← Beranda
4 Aturan Baru UEFA Siap Batasi Intervensi VAR demi Jaga Kelancaran Pertandingan Sepak Bola Eropa
Risma Azzah FatinJumat, 31 Juli 2026 | 00.38 WIB
UEFA memutuskan aturan baru untuk VAR (Bein Sports)

 

 

JawaPos.com – UEFA resmi menetapkan sejumlah pedoman baru untuk penerapan Video Assistant Referee (VAR) pada musim 2026–2027.

Kebijakan tersebut disepakati bersama perwakilan 55 asosiasi sepak bola Eropa dan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).

Berikut 4 aturan utama yang diterapkan UEFA untuk meningkatkan efektivitas pertandingan sekaligus mengurangi gangguan akibat penggunaan VAR, seperti dilansir dari laman Bein Sports pada Kamis (30/7).

1.     VAR hanya Digunakan untuk Kesalahan yang Jelas

UEFA menegaskan bahwa VAR hanya boleh melakukan intervensi apabila terjadi kesalahan yang jelas dan nyata atau insiden penting yang tidak terlihat oleh wasit. Teknologi tersebut diposisikan sebagai alat pendukung, bukan pengganti kewenangan wasit di lapangan. Dengan kebijakan ini, keputusan utama tetap berada di tangan wasit yang memimpin pertandingan.

2.     Durasi Tinjauan VAR Harus Lebih Singkat

UEFA meminta seluruh perangkat pertandingan untuk mengurangi waktu pemeriksaan melalui tayangan ulang di lapangan. Peninjauan yang berlangsung terlalu lama dinilai dapat mengganggu ritme permainan dan mengurangi waktu bermain efektif. Selain itu, prosedur penanganan kesalahan identifikasi pemain juga akan diterapkan secara lebih seragam.

3.     Penindakan Lebih Tegas terhadap Penguluran Waktu

Wasit akan menerapkan pengawasan yang lebih ketat terhadap berbagai bentuk penguluran waktu selama pertandingan. Langkah tersebut mencakup tendangan gawang, lemparan ke dalam, pergantian pemain, dan penghentian pertandingan akibat cedera. Tujuannya adalah menjaga bola tetap berada dalam permainan selama mungkin sehingga pertandingan berlangsung lebih efektif.

4.     Meningkatkan Komunikasi antara Wasit dan Kapten Tim

UEFA juga memperkuat komunikasi langsung antara wasit dan kapten tim sebagai bagian dari pedoman baru. Pendekatan ini mengacu pada penerapan yang dinilai berhasil selama UEFA Euro 2024. Melalui kebijakan tersebut, UEFA berharap tercipta rasa saling menghormati, berkurangnya protes, dan konsistensi penerapan peraturan di seluruh kompetisi Eropa.

 

***

EDITOR: Novia Tri Astuti