JawaPos.com - Manchester United dikenal sebagai salah satu klub dengan pengeluaran besar di bursa transfer. Namun di balik reputasi tersebut, ada satu fakta menarik yang masih bertahan hingga musim panas 2026. Setan Merah belum pernah mengeluarkan dana hingga £100 juta untuk mendatangkan satu pemain.
Padahal, nilai transfer fantastis tersebut sudah menjadi hal lumrah bagi sejumlah klub elite Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Manchester City, Chelsea, Arsenal, Liverpool hingga Tottenham Hotspur sudah pernah melakukannya. Sementara United justru memilih jalur berbeda.
Keinginan merekrut pemain dengan harga £100 juta sebenarnya sempat muncul pada musim panas 2018. Saat itu, Ed Woodward yang masih menjabat sebagai petinggi klub dikabarkan siap menggelontorkan dana besar demi mendatangkan bek tengah baru.
Baca Juga: Real Madrid Tetap Kukuh Mempertahakan Vinicius Mesti Segera Datangkan Yan Diomande
Nama Raphael Varane disebut sebagai target utama. Bek asal Prancis itu baru saja meraih gelar Liga Champions bersama Real Madrid dan mengangkat trofi Piala Dunia 2018 bersama timnas Prancis.
Namun, transfer tersebut tak pernah mendekati kenyataan karena Varane masih menjadi bagian penting Los Blancos. Ironisnya, Varane baru bergabung ke Old Trafford pada 2021 dengan nilai transfer yang jauh lebih rendah dibanding rencana awal.
Sejak ditinggal Sir Alex Ferguson pada 2013, Manchester United telah menghabiskan lebih dari £2 miliar untuk belanja pemain. Meski demikian, mereka belum pernah menyentuh angka £100 juta untuk satu transfer.
Rekor pembelian termahal klub hingga kini masih dipegang Harry Maguire yang direkrut dari Leicester City pada 2019 dengan nilai sekitar £80 juta. Sebelumnya, Paul Pogba juga sempat menjadi rekrutan termahal dunia ketika kembali ke Manchester United pada 2016 dengan biaya sekitar £89 juta.
Perubahan arah kebijakan mulai terlihat setelah Omar Berrada bergabung sebagai CEO pada 2024. Mantan petinggi Manchester City itu membawa filosofi yang lebih disiplin dalam mengelola belanja pemain.
Di City, Berrada terbiasa bekerja dengan batas harga tertentu sebelum klub akhirnya bersedia mengeluarkan dana besar untuk pemain yang benar-benar dianggap layak. Pendekatan serupa kini diterapkan di Manchester United.
Dalam dua musim terakhir, United lebih memilih mendatangkan pemain dengan harga yang dinilai sesuai nilai pasar dibanding terlibat perang harga dengan klub lain. Strategi tersebut membuat mereka beberapa kali gagal mendapatkan target utama karena kalah bersaing secara finansial.
Meski begitu, manajemen percaya langkah tersebut akan membuat kondisi keuangan klub lebih sehat dalam jangka panjang. Aturan Financial Fair Play dari Premier League dan UEFA juga menjadi pertimbangan penting dalam setiap keputusan transfer.
Manchester United juga mulai meninggalkan kebiasaan belanja panik yang sempat terjadi beberapa tahun lalu. Transfer mahal seperti Antony, Casemiro, Andre Onana hingga Rasmus Hojlund menjadi pelajaran berharga karena tidak seluruhnya mampu memenuhi ekspektasi di lapangan.
Kini, fokus klub bukan lagi mengejar pemain termahal, melainkan membangun skuad yang lebih seimbang dan efisien. Musim panas ini, United masih memburu tambahan gelandang bertahan serta beberapa pelapis di sejumlah posisi.
Salah satu nama yang terus dikaitkan dengan Old Trafford adalah gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni. Nilai transfer yang diperkirakan berada di bawah £70 juta dinilai masih sesuai dengan kebijakan baru klub.
Di tengah melonjaknya harga pemain hingga menembus £100 juta, Manchester United tampaknya memilih bersabar. Bagi manajemen baru, keberhasilan tim tidak selalu ditentukan oleh besarnya biaya transfer, melainkan ketepatan dalam memilih pemain yang benar-benar dibutuhkan.