← Beranda
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Banner Falkland dan Keributan Final Piala Dunia 2026 Diusut
HendraMinggu, 2 Agustus 2026 | 05.04 WIB
Argentina terancam sanksi FIFA usai final Piala Dunia 2026. Banner Falkland, keributan pemain, dan AFA kini masuk penyelidikan. (Bein Sports)

JawaPos.com - FIFA resmi membuka proses disiplin terhadap Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), tiga pemain, dan salah satu pelatih tim setelah rangkaian kontroversi yang terjadi sepanjang Piala Dunia 2026. Penyelidikan mencakup keributan pada final melawan Spanyol hingga pengibaran banner bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" yang memicu polemik.

Berdasarkan laporan media AS, The Athletic, kasus ini menjadi babak baru bagi Argentina setelah gagal mempertahankan gelar juara dunia. Selain kalah 1-2 dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Albiceleste kini juga menghadapi ancaman sanksi dari FIFA.

Dalam pernyataan resminya, FIFA menyebut Komite Disiplin telah membuka proses terhadap tiga individu dari kubu Argentina.

Leandro Paredes diselidiki atas tiga dugaan tindakan penyerangan. Nahuel Molina menghadapi dua tuduhan serupa, ditambah satu dugaan perilaku tidak sportif. Sementara asisten pelatih Roberto Ayala juga masuk dalam penyelidikan atas satu dugaan tindakan penyerangan.

Selain itu, Thiago Almada dari Argentina dan gelandang Spanyol Gavi sama-sama diperiksa terkait dugaan perilaku tidak sportif.

"Perkelahian itu adalah salah satu dari sekian banyak kontroversi yang terkait dengan Argentina selama upaya mereka mempertahankan gelar juara dunia," tulis jurnalis The Athletic, Jessica Hopkins.

Tidak hanya individu, FIFA juga membuka proses disiplin terhadap AFA. Federasi sepak bola Argentina itu diduga melanggar sejumlah regulasi, mulai dari penggunaan ajang olahraga untuk demonstrasi nonolahraga, pelanggaran disiplin tim, dugaan diskriminasi dan ujaran rasial, hingga persoalan ketertiban dan keamanan pertandingan.

Menurut FIFA, dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan munculnya pesan-pesan yang dianggap tidak pantas, serta insiden pelemparan benda oleh penonton dalam beberapa pertandingan Argentina sepanjang turnamen.

Keributan memuncak setelah final Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada 19 Juli. Argentina kalah 1-2 dari Spanyol melalui gol Ferran Torres pada babak tambahan waktu setelah sebelumnya bermain dengan 10 orang menyusul kartu merah Enzo Fernandez.

Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, sejumlah pemain Spanyol berlari ke lapangan untuk merayakan gelar juara. Momen tersebut berubah menjadi kericuhan yang melibatkan pemain dari kedua tim.

Nahuel Molina diduga memukul gelandang Spanyol Rodri di bagian perut. Dalam insiden yang sama, Leandro Paredes diduga mencekik Eric Garcia sebelum menjatuhkan Gavi ke lapangan. FIFA sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa bentrokan tersebut akan diselidiki melalui jalur disiplin dan etik.

Kontroversi Argentina Tidak Berhenti di Final

Sebelumnya, seusai mengalahkan Inggris pada pertandingan di Atlanta, sejumlah pemain Argentina membentangkan banner bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" atau "Malvinas adalah milik Argentina".

Banner tersebut sempat dipegang Giovani Lo Celso dan Nicolas Otamendi sebelum akhirnya dibentangkan di lapangan Mercedes-Benz Stadium. Tulisan itu merujuk pada Kepulauan Falkland, wilayah seberang laut Britania Raya yang di Argentina dikenal sebagai Islas Malvinas.

Sengketa Falkland telah berlangsung selama lebih dari satu abad dan memuncak dalam perang antara Argentina dan Britania Raya pada 1982. Konflik itu berakhir dengan kemenangan Inggris, tetapi klaim Argentina atas wilayah tersebut masih terus berlanjut hingga kini.

IFAB dan FIFA memiliki aturan yang melarang penggunaan bendera, slogan, maupun simbol politik di stadion dan dalam pertandingan resmi.

Meski demikian, Gedung Putih sebelumnya membela hak para pemain Argentina untuk menyampaikan ekspresi mereka. Direktur Eksekutif Gugus Tugas Piala Dunia Amerika Serikat, Andrew Giuliani, menyebut para pemain memiliki hak untuk menyampaikan pendapat dan mengaitkannya dengan perlindungan kebebasan berbicara berdasarkan Amandemen Pertama Konstitusi AS.

Hingga kini, FIFA belum mengumumkan jadwal sidang maupun potensi sanksi yang akan dijatuhkan kepada AFA maupun individu yang sedang menjalani proses disiplin.

EDITOR: Hendra