← Beranda
Milos Kerkez Ungkap Alasan Andoni Iraola Jadi Sosok Tepat Tangani Liverpool
Bramasta JPKamis, 30 Juli 2026 | 14.12 WIB
Potret Milos Kerkez dan Andoni Iraola saat pramusim Liverpool. (Dok Liverpool FC)

 

 

JawaPos.com – Tak banyak pemain Liverpool yang mengenal Andoni Iraola sedalam Milos Kerkez. Bek kiri asal Hungaria itu pernah bekerja sama dengan pelatih asal Spanyol tersebut selama dua musim di Bournemouth sebelum keduanya kembali bereuni di Anfield.

Kolaborasi mereka di Bournemouth menjadi salah satu alasan Liverpool merekrut Kerkez pada awal musim lalu dengan nilai transfer sekitar GBP 40 juta. Kini, setelah Iraola resmi ditunjuk sebagai pelatih baru The Reds, keduanya kembali dipersatukan untuk memulai babak baru di Merseyside.

Musim debut Kerkez bersama Liverpool memang belum berjalan sesuai harapan. Di bawah asuhan Arne Slot, bek berusia 22 tahun itu tampil dalam 48 pertandingan, tetapi hanya menyumbang dua gol dan dua assist.

Baca Juga: Liverpool Andalkan Ryan Gravenberch untuk Memimpin Kebangkitan Tim Bersama Andoni Iraola

Meski demikian, Kerkez optimistis kehadiran Iraola akan membawa perubahan positif, bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi seluruh skuad Liverpool.

"Saya benar-benar senang bisa bekerja sama dengannya lagi. Dia banyak membantu perkembangan saya selama dua tahun kami bersama," ujar Kerkez.

"Saya tentu senang untuk diri saya sendiri, tetapi juga untuk tim. Semua orang tahu seperti apa sepak bola yang dia mainkan. Menurut saya, dia adalah sosok yang sangat cocok untuk Liverpool."

Baca Juga: 6 Wonderkid Liverpool yang Diprediksi Bersinar di Era Andoni Iraola

Menurut Kerkez, ciri khas utama Iraola adalah intensitas permainan yang sangat tinggi. Mantan pelatih Bournemouth itu tidak ragu meminta para pemain melakukan pressing agresif dan bermain satu lawan satu di seluruh lapangan.

"Permainannya sangat mengandalkan intensitas. Dia tidak takut meminta pemain bermain satu lawan satu di seluruh lapangan, melakukan pressing tinggi, dan terus menyerang," jelasnya.

Kerkez mengakui metode latihan Iraola juga sangat menguras tenaga. Namun, ia menilai tuntutan tersebut memang diperlukan untuk menjalankan filosofi permainan sang pelatih.

"Kalau melihat kondisi kami setelah latihan, semua pemain sampai terbaring kelelahan. Dari situ saja sudah terlihat bagaimana dia mempersiapkan tim."

"Untuk memainkan sepak bola seperti yang dia inginkan, Anda memang harus memiliki stamina dan kondisi fisik yang sangat baik. Tapi saya yakin kami akan mampu menjalaninya."

Ia juga mengungkapkan bahwa Iraola memiliki pendekatan latihan yang unik. Dalam sesi permainan kecil, pelatih berusia 44 tahun itu selalu menekankan pentingnya memahami konsekuensi dari setiap keputusan yang diambil pemain di lapangan.

Baca Juga: Darwin Nunez Masuk Radar Atlanta United, Striker Eks Liverpool Berpeluang Tinggalkan Al Hilal Musim Ini

"Dia selalu menyebutnya sebagai 'konsekuensi'. Kapan kami harus berlari atau melakukan tekanan bergantung pada keputusan yang kami buat sendiri di lapangan."

Selain dikenal dengan gaya bermain menyerang, Kerkez menilai Iraola merupakan pelatih yang sangat memperhatikan detail dan menjaga profesionalisme dalam membangun hubungan dengan para pemain.

"Dia pelatih yang sangat intens dan sangat detail. Dia memang suka berbicara dengan pemain, tetapi tidak terlalu banyak."

"Saya rasa dia sengaja menjaga jarak agar tidak terlihat terlalu dekat dengan pemain tertentu. Baginya semua pemain memiliki perlakuan yang sama."

"Dia selalu profesional dan menginginkan semua orang bekerja keras," tutup bek jebolan akademi AC Milan tersebut.

Dengan pengalaman bekerja bersama sebelumnya, Kerkez menjadi salah satu pemain yang paling memahami filosofi Iraola. Kehadirannya diyakini bisa membantu mempercepat proses adaptasi Liverpool terhadap gaya bermain agresif yang ingin diterapkan pelatih anyar tersebut menjelang musim 2026/2027.

EDITOR: Banu Adikara