadapi CE Europa dalam laga pembuka pramusim Barcelona pekan lalu. Talentanya memang belum sepenuhnya matang, sehingga kecil kemungkinan ia akan langsung memegang peran penting di tim utama.

Meski demikian, pemain setinggi 178 cm ini adalah sosok yang patut dinantikan kiprahnya di masa depan, dan ada peluang besar ia akan menunjukkan sinarnya dalam menjalani debut profesionalnya pada musim 2026/2027.

Baca Juga: Dilirik Inter Miami, Kevin De Bruyne Putuskan Bertahan di Napoli Semusim Lagi

Marc Bernal

Bisa dibilang terobosan Marc Bernal terjadi pada musim lalu, mengingat ia mencatatkan lebih dari 1.000 menit bermain dalam 33 penampilan. Meski demikian, musim 2026/2027 bisa menjadi momen gelandang 19 tahun itu membuktikan bahwa ia adalah pewaris Sergio Busquets.

Bernal memiliki segala atribut untuk menjadi pilar lini tengah Barcelona di masa depan. Ia adalah gelandang atletis dengan naluri mencetak gol, dengan bukti ia mencetak lima gol musim lalu, serta kemampuan jelajah lapangan dan pemahaman permainan yang sangat baik.

Ia juga berperan sebagai pengatur tempo permainan di lini tengah, didukung oleh kaki kiri istimewa yang mampu melepaskan berbagai jenis operan akurat. Dari sisi pertahanan, postur tubuhnya yang tinggi juga menjadikannya aset berharga.

Baca Juga: Erick Thohir Dukung Khiev Sameth Kembali Pimpin AFF Periode 2026-2031, Ini Alasannya

Jelas terlihat bahwa Flick menaruh kepercayaan padanya sejak awal kedatangannya di klub, terbukti dengan diturunkannya Bernal sebagai starter dalam tiga pertandingan pertama di bawah asuhan pelatih asal Jerman tersebut pada musim 2024/2025.

Cedera robek ACL sempat membuatnya absen selama lebih dari setahun. Namun, setelah kembali bermain secara bertahap, ia menjadi pemain inti reguler bagi Barca di paruh kedua musim 2025/2026, sebelum cedera pergelangan kaki mengganggu momen kebangkitannya.

Kini setelah pulih sepenuhnya dan hampir dua tahun berlalu sejak cedera lutut parah yang dialaminya, Bernal tampak siap untuk memperebutkan posisi utama, terutama mengingat De Jong harus absen jangka panjang.

Baca Juga: AC Milan Pertimbangkan Nasib Santiago Gimenez usai Diminati FC Porto dan Lazio

Meski Cubarsi dan Yamal mungkin lebih dulu mencuri perhatian lewat musim terbaiknya, pesepak bola kelahiran Berga itu berpotensi memberikan dampak yang sama besarnya bagi Barca seperti kedua rekan setimnya yang juga kelahiran tahun 2007 tersebut.

EDITOR: Latu Ratri Mubyarsah