JawaPos.com - Eddie Howe resmi mengakhiri perjalanannya bersama Newcastle United setelah kedua belah pihak sepakat berpisah.
Keputusan tersebut bukan muncul secara tiba-tiba. Pelatih berusia 48 tahun itu dikabarkan telah menyampaikan niatnya untuk hengkang sejak dua pekan lalu, namun memilih bertahan sementara hingga klub menemukan pengganti yang tepat.
Sikap Howe mendapat apresiasi karena ia tidak ingin meninggalkan Newcastle dalam situasi yang belum memiliki kepastian di kursi pelatih.
Baca Juga: Setelah Eddie Howe Pergi, Newcastle Terancam Kehilangan Bruno Guimaraes ke Arsenal
Baru setelah manajemen mencapai kesepakatan dengan Matthias Jaissle, Howe mendapat lampu hijau untuk mengakhiri masa baktinya di St James' Park.
Kepergian Howe disebut dipengaruhi rasa kecewa terhadap arah kebijakan transfer Newcastle pada bursa musim panas 2026.
Padahal, pada akhir musim lalu ia masih menyatakan komitmennya untuk melanjutkan proyek jangka panjang klub dengan target membawa Newcastle menjadi juara Premier League pada 2030.
Namun, situasi berubah drastis ketika Newcastle mulai melepas sejumlah pemain penting.
Anthony Gordon lebih dulu dijual ke Barcelona, disusul Sandro Tonali yang bergabung dengan Tottenham Hotspur.
Baca Juga: Eks Pelatih Liverpool Arne Slot Berpeluang Latih Al Ahli, Bersaing dengan Vitor Pereira
Tak hanya itu, kapten tim Bruno Guimaraes juga santer dikabarkan segera meninggalkan klub menuju Arsenal.
Di sisi lain, Newcastle gagal mengamankan beberapa target transfer yang diinginkan. Klub disebut lebih memilih fokus membangun tim dengan mendatangkan pemain-pemain muda ketimbang merekrut sosok yang dinilai siap memberikan dampak instan.
Kondisi tersebut membuat Howe mulai meragukan peluang Newcastle bersaing memperebutkan gelar Premier League dalam beberapa tahun ke depan.
Meski demikian, ia tetap menunjukkan profesionalisme dengan tidak langsung meninggalkan klub.
Howe memilih menyelesaikan proses transisi secara baik-baik agar Newcastle memiliki waktu menemukan pengganti yang sesuai.
Setelah Matthias Jaissle dipastikan menjadi pilihan manajemen, proses perpisahan pun berlangsung melalui kesepakatan bersama.
Jaissle sendiri datang dengan reputasi sebagai pelatih yang terbiasa mengembangkan pemain muda. Pengalaman bersama jaringan klub Red Bull dan Al Ahli menjadi modal utama pelatih asal Jerman tersebut untuk memulai era baru di Newcastle.
Sementara itu, Eddie Howe dikabarkan akan mengambil jeda dari dunia kepelatihan. Meski demikian, peluangnya kembali ke pinggir lapangan diperkirakan tidak akan lama mengingat rekam jejaknya cukup mengesankan.
Sejak menangani Newcastle pada 2021, Howe berhasil mengubah wajah klub yang saat itu berada di papan bawah Premier League menjadi tim yang mampu bersaing di papan atas.
Ia sukses membawa The Magpies dua kali lolos ke Liga Champions dan mempersembahkan gelar Piala Liga Inggris musim 2024/2025, trofi domestik pertama Newcastle dalam 70 tahun.
Di balik pencapaian tersebut, Howe juga harus bekerja dalam tekanan aturan finansial Premier League dan UEFA. Newcastle beberapa kali melepas pemain andalan demi menjaga keseimbangan neraca keuangan klub.
Legenda Newcastle, Alan Shearer, menjadi salah satu sosok yang memberikan penghormatan kepada Howe.
Menurutnya, pelatih asal Inggris itu telah menghadirkan momen-momen yang akan selalu dikenang para pendukung, termasuk keberhasilan mengakhiri puasa gelar panjang klub dan membawa Newcastle kembali bersaing di kompetisi elite Eropa.
Meski hubungan kerja sama telah berakhir, warisan Eddie Howe diyakini akan tetap dikenang oleh publik St James' Park.
Kini, perhatian beralih kepada Matthias Jaissle yang akan memulai tantangan besar membawa Newcastle melanjutkan ambisi menjadi penantang serius gelar Premier League.