JawaPos.com – AC Milan selalu berada di bawah rival sekotanya, Inter Milan, dalam klasemen akhir Serie A selama tiga musim terakhir. Situasi itu terjadi sejak Rossoneri merebut scudetto pada musim 2021-2022.
Setelah itu, Inter dua kali menjadi juara Serie A, yakni pada musim 2023-2024 dan 2025-2026. Sementara pada musim 2024-2025, Nerazzurri hanya terpaut satu poin dari SSC Napoli yang keluar sebagai juara.
Musim ini, Rossoneri mencoba mengusik dominasi sang rival dengan menunjuk Ruben Amorim sebagai allenatore baru bagi Mike Maignan dan kolega.
Kehadiran striker Goncalo Ramos dari Paris Saint-Germain (PSG) semakin memperkuat nuansa Portugal di skuad Milan. Sebelumnya, mereka telah memiliki Rafael Leao sebagai andalan di lini depan.
Koneksi Portugal tersebut diharapkan menjadi senjata AC Milan saat mengukur kekuatan Inter dalam Derby della Madonnina edisi ke-247 di Optus Stadium, Perth, petang nanti. Pertandingan disiarkan langsung MDTV mulai pukul 18.00 WIB.
"Kami ingin mengalahkan Inter, tetapi kami juga ingin mempersiapkan diri untuk laga melawan Torino FC pada pekan pembuka Serie A. Di periode pramusim, persiapan menghadapi musim kompetisi sangat penting," ujar Amorim dalam konferensi pers, kemarin (4/8).
"Kami juga ingin menempatkan pemain menuju kondisi terbaik mereka," imbuh mantan pelatih Manchester United dan Sporting CP tersebut.
Menanti Aksi Pemain Baru
Laga nanti juga menjadi panggung bagi sejumlah rekrutan anyar kedua tim.
AC Milan berpeluang memainkan Goncalo Ramos untuk pertama kalinya setelah absen dalam dua laga pramusim sebelumnya, masing-masing menghadapi Milan Futuro di Milanello (19/7) dan Celtic di Glasgow (26/7).
Di kubu Inter, bek tengah anyar John Stones juga berpotensi menjalani debut.
Stones diproyeksikan menggantikan peran Francesco Acerbi dan Stefan de Vrij. Dia kemungkinan akan berduet dengan Manuel Akanji dan Alessandro Bastoni dalam formasi tiga bek.
"Stones adalah bek yang sangat berpengalaman dan Inter membutuhkan karakter seperti dia," ujar bek Inter Yann Bisseck, seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Misi Chivu Akhiri Tren Negatif
Inter memiliki pekerjaan rumah besar menjelang derbi tersebut. Sejak musim 2024-2025, AC Milan menjadi momok bagi Nerazzurri.
Dari tujuh pertemuan terakhir di semua kompetisi, Inter hanya dua kali mampu menahan imbang Milan. Lima pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan Rossoneri, termasuk dua kemenangan pada musim lalu.
Catatan buruk itulah yang ingin diputus pelatih Cristian Chivu.
"Derbi selalu menjadi laga spesial meski hanya pramusim. Laga nanti pasti akan menjadi pertandingan yang hebat untuk disaksikan para suporter," kata Chivu di laman resmi klub.
Yang Baru dari Derbi Milan Musim Ini
Allenatore Sama-sama Mengandalkan Tiga Bek
Derbi Milan musim ini mempertemukan dua pelatih yang sama-sama akrab dengan skema tiga bek. Ruben Amorim menjadikan formasi tersebut sebagai ciri khasnya, begitu pula Cristian Chivu di Inter Milan.
Dua Pelatih Asing Sekaligus
Terakhir kali AC Milan dan Inter Milan sama-sama dilatih pelatih non-Italia terjadi pada musim 1963-1964, ketika Nils Liedholm (Swedia) menangani Milan dan Helenio Herrera (Argentina) melatih Inter. Musim ini, Amorim berasal dari Portugal, sedangkan Chivu berkebangsaan Rumania.
Duel Bek Tengah Inggris
AC Milan masih mengandalkan Fikayo Tomori di jantung pertahanan. Sementara Inter kini memiliki rekrutan baru asal Inggris, John Stones.
Kembalinya Anak Terbuang
Inter memulangkan Aleksandar Stankovic dari Club Brugge, sedangkan AC Milan membawa kembali Francesco Camarda setelah sempat dipinjamkan ke US Lecce. Keduanya diproyeksikan mendapat peran lebih besar pada musim ini.
Prediksi Skor:
AC Milan 1 - Inter Milan 2