JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mendukung rencana Presiden FIFA, Gianni Infantino menjual sebagian hak komersialisasi Piala Dunia kepada investor swasta. Ia menilai skema baru yang diusulkan FIFA dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan sepak bola Indonesia.
Presiden FIFA, Infantino, berencana membuat anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE). Perusahaan ini dibentuk untuk mengelola hak siar, sponsor, tiket, dan lisensi berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.
Lewat perusahaan tersebut, FIFA rencananya akan menjual sebagian saham kepada investor swasta untuk menghimpun dana segar. Induk sepak bola dunia itu menaksir nilai FFE mencapai 20 miliar dolar AS atau sekira Rp360 triliun.
Baca Juga: Eks Bomber Persebaya Surabaya Jadi Pelatih Kepala! Indonesia All Stars Siap Hadapi Aston Villa
Dari nilai itu, setiap 211 asosiasi sepak bola anggota FIFA diiming-imingi dana segar sebesar 20 juta dolar AS atau sekitar Rp360 miliar untuk pengembangan sepak bola di masing-masing negara. Dana segar itu bisa cair jika mereka menyetujui rencana proposal yang digodok Infantino tersebut.
Masalahnya, rencana Infantino tersebut menimbulkan pro dan kontra dari para anggota FIFA. Banyak yang mengecam rencana tersebut, namun tak sedikit juga asosiasi yang mendukung skema baru tersebut.
Salah satunya adalah PSSI. Erick meniai skema baru yang diusulkan FIFA dapat membantu negara-negara berkembang seperti Indonesia untuk meningkatkan kualitas sepak bolanya karena mendapat peningkatan pendanaan.
“Sepak bola Indonesia telah mengalami transformasi dalam tiga tahun terakhir. Sepak bola kita sudah dibersihkan,” kata Erick, dilansir dari Sky News, Jumat (31/7/2026).
“Peringkat tim nasional naik dari posisi 174 ke 118. Untuk melanjutkan transformasi ini, kami membutuhkan pendanaan,” sambungnya.
Proyek ini sejartinya banjir kecaman. Salah satunya UEFA, yang merasa FIFA telah menjual jiwa sepak bola. Para investor dikhawatirkan membuat FIFA semakin kehilangan daya tawar, bahkan memunculkan kontroversi yang lebih besar.
Namun, Erick memiliki pandangan lain. Langkah tersebut diklaim bukan sebagai hal baru, karena banyak asosiasi anggota FIFA telah lebih dulu menerapkan skema komersialisasi serupa dalam pengelolaan liga maupun kompetisi domestik.
Erick memilih untuk mempercayai keputusan FIFA. Jika mayoritas federasi memberikan persetujuan, hal itu membuktikan kalau memang ada kebutuhan terhadap kesepakatan tersebut demi mendukung pengembangan sepak bola di masa depan.
"Jika anggota FIFA menyetujuinya, itu menunjukkan memang ada kebutuhan agar kesepakatan ini terlaksana," terang Erick.
Baca Juga: Main Hari Ini! Jadwal dan Link Live Streaming Timor Leste vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Tidak hanya UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga telah buka suara terkait rencana FIFA. AFC tidak terang-terangan menolak maupun mendukung pembentukan perusahaan FFE, namun mereka meminta FIFA untuk mengkaji lebih dalam.
"AFC meyakini bahwa waktu yang memadai harus diberikan untuk melakukan penilaian secara menyeluruh, termasuk uji tuntas hukum dan tata kelola yang layak, konsultasi yang bermakna, serta pertimbangan yang matang terhadap implikasi jangka panjang dari inisiatif ini,” bunyi pernyataan AFC.