← Beranda
7 Pemain Manchester United yang Perlu Pembuktian di Pramusim Demi Masuk Skuad Utama Michael Carrick
Bramasta JPRabu, 29 Juli 2026 | 12.50 WIB
Mason Mount. (Oli SCARFF/AFP)

 

JawaPos.com – Manchester United telah memulai rangkaian pramusim sebagai langkah awal menyambut musim 2026/2027. Ini menjadi musim panas pertama Michael Carrick sebagai pelatih kepala permanen setelah sukses membawa Setan Merah kembali ke Liga Champions.

Tiga rekrutan anyar sudah bergabung ke Old Trafford, meski baru Andrey Santos yang menjalani debut saat United kalah dari Wrexham. Namun, sorotan utama justru tertuju kepada para pemain lama yang harus membuktikan diri agar tetap masuk dalam rencana Carrick.

Dengan jadwal yang semakin padat karena tampil di Liga Champions, Manchester United membutuhkan kedalaman skuad yang berkualitas. Pramusim pun menjadi kesempatan penting bagi para pemain pelapis untuk menunjukkan bahwa mereka layak mendapat peran lebih besar.

Berikut tujuh pemain Manchester United yang wajib tampil impresif sepanjang pramusim.

Baca Juga: Malaysia Hajar Laos 4-0 di Piala AFF 2026, Pelatih Interim Tan Cheng Hoe Mengaku Puas

Joshua Zirkzee

Perjalanan Joshua Zirkzee sejak bergabung dengan Manchester United belum memenuhi ekspektasi. Sempat mencetak gol kemenangan pada debutnya di Premier League, penyerang yang didatangkan seharga USD 46,2 juta itu hanya mampu mengoleksi sembilan gol.

Musim lalu ia hanya tampil dalam 26 pertandingan di semua kompetisi dan gagal meyakinkan Ruben Amorim maupun Michael Carrick. Situasi tersebut membuat rumor kepindahannya semakin menguat.

Persaingan di lini depan juga semakin berat setelah Benjamin Sesko, Matheus Cunha, dan Bryan Mbeumo tampil menjanjikan. Kondisi itu membuat posisi Zirkzee semakin terancam.

Meski demikian, pramusim masih menjadi kesempatan emas baginya. Jika mampu tampil tajam saat menghadapi Atletico Madrid, Paris Saint-Germain, dan AC Milan, peluangnya bertahan di Old Trafford akan kembali terbuka.

Mengembalikan performa seperti saat membela Anderlecht maupun Bologna menjadi tantangan terbesar Zirkzee untuk mengubah penilaian Carrick.

Baca Juga: 6 Anak Ajaib Manchester United yang Diramalkan Gacor di Musim 2026/2027

Mason Mount

Cedera menjadi hambatan terbesar Mason Mount sejak bergabung dengan Manchester United. Selama tiga musim di Old Trafford, gelandang Inggris itu belum pernah mencapai 30 penampilan dalam satu musim.

Total ia baru mencatatkan 72 laga dengan torehan tujuh gol dan dua assist, jauh menurun dibandingkan saat membela Chelsea, ketika ia berkontribusi terhadap 29 gol pada musim 2021/2022.

Meski demikian, kualitas Mount masih belum hilang. Jika mampu menjaga kebugaran, ia tetap bisa menjadi opsi penting bagi Carrick.

Persaingan di lini tengah memang semakin ketat setelah kedatangan Andrey Santos dan Youri Tielemans, ditambah rencana United merekrut satu gelandang lagi. Namun, padatnya jadwal musim depan membuka peluang Mount untuk kembali memainkan peran penting sebagai pemain rotasi.

Baca Juga: Roberto Mancini Kembali jadi Pelatih Timnas Italia

Leny Yoro

Manchester United sempat memenangkan persaingan dengan Liverpool dan Real Madrid untuk merekrut Leny Yoro senilai USD 67,6 juta. Saat itu, bek asal Prancis tersebut digadang-gadang sebagai salah satu talenta bertahan terbaik di Eropa.

