JawaPos.com - Rencana FIFA untuk menjual saham minoritas dalam kompetisi-kompetisi utamanya menuai gelombang kritik. Setelah UEFA menyuarakan penolakan, kini Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) ikut melontarkan kecaman keras terhadap langkah badan sepak bola dunia tersebut.
FA mengaku sama sekali tidak dilibatkan dalam pembahasan proposal yang diumumkan FIFA dan menilai proses pengambilan keputusan berlangsung tanpa transparansi yang memadai.
Baca Juga: Ditunjuk Jadi Pelatih Timnas Prancis, Begini Taktik Zinedine Zidane Saat Menangani Real Madrid
FA Mengaku Tidak Pernah Diberi Informasi
Melansir The Sun, dalam pernyataan resminya, FA menegaskan bahwa mereka baru mengetahui rencana tersebut setelah diumumkan ke publik.
“Kami sama sekali tidak mengetahui proposal ini dan tidak memiliki detail substantif apa pun, termasuk apa sebenarnya proposal itu, dan apa saja syarat-syarat yang menyertainya.”
FA juga menilai proses yang ditempuh FIFA menimbulkan banyak tanda tanya.
“Berdasarkan informasi yang terbatas, kami sangat prihatin dengan kurangnya proses dan tata kelola untuk sampai pada titik ini, serta substansi dan prinsip yang tampaknya terlibat.
“Ketika proposal tersebut dibagikan secara lengkap dan transparan seperti yang dijanjikan FIFA, kami akan menyampaikan pandangan kami dan memberikan komentar lebih lanjut.”
UEFA Lebih Dulu Menolak
Sebelumnya, UEFA juga telah menyampaikan penolakan terhadap rencana tersebut. Konfederasi sepak bola Eropa menegaskan bahwa Piala Dunia bukanlah aset komersial yang bisa diperjualbelikan kepada investor.
Kritik itu muncul setelah FIFA mengumumkan pembentukan anak perusahaan komersial bernama FIFA Forward Enterprise (FFE), yang akan mengelola berbagai kompetisi utama FIFA.
FFE nantinya akan membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk membeli saham minoritas. Meski demikian, FIFA menegaskan bahwa mereka tetap menjadi pemegang kendali penuh atas perusahaan tersebut.
Baca Juga: Arlyansyah Ungkap Kunci Persija Bangkit Tahan Port FC, Macan Kemayoran Masih Adaptasi Taktik
FIFA Pastikan Kendali Tetap di Tangan Mereka
Dalam penjelasannya, FIFA menyebut investor hanya akan memiliki kepemilikan minoritas tanpa hak mengendalikan perusahaan.
Organisasi tersebut juga menegaskan bahwa seluruh aspek penting sepak bola tetap berada di bawah kendali FIFA, mulai dari tata kelola, penyelenggaraan kompetisi, kalender pertandingan, hingga seluruh keputusan regulasi dan olahraga.
Baca Juga: Persebaya ke Semifinal Piala Presiden 2026 usai Kalahkan PSMS, Bernardo Tavares Puas Rotasi Tim
Perdana Menteri Inggris Ikut Bersuara
Penolakan terhadap rencana tersebut juga datang dari Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham.
Melalui media sosial, Burnham menegaskan bahwa sepak bola tidak semestinya diperlakukan sebagai komoditas investasi.
“Sepak bola bukan milik investor.”
“Piala Dunia bukanlah sebuah produk. Ini adalah kompetisi terbesar dalam olahraga dunia, dan tidak pernah menjadi milik siapa pun untuk dijual.”
Dengan kritik yang terus berdatangan dari berbagai pihak, rencana FIFA diperkirakan masih akan memicu perdebatan panjang dalam dunia sepak bola internasional, terutama terkait transparansi, tata kelola, dan masa depan kompetisi paling bergengsi di dunia tersebut.