JawaPos.com - Penampilan impresif Ezri Konsa membuat Aston Villa berada di persimpangan. Mempertahankannya berarti harus menyiapkan kenaikan gaji besar, sementara menjualnya sekarang bisa menghasilkan keuntungan maksimal.
Aston Villa menghadapi dilema besar terkait masa depan Ezri Konsa. Legenda klub Gabby Agbonlahor menilai The Villans harus segera menentukan sikap, apakah mempertahankan sang bek dengan konsekuensi kenaikan gaji yang besar atau menjualnya saat nilai pasarnya sedang tinggi.
Kekhawatiran itu disampaikan Agbonlahor dalam acara talkSPORT Drive. Menurutnya, kontrak Konsa kini hanya menyisakan dua tahun sehingga negosiasi kontrak baru berpotensi menjadi tantangan besar bagi Aston Villa.
Agbonlahor menilai penampilan Konsa bersama timnas Inggris membuat bek berusia 27 tahun itu layak meminta kenaikan gaji yang signifikan.
"Jika Anda menjadi Konsa, Anda tampil sebagai starter di Piala Dunia dan merupakan bek terbaik Inggris di turnamen tersebut," kata Agbonlahor kepada talkSPORT.
Dia kemudian membandingkan situasi tersebut dengan pemain-pemain elite yang menerima gaji tinggi di klub besar.
"Menurutmu, berapa gaji Guehi di Manchester City? 300 ribu poundsterling? Sepertinya itu angka yang wajar bagi Manchester City, bukan?"
Menurut Agbonlahor, persoalan utama bukan pada kualitas Konsa, melainkan kemampuan finansial Aston Villa untuk memenuhi tuntutan gaji tersebut.
"(Namun) Aston Villa tidak sanggup membayar angka sebesar itu. Dia mungkin berpikir, 'Saya pantas mendapatkannya,' dan menurut saya tidak ada seorang pun di Aston Villa yang akan menyanggahnya."
"Dia memang pantas mendapatkannya, tetapi Aston Villa tidak mampu membayarnya. Itulah masalah yang akan dihadapi klub."
Karena itu, Agbonlahor menilai Villa harus mempertimbangkan menjual Konsa apabila tidak yakin bisa memperpanjang kontraknya.
"Apakah mereka akan menjualnya, atau menunggu musim panas berikutnya saat mereka mungkin tidak lagi mendapatkan angka GBP 70 sampai 80 juta?"
Dia juga mengingatkan bahwa nilai transfer Konsa bisa turun drastis apabila situasi kontraknya terus berjalan tanpa kepastian.
"Berapa pun nilai yang Anda harapkan darinya bisa jadi turun menjadi GBP 40 juta. Itulah yang saya khawatirkan. Sulit mempertahankan pemain ketika sudah menjadi pemain timnas Inggris. Lihat saja Morgan Rogers," ujarnya.
Apabila Aston Villa memilih melepas Konsa pada musim panas ini, klub berpeluang memperoleh keuntungan besar. Mereka hanya mengeluarkan sekitar GBP 12 juta saat memboyong sang bek dari Brentford pada Juli 2019.
Di sisi lain, Liverpool dan Arsenal dikabarkan terus memantau perkembangan situasi Konsa. Jika Aston Villa tidak segera mengambil keputusan, mereka berisiko menghadapi dua konsekuensi sekaligus: kehilangan peluang mendapatkan nilai transfer maksimal dan harus bernegosiasi dengan tuntutan gaji yang jauh lebih tinggi.