← Beranda
Hong Myung-bo Dicecar Parlemen Korea Selatan Usai Gagal Total di Piala Dunia 2026
Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 31 Juli 2026 | 16.06 WIB
Hong Myung-bo (Arise News)

 

JawaPos.com — Mantan pelatih timnas sepak bola Korea Selatan Hong Myung-bo dicecar anggota parlemen setelah kegagalan Taeguk Warriors lolos dari fase grup Piala Dunia 2026 di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Hong mengakui bertanggung jawab penuh atas hasil buruk tersebut setelah Korea Selatan tersingkir akibat kekalahan mengejutkan 0-1 dari Afrika Selatan.

Hong Myung-bo hadir dalam sidang Komite Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata parlemen Korea Selatan pada Kamis (30/7/2206) untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait kegagalan timnya.

Mantan bek Korea Selatan itu juga dimintai penjelasan mengenai proses penunjukannya sebagai pelatih serta isu gaji yang sempat menjadi sorotan publik.

Baca Juga: FIFA Buka Investigasi terhadap Timnas Argentina atas 4 Dugaan Pelanggaran Selama Piala Dunia 2026

Mengapa Hong Myung-bo Disorot Usai Piala Dunia 2026?

Hong Myung-bo menjadi sasaran kritik karena Korea Selatan gagal memenuhi ekspektasi besar di Piala Dunia 2026.

Tim berjuluk Taeguk Warriors itu hanya mampu bertahan di fase grup setelah kalah 0-1 dari Afrika Selatan dalam laga yang menentukan tiket ke babak gugur.

Kegagalan tersebut terasa mengecewakan karena Korea Selatan datang dengan status salah satu tim yang paling dinantikan.

Media Negeri Ginseng sebelumnya menyebut skuad Piala Dunia 2026 sebagai "generasi emas" karena diperkuat pemain seperti Son Heung-min, Kim Min-jae, dan Lee Kang-in.

Hong akhirnya menyatakan mundur setelah Korea Selatan tersingkir dari turnamen.

Dalam sidang parlemen, pelatih berusia 57 tahun itu menegaskan posisi sebagai pelatih kepala membuat dirinya harus menerima seluruh konsekuensi dari hasil pertandingan.

"Saya adalah pelatih kepala, dan posisi itu pada akhirnya dinilai berdasarkan hasil," ujar Hong dalam sidang tersebut dikutip dari CNA, Jumat (31/7/2026).

Ia menambahkan, "Karena performa kami di Piala Dunia ini tidak memenuhi harapan, saya bertanggung jawab penuh atas semuanya."

Baca Juga: Inggris dan 55 Negara UEFA Siap Boikot Piala Dunia

Apa Jawaban Hong Myung-bo soal Proses Penunjukan Pelatih?

Selain hasil di lapangan, anggota parlemen juga mempertanyakan proses pengangkatan Hong Myung-bo sebagai pelatih timnas Korea Selatan pada 2024.

Tuduhan mengenai perlakuan khusus muncul setelah ada klaim perekrutan dilakukan melalui proses yang dianggap tidak transparan.

Hong membantah mendapat perlakuan istimewa dalam proses tersebut. Ia mengatakan prosedur yang berlaku sudah dijalankan dan dirinya tidak pernah meminta keuntungan khusus untuk mendapatkan posisi pelatih tim nasional.

"Saya percaya prosedur yang tepat sudah diikuti," kata Hong saat menjawab pertanyaan anggota parlemen. Ia juga membantah pernah meminta "perlakuan atau keuntungan khusus" dalam proses penunjukan tersebut.

Isu tersebut menjadi perhatian besar karena posisi pelatih timnas Korea Selatan memiliki tekanan tinggi dari publik dan federasi.

Hong sebelumnya merupakan figur besar sepak bola Korea Selatan karena pernah memperkuat negaranya sebagai pemain pada Piala Dunia 2002 yang digelar di kandang sendiri.

Baca Juga: Spanduk Malvinas dan Kericuhan di Final Bikin Pemain Argentina Terancam Absen di Piala Dunia 2030

Berapa Gaji Hong Myung-bo yang Dipermasalahkan?

Anggota parlemen juga menyoroti laporan mengenai gaji Hong Myung-bo yang disebut mencapai 3,8 miliar won atau sekitar USD 2,6 juta, atau sekitar Rp 46,9 miliar. Nilai tersebut disebut menjadi salah satu gaji tertinggi untuk seorang pelatih tim nasional.

Hong membantah angka tersebut, tetapi memilih tidak mengungkapkan jumlah sebenarnya yang diterimanya.

Keputusan itu kembali memicu pertanyaan karena publik Korea Selatan tengah menuntut transparansi dari Federasi Sepak Bola Korea atau KFA.

"Saya rasa angka tersebut tidak benar," ujar Hong ketika ditanya mengenai nominal gaji yang beredar. Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai nilai kontraknya bersama timnas Korea Selatan.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung sebelumnya ikut menyoroti kegagalan di Piala Dunia 2026 dengan menyebut masalah muncul akibat "orang-orang tidak kompeten" yang berada dalam posisi kepemimpinan.

Pernyataan tersebut tidak menyebut nama Hong secara langsung, tetapi menyinggung persoalan loyalitas dan faksi dalam proses perekrutan di sepak bola Korea Selatan.

Bagaimana Reaksi Publik Korea Selatan Setelah Kegagalan Ini?

Kekecewaan terhadap Hong Myung-bo semakin besar setelah keputusan mencadangkan kapten senior Son Heung-min dalam pertandingan melawan Afrika Selatan.

Padahal, Korea Selatan hanya membutuhkan hasil imbang untuk memastikan tiket ke fase gugur Piala Dunia 2026.

Setelah kembali dari turnamen, Hong bahkan mendapat cemoohan dari sejumlah penggemar di bandara.

Kritik tersebut muncul karena publik menilai keputusan terkait komposisi pemain menjadi salah satu faktor kegagalan Korea Selatan.

Meski mendapat tekanan besar, Hong tetap menerima tanggung jawab sebagai pelatih yang memimpin tim dalam turnamen tersebut.

Ia menyampaikan permintaan maaf karena gagal membawa Korea Selatan melaju ke babak 32 besar dalam turnamen yang diikuti 48 negara itu.

Korea Selatan sebenarnya memiliki modal kuat dengan keberadaan pemain kelas dunia di berbagai kompetisi Eropa.

Son Heung-min, Kim Min-jae, dan Lee Kang-in menjadi simbol harapan besar publik, tetapi perjalanan mereka harus berakhir lebih cepat dari target awal.

Kegagalan di Piala Dunia 2026 kini membuat KFA menghadapi evaluasi besar terkait manajemen sepak bola nasional.

Sidang parlemen yang menghadirkan Hong Myung-bo menjadi bagian dari tekanan publik untuk memperbaiki sistem sepak bola Korea Selatan.

EDITOR: Banu Adikara