Namun, dua musim berselang, perkembangannya belum sesuai harapan. Yoro baru mencatatkan 33 penampilan karena kesulitan menembus persaingan dengan Harry Maguire, Matthijs de Ligt, dan Lisandro Martinez.

Saat mendapat kesempatan bermain, bek berusia 20 tahun itu juga masih kerap melakukan kesalahan yang membuat penampilannya belum sepenuhnya meyakinkan.

Yoro, yang bahkan sempat dimainkan sebagai bek kanan saat menghadapi Wrexham, harus memanfaatkan pramusim untuk membuktikan dirinya layak menjadi bagian penting skuad Carrick.

Baca Juga: Fenerbahce Ajukan Tawaran Perdana untuk Rafael Leao, AC Milan Minta EUR 50 Juta

Patrick Dorgu

Patrick Dorgu sempat kesulitan mendapatkan tempat pada era Ruben Amorim. Meski direkrut untuk mengisi posisi wing-back kiri, ia kalah bersaing dengan Luke Shaw.

Namun, kedatangan Carrick membawa perubahan. Dorgu sempat tampil menjanjikan ketika dimainkan sebagai winger kiri sebelum musimnya terhenti akibat cedera serius pada akhir Januari.

Saat ini United masih minim opsi di sektor sayap kiri. Selain Dorgu, hanya Matheus Cunha yang bisa mengisi posisi tersebut secara alami, meski klub masih berupaya mencari tambahan pemain.

Penampilan impresif selama pramusim dapat menjadi modal besar bagi pemain berusia 21 tahun itu untuk mempertahankan tempatnya di skuad utama.

Baca Juga: Kembali Bermain usai Operasi Meniskus, Pratama Arhan Bidik Performa Terbaik Bersama Persija

Harry Amass

Harry Amass menjadi salah satu bek kiri muda yang terus dipantau perkembangannya. Pemain berusia 19 tahun itu telah mencatatkan tujuh penampilan bersama tim utama sebelum dipinjamkan ke Sheffield Wednesday dan Norwich City musim lalu.

Sayangnya, masa peminjamannya di Norwich terhenti akibat cedera hamstring.

Amass akhirnya kembali bermain saat menghadapi Wrexham dan berpeluang memperoleh kesempatan lebih besar musim ini. Apalagi Tyrell Malacia telah hengkang, sementara Patrick Dorgu lebih sering dimainkan sebagai winger.

Jika Luke Shaw kembali mengalami cedera, seperti yang beberapa kali terjadi dalam beberapa musim terakhir, Amass berpeluang menjadi pelapis utama di posisi bek kiri.

Toby Collyer

Toby Collyer sempat menikmati musim terobosannya bersama Manchester United dengan mencatatkan 13 penampilan pada musim 2024/2025.

Gelandang bertahan berusia 22 tahun itu dikenal memiliki stamina tinggi serta agresivitas dalam duel sehingga cukup disukai para pendukung United.

Sayangnya, masa peminjaman di West Bromwich Albion dan Hull City musim lalu terganggu oleh cedera sehingga ia gagal menunjukkan perkembangan yang diharapkan.

Dengan kontraknya yang akan berakhir pada 2027, masa depan Collyer kini menjadi salah satu keputusan penting yang harus diambil klub. Pramusim akan menjadi kesempatan baginya untuk meyakinkan Carrick bahwa ia masih layak dipertahankan.

Shea Lacey

Shea Lacey sejak lama disebut sebagai salah satu prospek terbaik akademi Manchester United. Pemain sayap berusia 19 tahun itu menjalani debut senior pada Desember lalu dan telah tampil dalam empat pertandingan.

Lacey terus tampil impresif bersama tim U-21 sehingga sempat dikaitkan dengan opsi peminjaman demi memperoleh jam bermain yang lebih banyak.

Meski peluang menembus tim utama masih berat karena harus bersaing dengan Bryan Mbeumo di sektor kanan, Carrick diyakini tetap akan memberi kesempatan kepada Lacey selama pramusim.

Jika mampu tampil konsisten dalam laga uji coba, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu opsi rotasi Manchester United, terutama di ajang piala domestik.

EDITOR: Banu Adikara